Tepat Dua Pekan, 100 Titik Teror Api Muncul di Rumah Warga Seyegan Sleman
Muhammad Fatoni June 05, 2026 08:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Belum lama hari berganti ke Jumat (5/6/2026). Titik api sudah muncul lagi ketika jarum jam menunjukkan angka 01.22 WIB. 

Kini terjadi di kontrakan sebelah utara ruko, tak jauh dari rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman.

Kali ini api membakar kain yang sedang digantung di jemuran. 

Dengan demikian, telah muncul 100 titik terbakar dalam dua pekan teror api di rumah Agus dan sekitarnya.

Belum ada tanda-tanda mereda. Beraneka rupa barang dan perabotan membara.  

Untuk kemarin saja, Kamis (4/6/2026), muncul tujuh titik api.

Sebelum tengah malam, tepatnya pukul 22.44 WIB, api membakar kardus telur di ruang tengah rumah Agus.

Memang, sejak Kamis dini hari, api muncul secara acak, baik waktu dan tempatnya.

Mulai celana terbakar di kamar depan pukul 00.12 WIB.

Lalu buku di kamar belakang terbakar pukul 01.43 WIB.

Selanjutnya, kasur yang diletakkan di ruang depan juga membara pada pukul 01.53 WIB.

Baca juga: Fenomena Teror Api Seyegan: Tim UGM, BPPTKG, UPN, dan BRIN Ungkap Akumulasi Gas

Sempat mereda lebih kurang 10 jam, titik api kembali muncul Kamis siang pukul 12.27 WIB.

Ada bara pada kardus di belakang ruko utara rumah Agus. Tempat ini dijadikan ruang mengungsi sementara oleh keluarga terdampak.

Kurang dari sejam kemudian, sekitar pukul 13.10 WIB, gulungan kabel di bagian belakang rumah Agus pun terbakar.

Saat sore tiba, terpantau titik api di halaman kontrakan utara ruko. 

Jumlah titik api kali ini sedikit berkurang dibandingkan Rabu (3/6/2026).

Kala itu, muncul sepuluh kejadian dalam 24 jam. Jumlah terbanyak selama empat hari terakhir.

API LAGI: Titik api yang muncul di rumah Agusyani di Seyegan Sleman pada Kamis (4/6/2026).
API LAGI: Titik api yang muncul di rumah Agusyani di Seyegan Sleman pada Kamis (4/6/2026). (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

Belum Bisa Tenang

Meski sudah muncul dugaan awal penyebab–hasil penelitian sejumlah pihak–keluarga Agus belum benar-benar tenang. 

Ancaman titik terbakar masih menghantui, lantaran bisa muncul kapan saja, di mana saja.

Siaga 24 jam adalah cara satu-satunya untuk berjaga.

Setiap sekian jam sekali, mereka berkeliling untuk mengecek apakah ada api yang muncul.

Air, handuk basah, hingga Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah senjata utama upaya pemadaman.

Hari-hari melelahkan di Seyegan ini ternyata masih berlangsung. Entah sampai kapan. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.