Kebakaran Kios di Sumba Timur Tewaskan 4 Orang, Pasutri dan Dua Anak Jadi Korban
Eko Sutriyanto June 04, 2026 10:36 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG  – Tragedi kebakaran menewaskan satu keluarga di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (4/6/2026) dini hari.

Empat orang yang berada di dalam kios tidak berhasil menyelamatkan diri saat api melalap bangunan yang juga digunakan sebagai tempat usaha.

Korban meninggal dunia diketahui merupakan pasangan suami istri, KH (33) dan EL (30), anak mereka SNN (9), serta keponakan mereka AWPT (2).

Keempatnya tewas terjebak di dalam kios yang terbakar sekitar pukul 02.00 WITA.

Kios tersebut milik KH dan EL yang sehari-hari menjual sayuran serta bahan bakar minyak (BBM) eceran.

Warga sekitar mengaku terkejut karena api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan gedek.

Baca juga: WNI Asal Jember Cetak Sejarah, Jadi Anggota Pemadam Kebakaran Sukarela Pertama di Jepang

Seorang warga setempat, Fendi, mengenang pasangan suami istri tersebut sebagai pribadi yang baik dan dikenal masyarakat sekitar.

Menurut dia, korban kerap memberikan kelonggaran kepada pelanggan yang membeli bensin eceran.

Warga lain, Tari, mengatakan saat kebakaran terjadi sejumlah warga berupaya memadamkan api menggunakan air seadanya.

Namun kobaran api yang terus membesar membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.

“Setelah api padam dan bangunan rata terbakar, baru diketahui ada korban di dalam,” ujarnya.

Peristiwa memilukan itu mengundang perhatian masyarakat. Sejumlah warga mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Sementara itu, Kepolisian Resor Sumba Timur masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa mengatakan tim kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

“Kami masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait peristiwa ini. Tim telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian,” kata Gede Harimbawa.

Penyidik juga menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, termasuk autopsi terhadap para korban, guna memastikan penyebab kebakaran maupun penyebab kematian korban.

Kapolres menjelaskan api dengan cepat menghanguskan kios karena material bangunan yang didominasi kayu dan gedek.

“Kebakaran ini sangat cepat karena bahan bangunan kios terbuat dari gedek dan kayu,” ujarnya.

Baca juga: Maling Beraksi Gasak Televisi Dari Rumah Warga Saat Kebakaran Terjadi di Kemayoran

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kebakaran sebelum proses penyelidikan selesai dilakukan.

“Kami meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. Saat ini seluruh fakta dan keterangan saksi masih kami dalami untuk memperoleh gambaran yang utuh terkait peristiwa tersebut,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Timur, Jonathan Marawali, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyimpan dan menjual BBM eceran karena memiliki risiko kebakaran yang tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat yang menjual BBM eceran agar selalu berhati-hati dalam penyimpanannya. Jika memungkinkan, hindari menyimpan BBM di dalam rumah tempat tinggal untuk mencegah musibah kebakaran,” ujar Jonathan.

BPBD juga telah meninjau lokasi kejadian dan menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang merenggut empat nyawa tersebut.

Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan kios sekaligus menewaskan satu keluarga itu. (Pos Kupang/Irfan Budiman)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.