TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel Ebenezer mengepalkan tangan kiri setelah mendengarkan vonis 4,5 tahun penjara yang dijatuhkan kepada dirinya.
Terdakwa kasus korupsi pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan tersebut menjalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Noel Ebenezer diketahui tiba di Pengadilan Tipikor Jakarta mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.
Dia terlihat masih tersenyum ketika disapa awak media di dalam ruang sidang.
Noel pun tampak santai menghadapi wartawan. Bahkan ia tampak tersenyum saat petugas membuka borgol di tangannya.
Saat ditanya kabar jelang menghadapi vonis, Noel mengaku dalam kondisi baik.
Baca juga: BREAKING NEWS Eks Wamenaker Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun Penjara
Ia pun sempat menoleh dan tersenyum ke arah wartawan yang bertanya kepadanya.
Ia mengaku deg-degan menjelang sidang vonis dirinya.
"Ya deg-degan juga ya kan? Karena kita tak terbiasa di sidang tapi kita mohon doa dari publik agar keputusan ini mendapat yang seadil-adilnya ya," ujar Noel.
Setelah menunggu sesaat dan membuka rompinya, Noel pun duduk di kursi pesakitan untuk mendengarkan putusan hakim.
Ketika hakim hendak membacakan putusan akhir, Noel pun dipersilakan berdiri untuk mendengarkan putusan.
Noel pun berdiri mendengarkan vonis 4,5 tahun penjara yang dijatuhkan kepadanya.
Baca juga: Noel Ebenezer Deg-degan Jelang Sidang Vonis, Berharap Putusan Ringan
Noel dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada perkara gratifikasi pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.
"Mengadili menyatakan Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan akumulatif penuntut umum," ucap ketua majelis hakim Nur Sari Baktiana dalam sidang.
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan penjara," lanjut hakim.
Tak hanya itu, Noel juga dihukum membayar denda Rp 200 juta subsider 90 hari.
Selian itu, Noel juga dihukum pidana tambahan membayar uang pengganti dikurangi uang yang telah dikembalikan ke rekening penampungan KPK sebesar Rp 3 miliar.
"Menjatuhkan pidana tambahan membayar uang pengganti Rp 3,4 miliar subsider 1 tahun penjara," jelas hakim Nur.
Putusan hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum.
Jaksa sebelumnya menuntut Noel dengan pidana 5 tahun penjara, denda 250 juta subsider 90 hari kurungan penjara, uang pengganti Rp4,4 miliar dikurangi uang yang telah dikembalikan ke rekening penampungan KPK Rp3 miliar subsider 2 tahun penjara.
Setelah mendengar putusan, Noel pun mengangkat kepal tangan kanannya dan kemudian berbalik menghadap pengunjung sidang.
Sadar tangan yang diangkatnya salah, Noel pun lantas mengganti mengangkat tangan kirinya.
Ia pun tampak santai ketika wartawan mengambil gambarnya setelah sidang vonis.
Setelah sidang vonis, Noel Ebenezer memberikan pesan untuk Presiden Prabowo.
Ia mengingatkan Prabowo untuk mewaspadai potensi gejolak politik dan sosial.
Noel menyinggung gejolak tersebut berupaya untuk menggulingkan pemerintahan serta kemungkinan terjadinya peristiwa 98 jilid dua jika tidak diantisipasi.
Mulanya ia menyoroti mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana jadi tersangka perkara dugaan korupsi.
"Ini juga memprihatinkan Pak Prabowo luar biasa bekerja untuk bangsa ini dan rakyat ini. Tercederai dengan mungkin saya tidak mau memberi sebuah kesimpulan. Karena ini kan masih dalam proses hukum. Saya tidak berani terlalu masuk kesana," kata Noel.
Kemudian ia menyebutkan telah jauh-jauh hari akan ada pejabat yang sepertinya.
"Dulu yang saya ingatkan Pak Purbaya. Tapi ternyata yang kena ada dua hari ini. Selain Pak Dadan ada Pak Silmy," ucapnya.
Noel menyatakan dalam bulan Juni-Juli ini banyak juga pejabat yang akan ditangkap KPK.
"Dan satu lagi saya coba ingatkan Pak Prabowo. Dalam bulan Juni-Juli ini akan ada peristiwa besar. Ada eskalasi politik yang ujungnya adalah menggulingkan pemerintahan Prabowo," jelas Noel.
Dia mengatakan konsolidasi tersebut sudah selesai dan sudah matang.
"Konsolidasi sipil, mahasiswa, buruh dan semuanya. Tinggal satu, butuh satu pemicu. Dan 98 jilid dua akan terjadi tidak lama lagi," kata Noel.
"Jika Pak Prabowo tidak peka terhadap kejadian ini, kita sudah lihat dolar semakin tinggi, indeks harga saham gabungan kita juga sudah babak belur. Itu adalah salah satu indikator bahwa ke depan nanti ada gejolak sosial. Yang indikatornya adalah gejolak ekonomi," tandasnya. (Tribunnews.com/ adi/ rahmat)