Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pangandaran, Jeje Wiradinata, menegaskan perayaan Hajat Laut yang rutin digelar setiap 1 Muharram bukan sekadar tradisi budaya tahunan.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kondisi dan kesejahteraan nelayan di pesisir Pangandaran.
Menurut Jeje, Hajat Laut memiliki tiga pilar utama, yakni ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, serta upaya pelestarian budaya lokal.
Tentu, nelayan Pangandaran patut bersyukur karena sepanjang tahun dapat menjalankan aktivitas melaut dengan aman serta memperoleh hasil tangkapan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
"Melalui Hajat Laut, kami akan menggelar istigasah bersama sebagai bentuk syukur atas keselamatan dan rezeki yang diberikan," ujar Jeje kepada sejumlah wartawan di pantai Pangandaran, Kamis (4/6/2026) sore.
Baca juga: Priangan Full Hajat Juni 2026: Ini Daftar 8 Event Meriah di Pangandaran, Garut, Ciamis, dan Sumedang
Selain sebagai sarana doa bersama, perayaan hajat laut juga dimanfaatkan sebagai forum evaluasi tahunan sektor perikanan.
Berbagai aspek, mulai dari tata kelola nelayan, hasil penjualan ikan, hingga kondisi ekonomi nelayan menjadi bahan kajian untuk menentukan langkah perbaikan ke depan.
Jika terjadi penurunan pendapatan nelayan atau semakin jauhnya lokasi penangkapan ikan, persoalan tersebut akan disampaikan kepada pemerintah daerah dan pihak terkait agar keberlanjutan ekosistem perikanan tetap terjaga.
"Pada aspek budaya, kita berkomitmen mengembalikan kesenian tradisional kepada akar sejarahnya," katanya.
Satu contoh yang menjadi perhatian adalah pelestarian Ronggeng Gunung sebagai kesenian khas Pangandaran yang memiliki keterkaitan dengan legenda Dewi Samboja atau Dewi Rengganis.
Untuk itu, Jeje mengajak masyarakat untuk kembali mengenal dan melestarikan warisan budaya lokal tersebut sebagai identitas daerah.
Selain pertunjukan seni budaya, rangkaian Hajat Laut juga akan diisi berbagai kegiatan tradisional khas nelayan, seperti lomba renang laut dan balap perahu.
Jeje menilai perayaan Hajat Laut berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Kabupaten Pangandaran.
"Kita harap, event budaya itu mampu menarik kunjungan wisatawan dan melengkapi kalender wisata daerah selain momentum libur Tahun Baru dan Idulfitri," ucap Jeje.
Tentu, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara nelayan, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat.
Jeje pun menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Hajat Laut, termasuk tokoh maritim nasional Susi Pudjiastuti.
"Karena ibu Susi Pudjiastuti memberikan dukungan untuk hadiah berbagai perlombaan dalam rangkaian Hajat Laut dengan nilai hampir Rp150 juta," ujarnya.(*)