WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Operasional Commuter Line lintas Tanah Abang-Duri kembali berjalan normal setelah sempat terganggu akibat kebakaran yang terjadi di permukiman warga dekat jalur rel pada Jumat (5/6/2026) dini hari.
Gangguan terjadi sekitar pukul 04.42 WIB ketika kebakaran melanda kawasan di sekitar jalur kereta.
Demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api, operasional sementara dihentikan dan aliran listrik atas (LAA) di lokasi turut dipadamkan selama proses pemadaman berlangsung.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa penghentian sementara perjalanan dilakukan sebagai langkah pengamanan.
“Usai Proses pemadaman sekitar pukul 06.10 WIB LAA dinyalakan kembali untuk layanan perjalanan Commuter Line,” jelas Leza saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Jumat (5/6/2026).
Setelah kondisi dinyatakan aman, perjalanan Commuter Line lintas Cikarang maupun Commuter Line Basoetta kembali dapat melintasi jalur tersebut.
Baca juga: Pria 80 Tahun Meninggal dalam Kebakaran di Cideng Jakpus Jumat Dini Hari
KAI Commuter juga terus melakukan berbagai upaya untuk menormalkan operasional dan mengurai antrean perjalanan yang sempat terjadi akibat gangguan tersebut.
Berdasarkan data KAI Commuter, peristiwa ini berdampak pada lima perjalanan Commuter Line dengan total akumulasi keterlambatan mencapai 132 menit.
Selain itu, dilakukan rekayasa pola operasi terhadap Commuter Line nomor 5027 relasi Cikarang–Kampung Bandan yang hanya dijalankan hingga Stasiun Manggarai sebelum kembali menuju Stasiun Bekasi.
KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna atas keterlambatan yang terjadi pada jam sibuk pagi hari.
“Selalu utamakan keselamatan dan selalu ikuti arahan petugas di Stasiun,” tutup Leza.
Sebelumnya, kebakaran terjadi di sebuah bangunan semi permanen di Jalan Citarum Nomor 49, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan lima warga lainnya mengalami luka bakar ringan.
Korban meninggal diketahui bernama Tjhin Bun Siak (80). Sementara lima korban luka bakar ringan masing-masing Nur Salsabila (22), Nisa (11), Ahmad Syarifudin (30), Bayu (24), dan M Ali Muhtaro (56).
Petugas mengerahkan 22 unit mobil pemadam kebakaran dan 88 personel untuk mengendalikan kobaran api yang melanda bangunan seluas sekitar 180 meter persegi tersebut.
Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (*)