Aktivitas Gunung Merapi Jumat 5 Juni 2026: Teramati 7 Kali Guguran Lava, Jarak Luncur 1800 Meter
Muhammad Fatoni June 05, 2026 08:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami  7 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Jumat (5/6/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 21 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-8 mm dan lama gempa 71.67-188.43 detik.

Selain itu, ada 19 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-34 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 20.53-51.24 detik.

Serta 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3-4 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 59.33-62.81 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Baca juga: Teror Api Hari Ke-13 di Rumah Warga Seyegan Sleman, Sudah 99 Titik Terbakar

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 25 meter dari puncak.

Sementara cuaca teramati cerah, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 17.4-20°C. Kelembaban 88-99.7 persen. Tekanan udara 872.3-918 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.