Kisah Cinta Pria Turki dengan Gadis Kayuagung, Sempat Saling Blokir WhatsApp Jelang Pernikahan
Refly Permana June 04, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Yuni Maryana, gadis asal Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) akan melangsungkan pernikahan dengan pria asal Turki bernama Abdullah Ozdemir.

Jika tidak ada halangan, pernikahan pasangan beda negara ini digelar Jumat (5/6/2026) pagi.

Kepada Sripoku.com, Yuni mengatakan awal perkenalan mereka terjadi melalui pesan langsung (direct message/DM) di Instagram.

Yuni mengaku awalnya sama sekali tidak merespons pesan dari warga Turki.

"Awalnya sih kurang digubris ya, karena kurang percaya. Tapi lama-lama karena dia nanyanya baik-baik, jadi lama-lama iba juga," kata Yuni ditemui di kediamannya di Kelurahan Jua-Jua, Kamis (4/6/2026) malam.

Baca juga: Viral Pemain Sumsel United Curhat Gaji Belum Dibayar, Padahal Banyak Sponsor

Kendala bahasa pun sempat menjadi tantangan.

Yuni yang saat itu berkomunikasi dengan bahasa Inggris mengaku harus mengandalkan bantuan aplikasi penerjemah.

Hubungan keduanya tidak berjalan instan.

Yuni menuturkan, enam bulan berkomunikasi di Instagram, barulah mereka bertukar nomor WhatsApp.

Bahkan, butuh waktu enam bulan lagi di WhatsApp sebelum akhirnya berani melakukan panggilan video (video call/VC) untuk pertama kalinya.

Sejak awal berniat serius, Abdullah selalu menunjukkan itikad baiknya. Yuni menyebutkan setiap kali mereka berkomunikasi via telepon atau panggilan video, pihak keluarga Yuni selalu dilibatkan dan diperlihatkan.

"Karena dia terlihat baik, serius, keluarganya juga dikenalkan kepada aku. Dan setiap panggilan video itu keluarga aku selalu diperlihatkan," tutur Yuni.

Keseriusan itu dibuktikan Abdullah dengan melamar Yuni sejak enam bulan yang lalu sebelum akhirnya memutuskan terbang ke Indonesia.

Baca juga: Viral Aksi Penodongan Pakai Pistol di Simpang Patal Palembang, Pelaku Kabur Lihat Korban Live Sosmed

Layaknya pasangan yang akan melangkah ke jenjang pernikahan, Yuni dan Abdullah juga tidak luput dari ujian.

Menjelang hari bahagia, mereka sering bertengkar akibat perbedaan pendapat.

"Kami sering saling blokir WhatsApp, sering bertengkar, biasalah, tidak sependapat. Apalagi semenjak mau nikah ini banyak masalahnya," curhat Yuni.

Namun, keteguhan hati Abdullah berhasil meluluhkan semua rintangan tersebut.

Perjuangan Abdullah untuk sampai ke Kayuagung pun tidaklah mudah.

Ia berangkat dari Turki pada tanggal 31 Mei dan baru tiba di Indonesia pada tanggal 2 Juni 2026.

Perjalanannya memakan waktu cukup lama karena adanya kendala penerbangan.

Diuraikan, tiket penerbangan Abdullah yang seharusnya transit di Dubai terpaksa dibatalkan karena adanya konflik di Timur Tengah.

"Bandara Dubai ditutup, sempat dibatalkan pesawatnya. Jadi langsung dari Turki ke Kuala Lumpur, Malaysia, dan dari Malaysia baru langsung ke Palembang," urai Yuni.

Sayangnya, di momen bahagia keluarga besar Abdullah dari Turki berhalangan hadir secara langsung di Kayuagung.

Baca juga: Profesi Asli Tsaqib Suami Adhisty Zara Nikah di Usia 24 Tahun, Bukan Kalangan Seleb, Pernah Viral

Yuni menjelaskan ada beberapa kendala yang membuat mertuanya tidak bisa terbang ke Indonesia.

"Ada nenek, tetapi kakeknya lagi berhalangan sakit. Terus di sana Timur Tengah juga lagi konflik, jadi takutnya kenapa-kenapa. Suami juga di sini sudah lama, sebulan, jadi tidak mungkin meninggalkan orang tuanya lama-lama," bebernya.

Ditemui menjelang hari bahagianya, Yuni tidak menampik bahwa dirinya masih merasa tidak percaya bisa berjodoh dengan pria dari benua yang berbeda. Bahkan, ia mengaku terkejut dengan antusias warga dan media yang menyoroti pernikahannya.

"Kaget sih, kok banyak media yang datang. Jujur masih tidak percaya. Tidak menyangka saja. Ya rasanya, oh jodohnya bukan di sini Indonesia," ungkap Yuni sambil tersenyum saat didampingi sang calon suami, Abdullah.

Terkait mahar atau mas kawin, Yuni membocorkan bahwa Abdullah memberikan mahar cukup fantastis sesuai dengan adat setempat.

"Mas kawinnya kalau sebutan di sini itu 10 suku emas, terus uangnya sejumlah tanggal lahirku," ujarnya.

Rencananya setelah resmi menikah, Yuni akan langsung dibawa Abdullah untuk menetap di Turki.

"Insya Allah iya di sana, ikut suami," tambahnya.

Abdullah sendiri diketahui bekerja di sebuah pabrik di negara asalnya.

Sebelum menetap kembali di Kayuagung dan bertemu jodohnya, Yuni menceritakan dulunya adalah seorang guru honorer.

"Kemarin sempat bekerja di Batam sebagai guru honorer di SD. Balik ke sini karena Covid kemarin. Pas balik ke sini, kebetulan ikut adik tes CPNS," kisahnya.

Kini, hari-hari Yuni diisi dengan persiapan menjelang keberangkatannya ke Turki.

Mengingat masa berlaku visa gratis Abdullah di Indonesia hampir habis, keduanya berencana akan terbang meninggalkan Indonesia akhir bulan ini.

"Tanggal 30 berangkat lagi ke Turki, ini menghabiskan visa gratis di Indonesia," sebutnya.

Saat ditanya perasaannya berada di Indonesia, Abdullah yang duduk di samping Yuni tampak tersipu dan mengaku senang, meski ia sangat mengeluhkan cuaca yang terik.

"Are you happy in here? Yes," jawab Abdullah singkat.

Namun ketika ditanya soal cuaca, ia langsung merespons cepat, "Indonesia is hot? Yes, hot, very hot," ucap pria Turki tersebut yang langsung disambut tawa Yuni.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.