Diawali dengan tragedi berdarah terjadi di Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Rabu (3/6/2026) malam.
Selanjutnya kecelakaan yang dialami AMP (16), seorang pelajar asal Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
Terakhir rekaman video penolakan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, viral di media sosial.
Berikut selengkapnya:
Baca juga: Viral Terpopuler: Ijazah Ditahan karena Sumbangan Belum Lunas hingga Yayasan MBG Terafiliasi Parpol
Tragedi berdarah terjadi di Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Rabu (3/6/2026) malam.
SF (40) meregang nyawa dalam perjalanan menuju RSUD Syamrabu setelah perut kirinya robek akibat sabetan senjata tajam yang diduga dilakukan kakak iparnya sendiri, menyusul perselisihan yang dipicu masalah kandang ayam.
Suara derit roda brankar atau ranjang dorong sayup terdengar ketika membawa jasad pria dari ruang IGD menuju Gedung Pemulasaran Jenazah RSUD Syamrabu sekitar pukul 22.00 WIB.
Pria itu merupakan korban penganiayaan, berinisial SF (40), warga Desa Soket Laok.
Dari sebuah teras di sisi Selatan gedung pemulasaran jenazah, terdengar pula teriakan lirih dari isterinya yang terus memanggil nama korban. Bahkan korban disebut kondisinya tidak meninggal dunia.
"Pria yang meninggal itu adik ipar, sementara pria yang kabur (pelaku) adalah kakak iparnya. Jadi isteri dari keduanya merupakan saudara kandung," ungkap seorang pria yang beberapa berupaya menenangkan isteri korban.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Niat mendahului truk berujung petaka bagi A.M.P. (16), seorang pelajar asal Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
Remaja itu meninggal dunia di tempat setelah sepeda motor yang dikendarainya bersenggolan dengan truk di Jalan Raya Bojonegoro–Cepu, Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, Rabu (3/6/2026) malam.
Bocah berusia 16 ini, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya bersenggolan dengan sebuah truk saat berusaha mendahului kendaraan tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Septian mengatakan kecelakaan lalulintas tersebut melibatkan dua kendaraan yakni sepeda motor Honda Beat bernomor polisi S-4142-AZ dengan truk Mitsubishi bernomor polisi S-9866-HH.
Menurutnya kecelakaan lalulintas ini bermula ketika A.M.P. mengendarai sepeda motor dari arah timur menuju barat atau arah Bojonegoro menuju Cepu.
Saat itu ia berboncengan dengan seorang pelajar berusia 11 tahun berinisial A.M bocah laki-laki asal Desa Ngrejeng Kecamatan Purwosari, Bojonegoro.
Saat itu, korban diketahui berupaya mendahului truk Mitsubishi yang dikemudikan R.A.W. (28), warga Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
BACA SELENGKAPNYA >>
Belakangan rekaman video penolakan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, viral di media sosial.
Tampak dalam video yang beredar, seorang guru perempuan dengan nada tegas menolak puluhan paket makanan yang dikirim penyedia katering.
Ia menolak lantaran makanan dinilai selalu datang terlambat hingga mengganggu kegiatan belajar siswa.
Video tersebut pertama kali ramai setelah diunggah akun Facebook bernama Aniez Suzan pada Rabu (3/6/2026).
Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, terlihat seorang guru berhijab mengenakan seragam dinas putih berdiri di depan ruang kelas sambil menunjukkan tumpukan kotak makanan berbahan stenlis yang masih terikat tali.
Guru tersebut secara terbuka meminta pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Lebak Adi Sugio untuk melakukan evaluasi terkait keterlambatan distribusi makanan bagi para siswa.
"Mohon maaf untuk SPPG Lebak Adi Sugio, kami menolak pengiriman ini karena setiap hari kesiangan, wali murid sudah tidak mau menerima lagi. Mohon untuk jadi bahan evaluasi, terima kasih," ucap guru tersebut dalam video yang kini telah dibagikan ribuan kali di media sosial.
Penolakan diduga dipicu karena keterlambatan distribusi makanan tersebut bukan baru pertama kali terjadi.
Dalam keterangan unggahannya, akun pengunggah mengaku, pihak sekolah dan wali murid sudah berulang kali mengeluhkan jadwal pengiriman MBG yang dinilai tidak sesuai waktu makan siang siswa.
"Sebelumnya maaf untuk SPPG Lebak Adi Sugio karena ini sungguh-sungguh sudah sangat keterlaluan, pengiriman MBG selalu telat bahkan seringkali anak-anak sudah pulang sekolah tapi MBG belum datang," tulis akun tersebut.
BACA SELENGKAPNYA >>>