PLN Sebut Cuaca Ekstrem hingga Gangguan Satwa jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Tana Tidung
Cornel Dimas Satrio June 04, 2026 10:52 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Pemadaman listrik yang berulang kali melanda Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, sejak awal tahun hingga Mei 2026 kemarin menuai beragam keluhan dari masyarakat.

Menanggapi situasi tersebut, pihak PLN angkat bicara dan membeberkan sejumlah faktor teknis serta alam yang menjadi biang kerok terganggunya pasokan setrum di wilayah tersebut.

Manager PLN ULP Malinau PLN UID Kaltimra, I Gusti Putu Putra Negara, menjelaskan bahwa sebagian besar gangguan listrik disebabkan oleh faktor cuaca dan kondisi geografis Tana Tidung yang menantang.

Sepanjang Mei 2026, cuaca ekstrem menjadi pemicu utama terjadinya pemadaman listrik secara mendadak.

"Per Mei 2026 memang cukup banyak permasalahan listrik yang terjadi, salah satunya pemadaman secara tiba-tiba," kata Gusti, Kamis (4/6/2026).

Baca juga: Jaringan Internet Diskominfo Tana Tidung Putus, Layanan Birokrasi dan Fasilitas Publik Terganggu

Gusti menerangkan, hujan deras yang kerap disertai petir dan guntur sangat memengaruhi kestabilan jaringan listrik di lapangan, bahkan hingga merusak infrastruktur kabel.

"Ketika hujan lebat yang disusul petir dan guntur, ada jaringan yang terdampak sehingga bisa mengakibatkan kabel putus. Hal-hal seperti ini di luar kendali dan prediksi kami," ujarnya.

Selain cuaca buruk, PLN juga mencatat adanya tantangan lain dari alam yang sulit dikontrol, yakni interaksi satwa liar dan pohon dengan kabel distribusi.

Beberapa jenis hewan dilaporkan kerap memicu hubungan arus pendek (korsleting) saat melintasi jalur kabel PLN.

"Kita bilang ini faktor alam. Dari cuaca, pohon maupun binatang yang sering melintasi kabel juga menjadi penyebab yang sulit kami kontrol. Kadang tupai, monyet bahkan ular yang melilit di kabel itu bisa memicu pemadaman," jelasnya.

Guna meminimalkan dampak dari pemadaman mendadak ini, PLN mengimbau warga Tana Tidung untuk melakukan langkah antisipasi demi melindungi peralatan elektronik rumah tangga mereka dari kerusakan.

Gusti menyarankan agar masyarakat segera memutus aliran listrik mandiri saat terjadi mati lampu.

"Kalau tiba-tiba mati lampu, langkah yang dilakukan pertama cabut dulu alat elektronik yang digunakan, lalu matikan KWH listriknya," katanya.

Langkah ini sangat penting karena ketika pasokan listrik kembali menyala, sering kali terjadi lonjakan atau kejutan arus listrik yang berpotensi merusak perangkat elektronik yang masih terhubung.

"Kenapa dimatikan, karena bisa saja terjadi kejutan. Kalau saat kejutan itu alat elektronik masih terpasang, itulah yang menyebabkan kerusakan elektronik rumah tangga," jelas Gusti.

PLN berharap edukasi sederhana ini bisa dipahami dan diterapkan oleh masyarakat luas demi menghindari kerugian materiil akibat kerusakan fasilitas rumah tangga saat gangguan listrik terjadi.

"Harapan kami masyarakat tahu apa yang harus dilakukan ketika listrik padam. Sangat disayangkan jika barang elektronik yang sudah dibeli mengalami kerusakan akibat hal yang sebenarnya bisa diantisipasi," pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.