Meski Sudah Lama Dekat, Pengamat Minta Prabowo Tetap Awasi Nanik di BGN: Apakah Mampu Jalankan Peran
Suci BangunDS June 04, 2026 11:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, meminta agar Presiden Prabowo Subianto tetap mengawasi Nanik S Deyang yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, meski keduanya telah menjalin persahabatan sejak lama.

Nanik dan Prabowo diketahui telah mengenal satu sama lain sejak lama. Nanik sebelumnya pernah menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

Mantan jurnalis tersebut, terus konsisten berada di barisan pendukung dan mengawal perjuangan politik Prabowo hingga memenangkan Pilpres pada 2024.

Sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden RI, Nanik mendapatkan posisi-posisi strategis di pemerintahan, termasuk menjadi Wakil Kepala BGN, sebelum akhirnya kini menjabat sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang terjerat kasus korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bahkan, jauh sebelum itu, pada Pemilu 2014 silam, Nanik yang saat itu masih menjadi jurnalis sudah menjalin hubungan erat dengan Prabowo. Sejak saat itulah, Nanik dikenal sebagai salah satu sahabat yang dipercaya Prabowo.

Dengan hubungan yang sudah berlangsung lama ini, Agung menilai bahwa terpilihnya Nanik sebagai Kepala BGN ini tidak terlepas dari alasan kedekatan personal dengan Prabowo.

"Relasi dengan Bu Nanik secara personal sudah lama ya terajut sejak masa kampanye Pilpres, setahu saya 2019. Bahkan jauh dari itu, 2014 juga ada relasi ya persahabatan antara Bu Nanik dengan Pak Prabowo," ungkapnya dalam wawancara eksklusif bersama Tribunnews dalam program ON FOCUS, Kamis (4/6/2026).

"Jadi suka atau tidak memang ketika terjadi reshuffle ini motif politiknya lebih kuat ketimbang motif teknokratisnya," sambung Agung.

Meski keduanya sudah dekat sejak lama, Agung meminta agar Prabowo tetap mengawasi Nanik di BGN.

"Sehingga ini bisa menjadi masukan juga bagi Presiden untuk memonitor kinerja dari Mbak Nanik gitu ya. Apakah memang sudah sesuai tupoksinya? Apakah mampu memainkan peran untuk memastikan kualitas itu bisa tercapai gitu," ucapnya.

"Karena orang semua melihat ya kesuksesan Makan Bergizi Gratis ini dengan asosiasi bahwa ini program utama presiden," imbuh Agung.

Baca juga: Jadi Kepala BGN, Nanik Bilang ke Prabowo Utamakan Kualitas Bukan Kuantitas: Tak Akan Kejar 82 Juta

Oleh karena itu, tidak boleh ada celah atau toleransi terhadap berbagai persoalan, seperti kasus keracunan, kualitas menu yang dinilai seadanya, dan tidak sesuai dengan konsep makanan bergizi, maupun profesionalitas penyelenggaraan dapur oleh petugas aparat yang bertugas di lapangan.

"Ataupun soal-soal penganggarannya ya. Publik membutuhkan transparansi, akuntabilitas, pengelolaan dana jumbo yang dilakukan oleh BGN berapa, Rp300 triliun lebih, yang itu kalau diasumsikan rata ya Rp1 triliun per bulan," paparnya.

Penggunaan anggaran tersebut, kata Agung, harus benar-benar dipastikan sesuai dengan peruntukannya serta dikelola secara profesional dan prudent. 

"Supaya publik tidak was-was, pasar tidak khawatir ataupun stakeholder lain melihat memang program ini bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Sebagai informasi, Prabowo akan melantik Nanik sebagai Kepala BGN yang baru pada Senin (8/6/2026) pekan depan.

Selain Nanik, para Wakil Kepala BGN seperti Mayjen TNI Trenggono dan Agustina Arumsari juga akan dilantik Prabowo.

Nanik Akan Utamakan Kualitas MBG daripada Kuantitasnya

Setelah ditunjuk jadi Kepala BGN, Nanik mengatakan, dirinya telah menyampaikan kepada Prabowo bahwa dirinya akan fokus pada kualitas MBG daripada kuantitasnya.

Adapun, pada 2026 ini, program MBG ditargetkan menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Penerima manfaat MBG mencakup peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan tertinggal. 

Namun, setelah adanya kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program MBG tahun 2025 sampai 2026 yang melibatkan eks Kepala BGN, Dadan Hindayana dan dua Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, Nanik mengatakan bakal lebih mengutamakan kualitas MBG.

"Kemarin dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas," tegas Nanik dalam konferensi pers, Kamis.

"Sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi, lalu refocusing," sambungnya.

Nanik kemudian menjelaskan, apabila terdapat sekolah-sekolah yang tergolong mahal, pihaknya akan mempertanyakan apakah sekolah-sekolah tersebut masih memerlukan program MBG. 

Jika dinilai tidak terlalu membutuhkan, alokasi program MBG tersebut akan dialihkan ke wilayah 3T atau Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

Dengan demikian, kata Nanik, jumlah penerima manfaat tetap bisa bertambah, tetapi penambahannya dilakukan dengan mengurangi alokasi bagi pihak-pihak yang selama ini dianggap kurang menjadi prioritas.

"Nah sekarang kita fokuskan. Semua sekolah kan dikasih, nah sekarang kita fokuskan adalah ke 3T dan terutama untuk 3B (Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui)," paparnya.

(Tribunnews.com/Rifqah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.