Pentas Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang perebutan gelar juara dunia, tetapi juga mencerminkan kekuatan finansial tim-tim nasional, di mana nilai pasar skuad menjadi salah satu tolok ukur dominasi dan kualitas pemain yang dimiliki.
Semakin tinggi nilai pasar suatu tim, semakin besar pula peluang mereka memiliki deretan pemain bintang yang mampu menjadi pembeda di momen-momen penting pertandingan.
Menurut data dari Transfermarkt, Tim Nasional Prancis muncul sebagai skuad dengan nilai pasar tertinggi di antara seluruh peserta Piala Dunia 2026.
Les Bleus menempati posisi pertama dengan total nilai skuad mencapai sekitar Rp27,1 triliun.
Kombinasi pemain muda bertalenta dan bintang kelas dunia menjadikan skuad Prancis memiliki kedalaman luar biasa di turnamen kali ini.
Nama-nama seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan William Saliba menjadi bagian penting dari generasi emas yang mendorong nilai pasar Prancis jauh di atas negara lainnya.

Kekuatan tersebut sejalan dengan prestasi Prancis pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya, di mana mereka selalu mencapai final, yakni pada 2018 dan 2022.
Pada tahun 2018, Prancis berhasil merebut trofi juara setelah menundukkan Kroasia dengan skor 4-2 di final yang berlangsung di Stadion Luzhniki, Moskow.
Menjelang edisi 2026, Prancis kembali difavoritkan untuk meraih gelar juara dunia dengan peluang 12,84 persen menurut prediksi Opta.
Posisi kedua ditempati oleh Inggris dengan nilai skuad sekitar Rp23,8 triliun, disusul Spanyol di peringkat ketiga dengan nilai Rp21,1 triliun.
Kedua negara tersebut dikenal memiliki kombinasi ideal antara pemain muda potensial dan bintang top Eropa yang menjaga nilai pasar mereka tetap tinggi.
Menariknya, meski Spanyol hanya berada di posisi ketiga dalam daftar nilai skuad, mereka justru menjadi tim dengan peluang juara tertinggi, mencapai 16,23 persen.
Salah satu sorotan menarik datang dari Portugal, yang menempati posisi keempat dengan nilai skuad sekitar Rp17,4 triliun, mengungguli Argentina yang berada di peringkat kedelapan dengan Rp13,8 triliun.
Portugal kini mengandalkan perpaduan generasi emas baru dan pemain senior berpengalaman, menjadikan mereka salah satu kandidat kuat di turnamen ini.
Meski begitu, sosok Cristiano Ronaldo masih menjadi tumpuan utama, sedangkan Argentina tetap bergantung pada ikon mereka, Lionel Messi.
Namun, baik Ronaldo maupun Messi sudah bukan pemain dengan nilai pasar tertinggi di tim masing-masing.
Untuk Portugal, pemain dengan nilai tertinggi saat ini adalah Vitinha, sementara di Argentina posisi tersebut dipegang oleh Julian Alvarez.
Kehadiran Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi tetap menjadi pusat perhatian, mengingat keduanya masih berperan sebagai figur sentral yang memberikan pengaruh besar bagi tim.
Legenda PSM Makassar, Toni Ho, turut menilai bahwa Portugal dan Argentina merupakan dua tim yang patut diperhitungkan pada Piala Dunia 2026.
Menurut Toni, kedua tim memiliki keseimbangan skuad yang solid di setiap lini serta tidak banyak melakukan perubahan besar pada komposisi pemain.
“Portugal masih diperkuat sejumlah nama lama seperti Cristiano Ronaldo, Bernardo Silva, Bruno Fernandes, dan Ruben Dias. Sedangkan Argentina tetap bergantung pada pemain kunci seperti Lionel Messi, Rodrigo De Paul, Julian Alvarez, Leandro Paredes, Alexis Mac Allister, hingga Nicolás Otamendi,” ujar Toni Ho.
Ia menambahkan bahwa keberadaan pemain bintang di kedua tim tersebut akan menjadi faktor pembeda dalam laga-laga krusial.
“Kunci Portugal ada pada Ronaldo, sedangkan Argentina tetap pada Messi. Keduanya menjadi panutan bagi pemain muda dan tetap mendapat penghormatan besar,” lanjut pelatih berlisensi AFC Pro itu saat dihubungi pada Rabu (3/6/2026).
Selain itu, Norwegia juga mencuri perhatian berkat generasi baru yang dipimpin oleh Erling Haaland. Penyerang Manchester City tersebut memiliki nilai pasar sekitar Rp3,4 triliun, setara dengan total nilai skuad Kanada di ajang ini.
(Ali / Kaswadi Anwar)