Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Koridor 3 dan 4 atau K3 K4 Biskita Transpakuan dibahas untuk diaktifkan.
Anggaran untuk K1 dan K2 akan dialihkan ke dua koridor itu untuk mendukung aktifasi.
K1 sendiri melayani rute dari Terminal Bubulak sampai Cidangiang (PP) dan K2 melayani rute Terminal Bubulak sampai Ciawi (PP).
Saat ini baru ada empat koridor saja di Kota Bogor yakni K1,2,5, dan 6.
Kepala Bidang Angkutan Kota pada Dishub Kota Bogor Dody Wahyudin mengatakan, aktifasi K3 dan K4 terus dibahas sampai saat ini.
"Jadi untuk rencana aktivasi K3 dan K4, sekarang ini sedang dalam kajian," kata Dody saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Kamis (4/6/2026).
Untuk biaya sendiri, sambung Dody, kemungkinan akan menggunakan dana dari K1 dan K2.
K1 dan K2 dinilai sudah bisa berjalan dengan anggaran mandiri.
"Jadi, pembelian layanan yang dari koridor satu dan koridor dua dialihkan ke koridor tiga dan empat," ujarnya.
K1 dan K2 load factornya paling tinggi dibandingkan koridor lainnya.
Untuk persentasenya sendiri sudah mencapai 70 persen sejak beroperasi kembali awan tahun 2026 ini.
Masyarakat merasa sudah nyaman menggunakan layanan Biskita terutama K1 dan K2.
"Koridor satu dan dua bisa dimandirikan, dalam arti tidak menjadi beban atau tidak menjadi anggaran daripada APBD," ujarnya.
Jika terealisasi, tarif di K1 dan K2 ini kemungkinan akan naik.
Kenaikan tarif ini menunjang operasional K1 dan K2 yang anggarannya dialihkan untuk aktifasi K3 dan K4 ini.
"Tarifnya sedang dihitung dari biaya operasi kendaraan, karena tentunya akan sangat berbeda apabila mandiri dengan subsidi," tandasnya.