Gubernur Khofifah: Ekspor Industri Halal Jawa Timur Tembus USD 3,22 Miliar
Cak Sur June 04, 2026 11:50 PM

SURYA.CO.ID, YOGYAKARTA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa sektor industri halal Jawa Timur siap mendominasi pasar global, didukung nilai ekspor yang kini sukses menembus angka fantastis sebesar USD 3,222 miliar.

Pencapaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai pemain utama dalam rantai nilai halal nasional berkat sinergi kekuatan pesantren, UMKM, industri manufaktur serta jaringan logistik yang kuat.

“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar. Jawa Timur memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama halal dunia, mulai dari kekuatan pesantren, UMKM, industri hingga konektivitas logistik yang menjangkau pasar nasional dan global,” ujar Gubernur Khofifah saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).

Kinerja Ekspor dan Sertifikasi Halal Jawa Timur

Khofifah memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah menjalankan delapan program inkubasi usaha syariah yang menjangkau 2.492 pelaku usaha.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.485 pelaku usaha berhasil meningkatkan omzet bisnis mereka secara signifikan.

Berikut adalah rincian capaian sektor industri halal di Jawa Timur:

  • Peningkatan Usaha: Jumlah usaha halal tumbuh sebesar 42,59 persen atau meningkat sebanyak 165.165 usaha dibanding tahun sebelumnya.
  • Sertifikasi Halal: Sebanyak 552.943 usaha dan 1,41 juta produk kini telah mengantongi sertifikasi halal resmi.
  • Nilai Ekspor: Total ekspor produk halal mencapai USD 3,222 miliar, dengan kontributor terbesar berasal dari sektor makanan dan minuman sebesar 9,51 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur.

Sektor pendukung ekspor lainnya yang menunjukkan tren positif meliputi industri tekstil beserta turunannya, farmasi, serta kosmetik.

Infrastruktur Pendukung Ekosistem Syariah

Melonjaknya pertumbuhan industri halal Jawa Timur, tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan ekosistem syariah yang masif di lapangan. Pemprov  Jatim terus memperkuat rantai pasok halal dari hulu ke hilir.

Hingga saat ini, penguatan sektor halal di Jawa Timur ditopang oleh:

  • 21 kawasan terpadu.
  • 15 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).
  • 87 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).
  • 348.010 penyelia halal dan 15 laboratorium halal.
  • 196 Rumah Potong Hewan (RPH) halal (terdiri dari 129 RPH ruminansia dan 67 RPH unggas).

Kolaborasi Pentahelix Jadi Kunci Sukses

Khofifah juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi model pentahelix yang melibatkan pemerintah, sektor jasa keuangan syariah, akademisi, organisasi masyarakat, media dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Pengembangan ekonomi syariah tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kuncinya adalah kolaborasi. Ketika seluruh elemen bergerak bersama, maka sektor halal akan tumbuh lebih cepat, lebih inklusif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tegas Khofifah.

Menurutnya, produk halal saat ini bukan lagi sekadar pemenuhan aspek kepatuhan syariah (shariah compliance).

Tren global menunjukkan produk halal kini telah bergeser menjadi standar gaya hidup baru (lifestyle) sekaligus indikator kualitas, higienitas, keamanan dan keberlanjutan produk yang diminati pasar internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.