Atasi Antrean Truk Barang di SPBU Polman Pertamina Tambah Distribusi Biosolar Hingga 20 Persen
Ilham Mulyawan June 04, 2026 02:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi angkat bicara, terkait antrean kendaraan angkutan barang di SPBU wilayah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Sales Branch Manager Sulselbar V Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fandy Achmad Sitaba, menjelaskan bahwa ketersediaan BBM subsidi jenis Biosolar untuk wilayah Sulawesi Barat berada dalam kondisi aman dan penyaluran dari Pertamina ke lembaga penyalur berlangsung setiap hari sesuai jadwal distribusi yang telah ditetapkan.

Baca juga: Kawasan Anjungan Pasangkayu Dipenuhi Sampah Meski Tempat Sampah Tersedia

Baca juga: Harga Emas Antam Kamis 5 Juni 2026 Turu Lagi Rp 15.000 Per Gram

“Selama periode Hari Raya Iduladha, kebutuhan Biosolar mengalami peningkatan cukup signifikan, terutama dari sektor transportasi dan logistik. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya aktivitas pengisian di sejumlah SPBU sehingga memicu antrean kendaraan pada waktu-waktu tertentu,” ujar Fandy.

Untuk menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat, Pertamina telah melakukan penambahan alokasi penyaluran Biosolar hingga 20 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal. 

Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi peningkatan konsumsi dan memastikan kebutuhan sektor transportasi maupun distribusi barang tetap terpenuhi.

Pertamina juga terus melakukan pemantauan terhadap stok dan realisasi penyaluran BBM di seluruh SPBU wilayah Sulawesi Barat agar distribusi berjalan optimal sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa Pertamina terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menjaga kelancaran distribusi energi, khususnya pada periode meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode hari besar keagamaan.

“Pertamina terus memperkuat pengawasan distribusi dan memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan. Evaluasi dilakukan secara berkala agar kebutuhan masyarakat dan sektor usaha dapat terlayani dengan baik, terutama pada periode dengan konsumsi yang cenderung meningkat,” kata Lilik.

Antrean sudah terjadi sejak satu pekan terakhir lantaran adanya kelangkaan BBM jenis solar.

Sulitnya mendapatkan solar membuat para sopir truk harus bermalam menunggu datangnya mobil tangki Pertamina.

Puluhan truk ini mengantre dari depan SPBU Lantora hingga ke depan gedung DPRD Polman.

Panjangnya antrean kendaraan di depan SPBU Lantora juga menimbulkan kemacetan.

Jejeran truk enam hingga 10 roda ini mengambil sebagian bahu jalan yang merupakan ruas Jalan Trans Sulawesi.

Sopir Terpaksa Bermalam 

Kondisi tersebut membuat pengendara yang melintas harus mengurangi kecepatan dan tidak dapat saling mendahului.

"Sejak semalam saya menunggu, biasanya pagi ini datang mobil tangki Pertamina membawa solar," kata sopir truk, Suaib, kepada wartawan.

Dia menyebut kondisi sulitnya memperoleh solar di Polman sudah terjadi sejak satu pekan terakhir.

Setiap truk yang mulai kehabisan solar harus mengantre lama, bahkan hingga satu hari, saat berada di wilayah Polman.

Suaib mengatakan kondisi ini menghambat distribusi logistik dan menambah waktu tempuh perjalanan.

"Harusnya kita dapat tiba di tempat tujuan lebih awal, tapi karena sulitnya solar jadi harus menunggu lagi sehari," ungkapnya.

Begitu pula dengan para sopir truk pengangkut material yang turut terhambat bekerja akibat sulitnya mendapatkan BBM jenis solar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.