Erling Haaland Bawa Kepercayaan Diri Tinggi bagi Timnas Norwegia Menuju Piala Dunia 2026
Aurora Nightingale June 04, 2026 02:51 PM

Bomber utama Tim Nasional Norwegia, Erling Haaland, sukses memimpin rekan-rekannya meraih kemenangan besar atas Tim Nasional Israel dalam babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.

Keberadaan Haaland di skuad membuat Norwegia tampil penuh percaya diri menyambut keikutsertaan mereka di Piala Dunia 2026.

Penantian panjang selama 28 tahun sejak terakhir kali tampil di ajang Piala Dunia 1998 akhirnya berakhir. Norwegia kini resmi memastikan tempat di putaran final Piala Dunia 2026.

Skuad berjuluk Viking itu melaju otomatis ke turnamen utama setelah menjuarai Grup I di babak kualifikasi zona Eropa.

Berada satu grup dengan lawan kuat seperti Italia, Norwegia berhasil menyapu bersih semua pertandingan dengan kemenangan.

Pasukan asuhan Stale Solbakken mencatat delapan kemenangan dari delapan laga, mencetak total 37 gol dan hanya kebobolan lima kali.

Norwegia bahkan dua kali menundukkan Italia, baik di kandang maupun tandang, untuk mengumpulkan poin sempurna 24. Hasil tersebut membuat mereka dianggap sebagai generasi emas baru sepak bola Norwegia.

Kunci utama keberhasilan Norwegia tak lepas dari peran Erling Haaland, penyerang Manchester City yang tampil sangat produktif sepanjang kualifikasi.

Haaland mencetak 16 gol dan menempatkannya sebagai top skor di seluruh zona Eropa.

Para pesaing terdekatnya dalam daftar pencetak gol terbanyak adalah Marko Arnautovic dari Austria, kapten Inggris Harry Kane, dan bintang Belanda Memphis Depay, yang masing-masing mencetak delapan gol.

Pelatih Stale Solbakken mengaku tidak kesulitan dalam mengakomodasi peran Haaland di timnya. Ia menyebut sang penyerang berusia 25 tahun itu mudah diarahkan dan sangat profesional.

Menurut Solbakken, kehadiran Haaland membawa dampak positif besar bagi performa tim secara keseluruhan.

“Erling Haaland adalah pemain yang sangat mudah dilatih,” ujar Solbakken seperti dikutip dari laman resmi FIFA.

“Dia selalu menempatkan kepentingan tim di atas segalanya, menikmati kebersamaan dengan rekan-rekannya, dan juga memiliki hubungan yang baik dengan seluruh staf tim.”

“Dia adalah bintang yang sangat santai,” tambahnya.

Terkait dengan label “kuda hitam” yang kini disematkan banyak penggemar sepak bola dunia kepada Norwegia, Solbakken menanggapinya secara bijak dan realistis.

Pelatih berusia 58 tahun itu menolak anggapan bahwa timnya menjadi salah satu kandidat kuat untuk mencapai partai final dalam turnamen bergengsi tersebut.

Norwegia tergabung di grup berat, di mana Prancis berstatus sebagai unggulan utama untuk melangkah ke fase berikutnya dengan mulus.

Melihat peta persaingan yang ketat, Solbakken menilai tiga tim lainnya di grup tersebut akan berjuang keras untuk memperebutkan posisi kedua dan ketiga.

Target realistis yang dicanangkan Solbakken adalah fokus untuk lolos dari fase grup dan mengamankan tempat di babak 32 besar terlebih dahulu.

“Ketika Anda kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah sekian lama, saya rasa tidak perlu terlalu memikirkan ekspektasi,” kata Solbakken.

“Kami hanya perlu membawa semangat dan gaya bermain seperti saat tampil di babak kualifikasi.”

“Kami tidak perlu takut, tetapi kami juga harus realistis karena tergabung di grup yang sangat sulit bersama salah satu tim favorit. Ini akan menjadi tantangan berat,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.