Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Seorang warga Nabire, Papua Tengah, menyatakan dukungannya yang kuat untuk tim nasional Argentina menjelang turnamen Piala Dunia yang akan digelar mulai 12 Juni 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Arnold Kandenapa, pria asal Nabire tersebut, mengungkapkan bahwa loyalitasnya terhadap tim berjuluk Albiceleste merupakan warisan emosional keluarga yang sudah dipupuk sejak masa kecilnya.
"Argentina harga mati," kata Arnold kepada TribunPapuaTengah.com, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Indonesia Cukur Timor Leste 3-0, Reno Salampessy Buka Jalan Garuda Muda ke Semifinal Piala AFF U-19
Bagi Arnold, Tim Tango bukanlah pilihan yang lahir kemarin sore. Loyalitas ini telah dipupuk sejak masa kecilnya.
"Saya dari kecil sudah Argentina. Bahkan, bisa dibilang semua keluarga saya juga pendukung setia Argentina," ujarnya.
Jika ditarik ke belakang, akar kecintaan Arnold tumbuh subur berkat legenda besar Diego Armando Maradona. Sosok itu menjadi alasan utama mengapa hatinya tertambat pada warna kebanggaan biru-putih langit.
"Dari dulu sampai sekarang, jagoan andalan saya itu ya Tangan Dewa, Maradona. Walaupun beliau sudah pensiun lama," kenangnya.
Baca juga: Fans Argentina di Fakfak Layangkan Surat Pengawalan Konvoi ke Polres
Namun seiring berjalannya waktu, perspektif Arnold terhadap tim idolanya pun ikut berkembang. Dia kini memandang sepak bola dengan cara yang lebih dewasa dan kolektif.
Arnold menegaskan, dukungannya bukan lagi terpaku pada figur atau pemain bintang tertentu, melainkan kepada kesatuan tim itu sendiri. Baginya, semangat nasionalisme dan kerja sama tim jauh lebih berharga dibandingkan ketergantungan pada kemampuan individu.
"Untuk sekarang, saya tidak lagi melihat individu pemain. Saya mendukung negaranya, Argentina. Saya tidak mau dukung orang per orang, tapi saya dukung tim secara utuh," tegas Arnold.
Baca juga: YPMAK Danai Program Ekonomi Berbasis Kelapa di Hiripau Mimika
Dia meyakini bahwa kunci kesuksesan di lapangan hijau bukan terletak pada siapa yang paling bersinar secara personal, melainkan bagaimana skema kerja sama di dalam lapangan dijalankan dengan disiplin tinggi serta penyelesaian akhir yang maksimal.
Bagi Arnold, Piala Dunia 2026 bukan sekadar event yang menyajikan aksi 90 menit di lapangan. Namun ini adalah ruang perayaan kebersamaan, tempat di mana ingatan akan legenda masa lalu bertemu dengan harapan baru bagi masa depan tim kesayangannya.
Di Nabire, di bawah semangat kekeluargaan, Arnold tetap setia menanti momen ketika lagu kebangsaan Argentina berkumandang dan ambisi meraih gelar juara kembali menjadi kenyataan.
"Jadi, untuk besok harapan saya tentu Argentina juara Piala Dunia 2026," pungkasnya. (*)