Sudah Tiga Herman Hilang di Hutan Pesisir Tarakan, Saat Cari Daun Nipah, Lokasinya Biasa Dilalui
Junisah June 04, 2026 04:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Hilangnya Herman, warga Lingkas Ujung, Tarakan, saat mencari daun nipah di kawasan hutan pesisir di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Kalimantan Utara masih menyisakan tanda tanya bagi rekannya. 

Pria yang diketahui sehari-hari ikut mencari daun nipah itu dilaporkan tidak kembali setelah masuk ke kawasan tambak dan hutan nipah untuk mencari daun nipah. Daub nipah biasanya digunakan untuk alas kepiting.

Rosdiana, rekan Herman yang terakhir ikut bersamanya ke lokasi, mengaku tidak pernah menyangka Herman akan hilang karena kawasan tersebut sudah cukup familiar bagi mereka yang biasa mencari daun nipah.

Rosdiana menceritakan, pada hari kejadian yakni pada Sabtu 30 Mei 2026, ia bersama Herman dan satu rekannya berangkat menuju lokasi pencarian daun nipah di kawasan pesisir Tarakan.

Aktivitas tersebut merupakan pekerjaan yang biasa mereka lakukan untuk mendapatkan daun nipah yang kemudian dijual.

Baca juga: Cari Warga Hilang di Hutan Karang Anyar Pantai, Basarnas Tarakan Pakai Drone dan Motor Trail

"Pas sampai di pinggir jalan kami bertiga. Setelah itu masing-masing mencari lokasi sendiri-sendiri untuk mengambil daun nipah," kata Rosdiana.

Menurutnya, tidak ada hal mencurigakan sebelum Herman menghilang.Mereka menjalankan aktivitas seperti biasa dengan berpencar mencari daun nipah di sejumlah titik.

Daun nipah yang dikumpulkan biasanya dimasukkan ke dalam karung sebelum dibawa pulang. Menjelang sore hari atau sekitar setelah waktu Asar, adik Rosdiana yang bertugas mengangkut hasil daun nipah lebih dulu meninggalkan lokasi untuk mengantarkan hasil panen.

Saat itu Herman masih berada di dalam kawasan hutan nipah.

"Adik saya pulang dulu karena mau mengantar nipah. Herman masih di lokasi. Kami pikir biasa saja karena memang sering bekerja sendiri," ujarnya.

Rosdiana mengatakan, Herman bukan orang yang baru pertama kali masuk ke kawasan tersebut. Karena itu, saat pria tersebut belum juga keluar dari lokasi pencarian hingga menjelang Mahgrib, mereka masih menganggap Herman akan pulang sendiri seperti biasanya.

"Sampai Mahgrib ditunggu di pinggir jalan, tidak keluar-keluar juga. Tapi kami masih berpikir dia nanti keluar sendiri karena sebelumnya memang sering begitu," katanya.

Baca juga: 12 Hari Hilang di Sungai Sesayap Tana Tidung, ABK Habibi Express yang Terjatuh Ditemukan Meninggal

Kekhawatiran mulai muncul ketika Herman tidak kunjung menampakkan diri hingga malam hari. Rosdiana bersama rekannya kemudian memutuskan masuk ke dalam kawasan hutan nipah untuk melakukan pencarian. Mereka membawa lampu senter dan menyusuri jalur yang diduga dilalui Herman saat bekerja.

"Kami berangkat dua motor. Saya dibonceng sama bapaknya. Kami bawa senter masuk ke lokasi mencari jejaknya," ungkap Rosdiana.

Di dalam kawasan tersebut, mereka berusaha mengikuti bekas potongan daun nipah yang diduga dibuat Herman. Namun yang ditemukan justru parang milik Herman yang tergeletak di tanah.

"Kami cari jejak potongan nipahnya. Yang kami dapat cuma parangnya saja. Parangnya ada di tanah dekat lokasi itu," katanya.

Temuan parang tersebut membuat warga semakin yakin bahwa Herman masih berada di sekitar kawasan tersebut. Meski demikian, pencarian malam itu belum membuahkan hasil.

Kondisi lokasi yang gelap dan dipenuhi vegetasi membuat proses pencarian berlangsung sulit.

"Dicari pakai senter karena gelap. Kami lihat-lihat di sekitar situ tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan dia," ujarnya.

Keesokan harinya, pencarian mandiri kembali dilakukan. Rosdiana bersama sejumlah warga turun lagi ke lokasi yang sama. Mereka menyisir area sekitar sambil berteriak memanggil nama Herman dengan harapan mendapat respons.

"Besoknya turun lagi kami. Teriak-teriak cari dia. Saya juga ikut mencari," katanya.

Pencarian secara mandiri tersebut berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Namun hingga hari ketiga, Herman tak kunjung ditemukan.

PENCARIAN - Personel Kantor SAR Tarakan saat melaksanakan pencarian di hari kedua menggunakan alat drone, Kamis (4/6/2026).
PENCARIAN - Personel Kantor SAR Tarakan saat melaksanakan pencarian di hari kedua menggunakan alat drone, Kamis (4/6/2026). (HO-SAR Tarakan)

Rosdiana mengaku awalnya tidak terpikir Herman benar-benar hilang. Sebab menurutnya, lokasi pencarian tidak terlalu jauh dari akses keluar. Apabila seseorang berjalan menuju area yang lebih terbuka, seharusnya dapat melihat jalan atau keberadaan rekan-rekannya.

"Kalau keluar sedikit dari lokasi itu sebenarnya bisa terlihat. Makanya kami tidak menyangka dia hilang. Seharusnya bisa pulang sendiri dan tidak tersesat," tuturnya.

Karena tidak ada perkembangan setelah tiga hari pencarian, Rosdiana akhirnya memutuskan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Ia kemudian meminta bantuan tim SAR untuk melakukan pencarian lebih luas.

"Saya tunggu-tunggu dulu siapa tahu ada kabarnya. Tapi karena beberapa hari tidak muncul juga, akhirnya saya melapor dan minta bantuan Basarnas," katanya.

Rosdiana menambahkan, Herman diketahui baru beberapa waktu berada di Tarakan setelah datang dari Nunukan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Selama berada di Tarakan, Herman kerap membantu mencari daun nipah dan pekerjaan serabutan lainnya. 

Hingga kini, operasi pencarian terhadap Herman masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan menyisir kawasan hutan pesisir tempat korban terakhir kali diketahui beraktivitas.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.