SURYA.CO.ID, YOGYAKARTA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa sektor industri halal Jawa Timur siap mendominasi pasar global, didukung nilai ekspor yang kini sukses menembus angka fantastis sebesar USD 3,222 miliar.
Pencapaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai pemain utama dalam rantai nilai halal nasional berkat sinergi kekuatan pesantren, UMKM, industri manufaktur serta jaringan logistik yang kuat.
“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar. Jawa Timur memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama halal dunia, mulai dari kekuatan pesantren, UMKM, industri hingga konektivitas logistik yang menjangkau pasar nasional dan global,” ujar Gubernur Khofifah saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).
Khofifah memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah menjalankan delapan program inkubasi usaha syariah yang menjangkau 2.492 pelaku usaha.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.485 pelaku usaha berhasil meningkatkan omzet bisnis mereka secara signifikan.
Berikut adalah rincian capaian sektor industri halal di Jawa Timur:
Sektor pendukung ekspor lainnya yang menunjukkan tren positif meliputi industri tekstil beserta turunannya, farmasi, serta kosmetik.
Melonjaknya pertumbuhan industri halal Jawa Timur, tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan ekosistem syariah yang masif di lapangan. Pemprov Jatim terus memperkuat rantai pasok halal dari hulu ke hilir.
Hingga saat ini, penguatan sektor halal di Jawa Timur ditopang oleh:
Khofifah juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi model pentahelix yang melibatkan pemerintah, sektor jasa keuangan syariah, akademisi, organisasi masyarakat, media dan para pemangku kepentingan lainnya.
“Pengembangan ekonomi syariah tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kuncinya adalah kolaborasi. Ketika seluruh elemen bergerak bersama, maka sektor halal akan tumbuh lebih cepat, lebih inklusif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tegas Khofifah.
Menurutnya, produk halal saat ini bukan lagi sekadar pemenuhan aspek kepatuhan syariah (shariah compliance).
Tren global menunjukkan produk halal kini telah bergeser menjadi standar gaya hidup baru (lifestyle) sekaligus indikator kualitas, higienitas, keamanan dan keberlanjutan produk yang diminati pasar internasional.