TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sekaligus pengusaha nasional, Sandiaga Salahuddin Uno mulai melirik peluang investasi di sektor ekonomi hijau.
Menurutnya, pada sektor itu bakal menjadi arah utama dunia bisnis masa depan.
Fokus tersebut terlihat dari rencana Sandiaga Uno menanamkan investasi pada perusahaan jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi (testing, inspection, and certification/TIC), MUTU.
Perusahaan tersebut kini tengah memperkuat transformasi bisnis berbasis keberlanjutan atau sustainability.
Menurut Sandiaga, konsep keberlanjutan saat ini sudah mengalami perubahan besar dalam dunia usaha global.
Jika sebelumnya sustainability hanya dipandang sebagai beban tambahan perusahaan, kini justru menjadi faktor penting yang menentukan daya saing bisnis.
"Dulu sustainability sering dianggap sebagai biaya. Hari ini sustainability menjadi faktor yang menentukan akses pasar, akses pendanaan, dan daya saing perusahaan," ujar Sandiaga Uno dikutip dari Wartakota, Kamis (4/6/2026).
Sandiaga menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi hijau karena ditopang berbagai sektor strategis.
Mulai dari industri kelapa sawit, biofuel, biomassa hingga manufaktur dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
Namun menurutnya, perubahan arah pasar dunia juga membuat perusahaan harus mampu beradaptasi dengan standar keberlanjutan yang semakin ketat.
Karena itu, keberadaan perusahaan yang bergerak di bidang verifikasi dan sertifikasi dinilai akan memegang peranan penting dalam mendukung transformasi tersebut.
"Dalam konteks itu, verifikasi dan sertifikasi yang kredibel menjadi fondasi kepercayaan pasar. Di sinilah peran MUTU menjadi semakin penting," katanya.
Ia menambahkan, tren investasi global kini juga semakin memperhatikan aspek emisi karbon, transparansi rantai pasok, hingga penerapan prinsip ESG (environmental, social, and governance).
Sandiaga melihat perusahaan yang mampu membantu dunia usaha memenuhi standar keberlanjutan akan memiliki prospek bisnis jangka panjang yang kuat.
Menurut dia, perusahaan sertifikasi saat ini tidak lagi hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi mulai menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi hijau nasional.
Ia bahkan menyebut perusahaan tersebut sebagai “infrastruktur kepercayaan” dalam ekosistem ekonomi hijau Indonesia.
"Green investment bukan hanya investasi pada perusahaan yang ramah lingkungan, tetapi juga investasi pada perusahaan yang membantu menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan," ujarnya.
"Saya tidak melihat MUTU hanya sebagai perusahaan sertifikasi. Saya melihat MUTU sebagai infrastruktur kepercayaan bagi ekonomi hijau Indonesia," tutup Sandiaga Uno.
Sementara itu, Presiden Direktur PT PT Mutuagung Lestari Tbk Arifin Lambaga menyambut positif rencana investasi tersebut.
Menurut Arifin, kesamaan visi terkait green economy menjadi modal besar untuk membangun kolaborasi jangka panjang.
"Kami punya satu platform pemikiran bahwa green menjadi salah satu tujuan dari semua kegiatan yang dilakukan," ujar Arifin.
Ia menjelaskan, perusahaan saat ini tengah memperluas layanan berbasis keberlanjutan, mulai dari sertifikasi lingkungan, ESG, sertifikasi halal hingga layanan pendukung transisi energi hijau.
Arifin berharap kolaborasi tersebut nantinya tidak hanya memperkuat bisnis perusahaan, tetapi juga membuka akses ekonomi hijau bagi masyarakat luas.
"Kalau berjodoh, kami ingin bersama-sama membangun platform Green Indonesia yang menjadi salah satu potensi besar yang bisa dikembangkan," ujarnya.
Baca juga: Skandal Imigrasi Indonesia Dibongkar KPK, Pejabat Ditjen Jadi Malaikat Terima Setoran Setiap Jumat
Baca juga: Terjaring Razia Saat Bawa Ganja, Pemuda di Matraman Tabrak Petugas Hingga Jatuh
Baca juga: Profil Chatib Basri Ekonom yang Namanya Viral di Threads, Diisukan Bakal Gantikan Menkeu Purbaya