Kanwil DJPb DIY Sebut Kinerja APBN Positif, Dukung PSN hingga Stabilitas Ekonomi di DIY
Muhammad Fatoni June 05, 2026 11:14 AM

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kinerja APBN DIY menunjukkan catatat positif hingga akhir April 2026. 

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) DIY mencatat realisasi belanja negara di DIY mencapai Rp 6,2 triliun atau 31,79 dari pagu anggaran sebesar Rp 19,5 triliun.

Sementara dari sisi pendapatan negara telah terealisasi sebesar Rp 3,2 triliun atau 29,84 miliar dari target yang ditetapkan.

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb DIY, Juli Kestijanti, mengatakan pemerintah terus mendukung pelaksanaan belanja tematik di DIY yang mencakup ketahanan pangan, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

"Kinerja APBN di DIY menunjukkan capaian yang solid dan berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta mendukung pelaksanaan berbagai program strategis nasional," katanya, Jumat (5/6/2026).

Juli memaparkan pemerintah melakukan identifikasi penyakit hewan, pendidikan vokasi pertanian, gerakan pangan murah, dan pengembangan prasarana bidang pertanian.

Program ketahanan pangan tersebut didukung oleh Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pangan Nasional serta kementerian terkait lainnya. 

Pada sektor infrastruktur, dukungan APBN diwujudkan melalui pembangunan Groundsill Sungai Srandakan, Bendungan Bener, preservasi jalan koridor logistik, jaringan irigasi sentra produksi pangan, dan prasarana pengendalian banjir kawasan metropolitan strategis. Program tersebut didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Investigasi Inspektorat DIY Soal Dugaan Penahanan Ijazah Masih Tunggu Bukti

Sektor kesehatan memperoleh dukungan melalui pembangunan laboratorium pengawasan obat dan makanan, pemeriksaan sampel obat dan kosmetik sesuai standar serta pengadaan alat laboratorium pengujian.

Selain itu, dukungan TKD pada sektor kesehatan juga disalurkan melalui DAK Nonfisik berupa Bantuan Operasional Kesehatan dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana. 

Sementara pada sektor pendidikan, dukungan pemerintah diwujudkan melalui pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan tinggi, pemberian tunjangan profesi guru non-PNS, dukungan pendidikan teknologi nuklir serta pengembangan Sekolah Rakyat. 

"Dalam mendukung Program Strategis Nasional, pemerintah terus mengoptimalkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, Revitalisasi Sekolah serta program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," terangnya.

"Program MBG hingga akhir April 2026 telah menjangkau 828.963 penerima manfaat melalui 402 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif. Realisasi program mencapai Rp633,15 miliar. Program Koperasi Desa Merah Putih juga menunjukkan perkembangan positif dengan 438 koperasi telah memiliki akun Simkopdes. Pada sektor perumahan, program FLPP telah dilaksanakan di 21 perumahan dengan total pembangunan mencapai 83 unit rumah," sambungnya.

Pemerintah juga memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Hingga 30 April 2026, penyaluran KUR di DIY telah mencapai Rp1,7 triliun kepada 31.456 debitur.

Penyaluran terbesar berada di Kabupaten Sleman sebesar Rp567,53 miliar.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan UMi mencapai Rp27,34 miliar kepada 5.266 debitur, dengan penyaluran terbesar berada di Kabupaten Bantul sebesar Rp9,64 miliar. 

"Pemerintah terus memperkuat sinergi fiskal pusat dan daerah melalui optimalisasi APBN guna menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung keberlanjutan pembangunan di wilayah DIY di tengah dinamika perekonomian global yang terus berkembang," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.