Pria Asal Arcawinangun Purwokerto Meninggal di Sawah Baturraden
khoirul muzaki June 04, 2026 06:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sosok pria yang ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Kamis (4/6/2026) pagi, berhasil teridentifikasi. 


Korban diketahui bernama Daryanto (50), warga Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, yang menurut keluarganya telah meninggalkan rumah selama sekitar satu bulan terakhir.


Penemuan jenazah tersebut sempat menggegerkan warga sekitar. 


Laporan pertama diterima jajaran Polresta Banyumas sekitar pukul 07.40 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian.


Tim gabungan dari Polsek Baturraden, Unit Reskrim, Tim Inafis Polresta Banyumas, serta petugas medis dari Puskesmas Baturraden 1 bergerak ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap korban.


Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Sudar, warga setempat yang saat itu hendak mengecek sawah miliknya.


Saat tiba di area persawahan, ia melihat sesosok pria dalam posisi telungkup di pinggir saluran air.


"Saya kira awalnya orang pingsan, tapi setelah didekati ternyata sudah tidak bergerak. 


Lalu saya segera memanggil warga lain dan melaporkannya ke Polsek Baturraden," ujar Sudar kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (4/6/2026). 


Dari hasil identifikasi yang dilakukan petugas, korban diketahui bernama Daryanto, warga Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur.


Pihak keluarga yang datang ke lokasi membenarkan identitas tersebut. 


Mereka juga menyampaikan korban telah meninggalkan rumah sekitar satu bulan terakhir.


Selain itu, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan menderita penyakit epilepsi.


Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengatakan pihaknya langsung merespons laporan masyarakat begitu informasi diterima.


"Kami memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara cepat, profesional, dan transparan. 


Begitu laporan diterima, anggota langsung bergerak ke lokasi memastikan kondisi di lapangan. 


Ini bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan cepat dan tepat kepada masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Pemprov Pikirkan Jalan Kunduran–Ngawen Blora yang Rusak Parah, Akan Dibeton Mulai September


Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di lokasi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.


Korban diperkirakan telah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan warga.


"Hasil pemeriksaan menunjukkan korban telah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan, tidak ada indikasi kekerasan. 


Luka yang ditemukan diduga akibat benturan di sekitar lokasi, sementara penyebab kematian kemungkinan besar karena penyakit bawaan," kata Petrus.


Setelah seluruh rangkaian penanganan dan pemeriksaan di lokasi selesai dilakukan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.