Dipicu Persoalan Asmara, Pria di Merangin Jambi Diduga Dianiaya Oknum TNI
Muliadi Gani June 04, 2026 04:54 PM

 

PROHABA.CO, JAMBI - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pria di Kabupaten Merangin, Jambi, menjadi sorotan publik setelah korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan persoalan asmara yang melibatkan seorang perempuan yang disebut sebagai istri seorang oknum anggota TNI.

Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Merangin.

Kondisi kesehatannya disebut belum sepenuhnya pulih sehingga belum dapat memberikan keterangan secara rinci terkait peristiwa yang dialaminya.

Kuasa hukum korban, Andrianto, mengatakan pihaknya saat ini lebih memprioritaskan pemulihan kesehatan korban sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.

“Saat ini kami fokus melakukan pemulihan kesehatan korban.

Korban masih dirawat di rumah sakit dan kondisinya masih membutuhkan penanganan medis,” kata Andrianto kepada wartawan.

Menurut Andrianto, berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari korban, persoalan tersebut bermula dari hubungan pribadi antara korban dengan seorang perempuan yang disebut merupakan istri dari oknum TNI.

Korban mengaku mengenal perempuan tersebut setelah mendapat informasi bahwa perempuan itu telah berpisah dengan suaminya.

“Versi dari klien kami, ini berawal dari persoalan asmara.

Seorang wanita yang merupakan istri dari oknum tersebut menyampaikan kepada klien kami bahwa dirinya sudah berpisah,” ujarnya.

Meski demikian, pihak kuasa hukum menegaskan bahwa informasi tersebut masih merupakan keterangan awal dari korban dan akan didalami lebih lanjut setelah kondisi korban membaik.

Baca juga: Pria di Banda Aceh Ditangkap Usai Aniaya Mantan Pacar dengan Pisau Kerambit

Diduga Digerebek di Rumah Kos

Andrianto menjelaskan, sebelum dugaan penganiayaan terjadi, korban didatangi oleh sejumlah orang di sebuah rumah kos.

Salah satu orang yang datang disebut merupakan suami dari perempuan yang dikenal korban.

Menurut pengakuan korban, setelah peristiwa tersebut ia kemudian dibawa ke suatu tempat dan mengalami tindakan kekerasan.

Korban mengaku sempat diinterogasi dan mendapatkan perlakuan fisik yang menyebabkan sejumlah luka di tubuhnya.

“Saat dilakukan penggerebekan di salah satu tempat kos, ada beberapa orang yang datang.

Yang jelas ada seorang suami dari perempuan tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, bekas luka yang dialami korban terlihat di sejumlah bagian tubuh dan telah didokumentasikan sebagai bagian dari proses pendampingan hukum.

Akibat kejadian itu, korban tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga mengeluhkan gangguan kesehatan lainnya.

Korban dilaporkan mengalami sakit kepala dan sempat muntah-muntah sehingga harus menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tim medis.

“Hari ini korban mengeluhkan pusing di kepala dan tadi pagi sempat muntah-muntah.

Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari dokter spesialis,” ujar Andrianto.

Terkait jumlah orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, pihak kuasa hukum menyebut korban mengingat ada lebih dari satu orang di lokasi kejadian.

Namun, detail mengenai identitas maupun jumlah pasti pihak yang terlibat masih menunggu keterangan lebih lengkap dari korban.

Pihak keluarga bersama kuasa hukum kini tengah mempertimbangkan langkah hukum lanjutan.

Mereka juga berharap institusi TNI dapat menangani perkara tersebut secara profesional dan transparan.

“Kami percaya institusi TNI akan memberikan keadilan dan menjalankan mekanisme hukum yang berlaku apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran,” pungkasnya. 

Baca juga: Sopir Truk Tewas Dikeroyok di SPBU Palembang, Diduga Dipicu Serobot Antrean Solar

Keluarga Tuntut Keadilan

Sementara itu, keluarga korban meminta agar kasus tersebut diproses secara adil dan transparan.

Kakak kandung korban, Kurkon Yusman, mengaku sangat terpukul melihat kondisi adiknya yang mengalami luka di berbagai bagian tubuh.

Menurut Kurkon, keluarga berharap proses hukum berjalan sesuai aturan dan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban apabila terbukti melakukan pelanggaran.

“Saya sangat menyayangkan kejadian seperti ini.

Saya menuntut hak kemanusiaan adik saya. Sebagai kakak, saya ingin hukum yang seadil-adilnya karena adik saya sudah diperlakukan tidak manusiawi,” katanya kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Kurkon mengaku tidak mengetahui secara pasti benda yang digunakan dalam dugaan penganiayaan tersebut.

Namun, dari kondisi luka yang dialami korban, ia menduga terdapat penggunaan benda keras yang menyebabkan cedera di sejumlah bagian tubuh.

Selain itu, keluarga juga mengungkap adanya luka bakar pada bagian alat vital korban yang diduga berasal dari percikan api atau benda panas.

“Iya, ada bekas bakar di alat vital,” ungkapnya.

Informasi tersebut menjadi salah satu hal yang diharapkan dapat diungkap melalui proses penyelidikan lebih lanjut.

Menunggu Penanganan dan Klarifikasi Resmi

Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Merangin.

Keluarga bersama tim kuasa hukum tengah mempertimbangkan langkah hukum lanjutan sembari menunggu kondisi korban membaik.

Pihak kuasa hukum juga menyatakan kepercayaannya bahwa institusi TNI akan menangani persoalan tersebut secara profesional dan transparan apabila nantinya ditemukan adanya keterlibatan oknum anggotanya.

“Kami percaya institusi TNI akan memberikan keadilan dan menjalankan mekanisme hukum yang berlaku apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran,” ujar Andrianto.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak Kodim 0420/Sarko masih terus dilakukan.

Saat wartawan mendatangi Markas Kodim, Komandan Kodim Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto dilaporkan sedang berada di luar markas karena menghadiri kegiatan.

Adapun Kasdim disebut sedang berada di Kabupaten Sarolangun dalam rangka kegiatan Korem.

Baca juga: Ramza Harli Pertanyakan soal Penangguhan Terduga Pelanggar Syariat di Satpol PP-WH

Baca juga: Oknum TNI Diduga Cabuli Siswi SD di Kendari Ditangkap di Bone, Pelarian Berakhir

Baca juga: Pria di Seulimeum Aceh Besar Aniaya Warga dengan Tombak Babi, Polisi Amankan Pelaku

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.