Inggris Layak Dianggap Unggulan Piala Dunia Wanita Jika Lionesses Dapat Kalahkan Spanyol di Kandang Sendiri
Agus Firmansyah June 05, 2026 01:22 AM

Inggris dan Spanyol telah terbiasa saling berhadapan dalam laga-laga besar dalam beberapa tahun terakhir. Pertemuan kualifikasi Piala Dunia pada hari Jumat mungkin tidak sebesar final Kejuaraan Eropa musim panas lalu atau final Piala Dunia 2023, namun tetap sangat penting, karena bisa menentukan siapa di antara dua kekuatan besar ini yang akan lolos otomatis ke turnamen musim panas mendatang di Brasil, sementara tim lainnya harus melalui babak play-off.

Sejak bertemu di perempat final Euro 2022, kedua tim telah berduel enam kali, dengan Inggris memenangkan empat di antaranya, termasuk pertemuan terakhir di Wembley pada bulan April. Namun, laga hari Jumat akan berbeda. Spanyol memenangkan satu-satunya laga kandang dari enam pertemuan tersebut, sebagai bagian dari rekor tak terkalahkan di kandang sebanyak 15 pertandingan, yang hanya mencatat satu hasil imbang dan kemenangan besar atas Jerman, Swedia, Prancis, serta Belanda.

Kekalahan terakhir La Roja di kandang sendiri terjadi pada Desember 2023 ketika mereka kalah 3-2 dari Italia, yang mengakhiri rekor 27 pertandingan tak terkalahkan di kandang sejak tumbang dari Amerika Serikat di Alicante pada Januari 2019, jauh sebelum Spanyol menjadi kekuatan dominan seperti sekarang. Singkatnya: sang juara dunia sangat tangguh di kandang.

Jika Inggris mampu datang ke Mallorca dan mengalahkan tim asuhan Sonia Bermudez, hasil itu akan sangat berarti. Tak hanya memastikan tiket otomatis ke Piala Dunia Wanita 2027 dan memaksa Spanyol melalui babak play-off, tetapi juga akan memperkuat status Lionesses sebagai favorit utama untuk menjuarai turnamen di Brasil.

Tuan Rumah yang Tangguh

Sulit untuk melebih-lebihkan betapa kuatnya Spanyol saat tampil di kandang, dan hal ini layak digarisbawahi lebih dalam lagi.

Hasil-hasil yang diraih La Roja di kandang dalam beberapa waktu terakhir sungguh luar biasa. Dalam final Nations League, misalnya, tim Bermudez menghancurkan Jerman 3-0 di Madrid pada Desember, setelah menundukkan Swedia 4-0 di Malaga enam minggu sebelumnya. Di bawah pelatih sebelumnya, Montse Tome, dalam edisi 2024 turnamen yang sama, mereka juga tampil dominan, mengalahkan Belanda 3-0 dan Prancis 2-0 dalam laga di Sevilla.

Kemenangan-kemenangan itu bukan sekadar hasil besar melawan tim lemah atau hasil bagus di pertandingan persahabatan tanpa tekanan. Dalam laga penting dengan ekspektasi tinggi di hadapan pendukung sendiri dan di tahap akhir turnamen, Spanyol konsisten tampil luar biasa dan tidak hanya menang tipis, tetapi benar-benar menundukkan lawan elit mereka.

Absensi Pemain Kunci

Bagi Inggris, bertandang ke Mallorca tanpa Leah Williamson menjadi pukulan besar. Memang, Lionesses telah belajar beradaptasi tanpa kehadirannya secara permainan setelah sang bek absen lama serta melewatkan Piala Dunia Wanita 2023 akibat cedera ACL, sebelum kembali absen hampir sepanjang musim 2025-26. Namun, kepemimpinan Williamson sangat vital, terutama di laga sebesar ini.

Pemain lain harus tampil lebih menonjol menjelang laga hari Jumat. Kondisi kebugaran Lauren James masih diragukan setelah bintang Chelsea itu mengalami cedera ringan pekan lalu saat tampil di turnamen World Sevens. Ketidakhadirannya akan menjadi kerugian besar bagi Inggris yang membutuhkan kreativitas dan sentuhan ajaibnya untuk menghadapi lawan sekuat Spanyol.

Kabar Berbeda dari Spanyol

Berbanding terbalik dengan Inggris, kabar dari kubu Spanyol sangat positif. La Roja menyambut kembalinya Aitana Bonmati untuk pertama kalinya sejak ia mengalami patah tulang kaki saat tugas internasional pada November lalu. Sang gelandang telah kembali bermain sejak awal bulan lalu dan perlahan membangun kebugarannya bersama Barcelona, tampil penuh 90 menit di laga liga kedua terakhir dan 45 menit empat hari kemudian. Ia diperkirakan siap tampil pada hari Jumat.

Kehadiran Bonmati membuat Spanyol hampir memiliki skuad penuh. Laia Aleixandri menjadi satu-satunya pemain besar yang absen setelah bek yang kini membela Barcelona itu mengalami cedera ACL pada Februari, sementara Jenni Hermoso kembali tidak dipanggil.

Selain itu, semua nama yang diharapkan tersedia: Bonmati, Alexia Putellas, Patri Guijarro, Mariona Caldentey, Claudia Pina, Salma Paralluelo, Cata Coll, Mapi Leon, dan Ona Batlle.

Kepercayaan Diri yang Meningkat

Meski begitu, Inggris tidak akan gentar menghadapi tantangan ini. Lionesses berhasil menaklukkan Spanyol pada bulan April tanpa Williamson, dengan duet bek tengah Lotte Wubben-Moy dan Esme Morgan tampil solid tanpa kebobolan. Meski kehilangan beberapa gelandang seperti Ella Toone dan Grace Clinton karena cedera, hal itu tidak menjadi masalah besar karena Lucia Kendall yang berusia 21 tahun tampil luar biasa dalam laga terbesar sepanjang kariernya sejauh ini.

Dalam kunjungan terakhir ke Spanyol di babak liga Nations League 2025, Inggris sebenarnya hampir membawa pulang tiga poin. Alessia Russo membawa juara Eropa itu unggul di menit ke-22 dan mereka tampil percaya diri, namun Sarina Wiegman memilih mengganti Georgia Stanway, Lucy Bronze, dan Beth Mead di awal babak kedua untuk mengistirahatkan mereka jelang Euro, sebelum dua gol brilian dari Pina membalikkan keadaan untuk La Roja.

Terlalu berlebihan jika mengatakan Inggris pasti menang tanpa pergantian itu — perubahan yang tidak akan dilakukan dalam laga sepenting ini — tetapi jelas keputusan tersebut memengaruhi hasil pertandingan, sekaligus memberi keuntungan jangka panjang bagi Inggris menjelang keberhasilan mereka di Euro.

Skuad Inggris bisa mengambil banyak pelajaran positif dari laga tersebut sebelum pergantian pemain. Jika mereka mampu menundukkan Spanyol dua kali dalam ajang kualifikasi ini, hal itu akan menjadi pernyataan besar.

Jalur Alternatif

Bahkan hasil imbang pada hari Jumat akan menjadi pencapaian bagus bagi Inggris, karena itu cukup untuk mengamankan tiket otomatis ke Piala Dunia musim panas mendatang. Hanya juara grup yang akan mendapatkan tiket langsung, sementara tiga tim lain harus melalui babak play-off.

Meski melalui jalur play-off bukanlah bencana, karena tim seperti Inggris dan Spanyol diperkirakan bisa lolos tanpa banyak kesulitan, namun hal itu akan mengubah seluruh rencana persiapan menuju Piala Dunia.

Menilik persiapan Inggris menjelang turnamen 2023, mereka bisa mengatur laga uji coba melawan tim-tim papan atas seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Australia, serta menghadapi Brasil di Finalissima. Spanyol pun melakukan hal serupa, berhadapan dengan AS, Jepang, China, Panama, dan Jamaika sebelum merebut gelar juara dunia.

Kemampuan untuk menentukan lawan uji coba dan menghadapi berbagai gaya permainan adalah keuntungan besar bagi pemenang grup kualifikasi ini. Sebaliknya, tim yang harus melalui play-off akan menghabiskan sebagian besar tahun 2026 melawan lawan-lawan Eropa yang sudah familiar, sehingga kesempatan untuk berkembang menjadi terbatas.

Oleh karena itu, hasil positif melawan Spanyol pada hari Jumat tidak hanya akan membuat Inggris difavoritkan untuk Piala Dunia tahun depan, tetapi juga memberikan keuntungan besar dalam hal persiapan turnamen.

Menetapkan Standar

Pendekatan yang akan diambil Wiegman dalam laga ini akan sangat menarik untuk disimak. Sulit merancang strategi untuk pertandingan di mana Anda hanya membutuhkan satu poin, apalagi ketika lawan sekuat Spanyol. Bermain aman untuk hasil imbang bisa berisiko, sementara menyerang terlalu terbuka dapat meninggalkan celah di lini belakang. Inggris harus menemukan keseimbangan, seperti yang mereka tunjukkan di Wembley.

Jika Lionesses mampu mengulangi performa tersebut, itu akan semakin memperkuat reputasi Wiegman sebagai salah satu pelatih terbaik di sepak bola wanita internasional. Ia terkenal mampu menyiapkan timnya dengan sempurna dalam momen-momen besar, terbukti dengan tiga gelar Kejuaraan Eropa berturut-turut dan dua final Piala Dunia yang telah ia capai.

Kemenangan atas Spanyol kali ini juga akan menempatkan Wiegman dan Inggris dalam posisi ideal untuk mengejar trofi Piala Dunia yang selama ini luput dari genggaman mereka. Menggeser Spanyol dari posisi puncak dan mendapatkan tiket otomatis akan memberi kebebasan penuh bagi Inggris untuk mempersiapkan diri menuju turnamen musim panas mendatang, sekaligus menegaskan status mereka sebagai favorit utama untuk merebut gelar juara dunia 2027.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.