TRIBUNNEWS.COM - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah merilis daftar skuad seluruh negara peserta yang akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 akan diikuti 48 tim dengan total 1.248 pemain yang berlaga di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Dari daftar pemain yang diumumkan, terdapat 22 nama yang sudah pernah merasakan gelar juara dunia.
Siapakah mereka?
Baca juga: Menjemput Trofi Piala Dunia yang Dirindukan: Bukan Cuma Ronaldo, Skuad Emas Portugal Berujung Juara?
Dalam skuad Timnas Jerman, hanya ada satu pemain yang pernah meraih gelar juara dunia, yaitu Manuel Neuer.
Kiper senior tersebut merupakan bagian dari Timnas Jerman yang menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil.
Manuel Neuer menjadi satu-satunya wakil dari generasi juara 12 tahun silam yang masuk skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026.
Baca juga: Sabar/Reza Ungkap Jagoan Mereka di Piala Dunia 2026: Harap Ronaldo Juara Biar Sempurnakan Trofi
Sementara itu, Timnas Prancis masih diperkuat sejumlah pemain dari skuad juara Piala Dunia 2018 di Rusia.
Empat pemain yang masih bertahan adalah Ousmane Dembélé, Lucas Hernández, N'Golo Kanté, dan Kylian Mbappé.
Keempatnya kembali dipanggil Timnas Prancis asuhan Didier Deschamps di Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, Timnas Argentina datang sebagai juara bertahan setelah menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Sebagian besar skuad yang membawa Timnas Argentina juara Piala Dunia 2022 masih dipertahankan.
Nama-nama seperti Lionel Messi, Ángel Di María, Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, hingga Lautaro Martínez masih menjadi andalan.
Dengan komposisi tersebut, Timnas Argentina kembali dipandang sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
Terlepas dari 22 pemain di atas, Piala Dunia 2026 mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 negara.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding format sebelumnya yang hanya melibatkan 32 tim.
Perubahan format tersebut kemudian menjadi perhatian beberapa pihak.
Pengamat sepak bola dari Spietalg Indonesia, Adrian, menilai bahwa format baru itu pada dasarnya hanya memperpanjang fase gugur, meski tetap membuat turnamen terasa lebih menarik.
"Ini sebenarnya hanya menunda klimaks saja," ujar Adrian, dalam podcast Tribunnews berjudul "SUPER TAKTIK: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia".
Ia menambahkan, hadirnya lebih banyak peserta memberikan warna baru dalam turnamen, termasuk tim-tim yang kembali tampil setelah lama absen maupun negara yang baru pertama kali lolos ke Piala Dunia.
"Banyak negara yang baru pertama kali main atau sudah lama sekali absen," katanya.
Adrian juga menyoroti tantangan kebugaran pemain, mengingat sejumlah liga top Eropa baru saja selesai sebelum turnamen dimulai.
"Favorit juara harus benar-benar mengatur fisik pemain supaya tetap fresh sampai fase gugur," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Isnaini)