SRIPOKU.COM - Timnas Argentina akan memulai kampanye mempertahankan gelar juara Piala Dunia dari Grup J.
Lionel Messi dan kolega diyakini bisa melewati fase grup karena tiga lawan mereka di atas kertas kualitasnya jauh di bawah Argentina, yakni Aljazair, Austria, dan Yordania.
Namun, ada satu kecemasan Argentina bisa mempertahankan gelar juara lantaran beberapa pemain yang dipanggil pelatih Lionel Scaloni masih menderita cedera.
Salah satu nama yang menjagokan Tim Tango bisa menjadi juara Piala Dunia 2026 adalah Wakil Ketua DPRD Sumsel H. Nopianto.
Baca juga: Yayan Hariansyah Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026 dengan Gaya Tiki-taka
Bagi politisi Partai NasDem tersebut, kekuatan Tim Tango bukan hanya soal nama besar Lionel Messi, tetapi juga komposisi skuad yang menurutnya paling seimbang saat ini.
"Pertama, hampir seluruh skuad yang dibawa ke Piala Dunia itu orang-orang berpengalaman. Memang didominasi pemain muda, tetapi ada senior seperti Messi yang kondisinya masih kuat. Jadi timnya solid, berpengalaman, dan mumpuni," ujar Nopianto kepada Sripoku.com, Kamis (4/6/2026).
Ia menilai hampir mayoritas pemain Argentina sekarang sudah bermain di klub-klub top Eropa.
"Pemain hebat di klub masing-masing, ditambah pemain muda hebat. Perpaduannya bagus," lanjutnya.
Soal final yang "cantik", Nopianto punya bayangan sendiri, yaitu antara sesama timnas Amerika Latin, yaitu Brasil, atau mengulang final Piala Dunia 2022 silam antara Argentina vs Prancis.
"Idealnya kalau mau cantik, ya Argentina vs Brasil, atau Argentina vs Prancis. Itu kiblat-kiblatnya sepak bola dunia sekarang," katanya.
Diungkapkan Nopianto, gaya main sepak bola Amerika Latin lebih mengutamakan keindahan dan keterampilan.
Berbeda dengan Eropa yang disebutnya lebih mengandalkan fisik, bola-bola panjang, dan kecepatan.
"Kalau Latin itu lebih enak dilihat mainnya. Sepak bola itu seni. Makanya saya cenderung ke sana," ujarnya sambil tersenyum.
Kecintaan Nopianto ke Argentina bukan baru kemarin. Ia mengaku sudah mengikuti Tim Tango sejak era Diego Maradona. Jersey yang ia suka pun masih nuansa biru-putih kebanggaan Albiceleste.
Generasi sekarang pun tak luput dari pantauannya. Mulai dari Enzo Fernández, Julián Álvarez, Molina, sampai Thiago Almada.
"Sekarang ada Enzo Fernández yang muda, ada Molina, senior banyak juga. Di bawah pelatih Scaloni luar biasa, skuad Piala Dunia 2022 itu perpaduannya pas," ucapnya.
Baginya, Argentina bukan sekadar tim favorit. Ia sudah seperti bagian dari memori masa kecilnya menonton bola.
"Tetap Argentina. Dari dulu sampai sekarang," tutupnya.
Baca juga: Prediksi Asrul: Argentina Masih Menjadi Kandidat Juara Piala Dunia 2026
Akan tetapi, salah satu kendala Argentina tidak bisa bermain maksimal karena sejumlah pemain andalan masih dalam kondisi cedera.
Parahnya lagi, nama-nama seperti Messi, Nico Paz, Emiliano Martínez, dan sejumlah nama lainnya tetap dipanggil meski dalam kondisi cedera.
Messi bahkan disebut sangat tipis peluangnya untuk bermain karena cedera hamstring.
Begitu juga dengan Nico Paz yang penampilannya sebenarnya sangat dinanti pecinta sepak bola lantaran penampilan ciamiknya bersama Como.
Hanya saja, seperti yang dikatakan Nopianto, Argentina memiliki materi pemain merata di setiap lini.
Jika satu cedera, kualitas penggantinya dinilai tidak kalah bagus.
Misalnya, jika Nico Paz cedera, posisinya bisa digantikan Thiago Almada, Giovani Lo Celso, ataupun Alexis Mac Allister yang digeser lebih ke depan daripada posisi aslinya sebagai gelandang tengah.
Yang paling menakutkan jika Messi absen.
Tetapi, situasi ini justru bisa menguntungkan karena pola permainan Argentina diyakini sulit ditebak lawan-lawan.
Sebab, selama ini Argentina selalu bertumpu pada gaya permainan Messi sehingga Scaloni selalu menyesuaikan strategi agar mantan pemain Barcelona itu bisa menjadi penentu kemenangan bagi timnya.