Terlanjur Viral Proyek Jalan Randublatung-Cepu Ternyata sudah Dianggarkan, Tender Sejak April
khoirul muzaki June 04, 2026 06:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah menganggarkan perbaikan jalan Randublatung-Cepu bersumber dari APBD tahun 2026.

Alokasi anggaran ini tercantum pula dalam SiRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan), sebuah platform resmi pengadaan barang dan jasa milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Dalam laman SiRUP perbaikan jalan Randublatung-Cepu masuk ke proyek Peningkatan Jalan Singget/BTS Kab.Grobogan-Doplang-Cepu senilai Rp5,276 miliar.

Saat menilik ke detail paket proyek disebutkan, proyek ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jateng, dengan lokasi proyek di Kabupaten Blora.

Volume pekerjaan sebanyak satu paket, uraian pekerjaan berupa peningkatan jalan.

Sumber dana proyek ini berasal dari kantong APBD Provinsi Jateng tahun anggaran 2026 dengan nilai pagu Rp5,276 miliar.

Namun, dalam detil paket itu tidak dicantumkan uraian spesifikasi pekerjaan.

Proyek ini memiliki timeline jadwal pelaksanaan kontrak dimulai dari April hingga Oktober 2026. Artinya, lelang proyek sebenarnya sudah bisa dibuka sejak April 2026 lalu.

Proyek jalan ini ditargetkan rampung pada November hingga Desember 2026.

Kepala DPUPR Jateng, Henggar Budi Anggoro mengklaim, proyek tersebut sudah masuk ke meja tender pada pekan ini.


Namun, ketika diperiksa ke situs https://spse.inaproc.id/jatengprov/lelang, proyek ini belum masuk.


Padahal, proyek yang sudah dilelang wajib dilaporkan dalam situs resmi pemerintah tersebut sebagai bentuk keterbukaan anggaran.

"Saya tidak paham detailnya," ujar Henggar saat dikonfirmasi Tribun mengenai hal tersebut, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Lengkap Syarat dan Cara Mendaftar Seleksi PPPK Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat


Warga Jengkel 

Di sisi lain, warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut sudah jengah dengan kondisi jalan Randublatung-Cepu. Menurut mereka, warga sudah mengadu jalan rusak tersebut sudah berulang kali terutama saat pemilu.

Akan tetapi selalu berujung jalan itu tak kunjung diperbaiki. Puncaknya, warga menanam pohon pisang dan memberi kartu kuning ke Gubernur Jateng Ahmad Luthfi pada Minggu (31/5/2026).

Pemberian kartu kuning sebagai simbol peringatan warga ke orang nomor satu Jateng atas pernyataannya di media sosial mengenai jalan tersebut.

"Warga sudah bosan dengan kondisi ini, maka puncak emosinya saat aksi tanam pisang beberapa hari lalu (Minggu ), sebagai tanggapan Gubernur Jateng di medsos yang bilang jalan ini bukan masuk prioritas," ujar Warga Kelurahan Randublatung, Blora, Muhammad Lizam Lubiz Zaman (25) saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (3/6/2026).

Ia menyayangkan pernyataan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang  viral di media sosial tersebut.  Padahal, jalan itu merupakan jalur utama di perbatasan Blora dengan kabupaten di Jawa Timur seperti Ngawi,  Lamongan dan Jombang.
Jalan itu juga sebagai penggerak utama ekonomi warga Randublatung karena menghubungkan berbagai lokasi strategis di antaranya Pasar Wulung, sebuah pasar utama di Randublatung.


"Jalan Randublatung-Cepu merupakan. Jalan strategis yang menjadi pusat perputaran aset ekonomi penghubung antara wilayah Jateng dan Jatim," katanya.

Mengenai kondisi jalan, lubiz mengungkap, jalan Randublatung-Cepu yang alami kerusakan sepanjang hampir 3 kilometer. Jalan ini rusak berupa aspal mengelupas dan jalan berlubang dengan kedalaman lubang hingga 10 sentimeter,  diameter lubang antara 50 sentimeter hingga 100 sentimeter.


"Velg motor gampang rusak jika sering melintasi jalan tersebut," ungkapnya.


Tak heran, ia sendiri yang setiap hari melintasi jalan tersebut harus ekstra hati-hati terutama saat musim hujan dan kondisi malam hari. Ia menyebut, titik kerusakan paling parah berada di desa Kediren.

"Kalau soal kecelakaan di situ sering terjadi, tiga hari sebelum aksi tanam pisang (Kamis) sudah ada dua kecelakaan di situ," bebernya.


Hal yang sama diungkapkan oleh warga Randublatung, Blora, Novia Fatmawati (44). Ia mengungkapkan, kecelakaan maut juga pernah terjadi di jalur tersebut persisnya di Kedung Jambu, Blora.

"Kejadian sih beberapa tahun lalu (2023), gara-gara jalan rusak ada warga jatuh naik motor lalu digilas truk meninggal dunia di lokasi," katanya kepada Tribun.


Novia menyebut, kerusakan jalan Randublatung-Cepu diakibatkan oleh banyak truk bertonase berat seperti tronton, dump truk muatan tanah, dan truk ekspedisi melintasi jalan tersebut.


Jalan itu banyak dilalui truk itu lantaran sebagai jalur alternatif sehingga banyak sopir melintasi jalan tersebut agar hemat BBM.

"Sebenarnya ada jalur alternatif lainnya, tapi muter," ujarnya.


Ia sendiri memang tidak setiap hari melintasi jalur tersebut. Namun,  perempuan yang merupakan pedagang warung kelontong ini setiap seminggu sekali melintasi jalur itu untuk kulakan bahan dagangan warungnya.


"Makanya saya takut melintasi jalan tersebut terutama yang rusak parah di Kedung Jambu dan Kedungtuban," paparnya.


Dari kejadian jalan Randublatung-Cepu yang viral ini, ia berharap, jalan tersebut segera diperbaiki. Akan tetapi proses perbaikan harus menyeluruh jangan sepotong-sepotong.

"Karena ketika diperbaiki, jalan ditutup lama, jadi kalau ingin perbaiki sekalian semuanya," terangnya.

Dalam timeline aplikasi itu menunjukkan jalan tersebut telah alami kerusakan sejak 2023. Jalan sempat alami penambalan pada tahun 2024. Kemudian, jalan kembali pada 2026.


Menurut Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Semarang, sebuah lembaga yang fokus mengawal transparansi anggaran ini mengungkap, kasus  jalan Randublatung-Cepu tidak akan terlalu viral andaikan Pemprov Jateng terbuka soal anggaran jalannya.


Terlebih, proyek infrastruktur seperti jalan merupakan proyek berbasis perencanaan yang digarap pada tahun sebelum pengerjaannya. Untuk itu,  Pemprov Jateng sebenarnya bisa mempublikasikan rencana proyek itu ke masyarakat.


"Selain itu, Gubernur Jateng juga bisa me-take over (ambil alih) penjelasan soal anggaran jalan ini, agar masyarakat Blora sana tenang," ungkap Direktur Eksekutif PATTIRO Semarang, Muklis Raya kepada Tribun.


Proyek Jalan Harus Dikerjakan Lebih Awal


Muklis juga menyoroti proyek perbaikan jalan Randublatung-Cepu memiliki jadwal lelang kontrak pada  April 2026 tetapi tidak kunjung dilakukan.

Pihaknya mendorong, proyek infrastruktur seharusnya dikerjakan secepatnya. Jangan sampai, proyek dikerjakan pada akhir tahun karena berbagai pertimbangan salah satunya soal cuaca.


"Proyek infrastruktur jalan pengerjaannya harus lebih awal, apalagi yang anggarannya besar," ujarnya.


Ia juga mendorong, proses pengerjaan jalan ini harus terbuka proses lelangnya di antaranya mencantumkan ke situs Inaproc. "Wajib masuk situs Inaproc, apalgi kalau tender," ungkapnya.  (Iwn)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.