Mengapa Daging Dam Jemaah Haji Tak Dikirim ke Indonesia, Justru ke Palestina? Ini Penjelasannya
Nuryanti June 05, 2026 10:34 AM

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Daging dam dari jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M tidak dikirim ke Indonesia, melainkan didistribusikan ke sejumlah negara yang membutuhkan bantuan pangan, termasuk Palestina.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan, kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah mempertimbangkan berbagai kendala yang selama ini muncul dalam upaya pengiriman daging dam ke Indonesia, terutama terkait aturan karantina hewan.

Menurut Gus Irfan, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan, proses pengiriman daging dari Arab Saudi ke Indonesia tidak mudah karena ketatnya regulasi yang diterapkan pemerintah untuk mencegah masuknya penyakit hewan menular.

"Karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya ketika mau dikirim ke Indonesia ternyata problemnya di karantina Indonesia yang sangat ketat untuk daging-daging dari luar," kata Gus Irfan kepada tim Media Center Haji (MCH), Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, pengawasan tersebut diperlukan untuk melindungi Indonesia dari ancaman berbagai penyakit hewan, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK), yang dapat berdampak besar terhadap sektor peternakan nasional.

"Diperlukan puluhan tahun untuk bisa membersihkan itu dari Indonesia," ujar Gus Irfan.

Selama mekanisme pengiriman daging dam ke Indonesia belum dapat dipastikan aman dan memenuhi seluruh ketentuan karantina, pemerintah memilih agar manfaat daging dam disalurkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan di berbagai negara.

Salah satu negara yang menjadi prioritas penerima pada musim haji tahun ini adalah Palestina. 

Kebijakan tersebut juga sejalan dengan komitmen kemanusiaan Indonesia untuk membantu masyarakat Palestina yang saat ini masih menghadapi krisis dan membutuhkan bantuan pangan.

Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam PPIH Arab Saudi, M. Afief Mundzir mengatakan, daging dam dari jemaah Indonesia yang dibayarkan melalui Program Adahi diprioritaskan untuk membantu masyarakat Palestina. 

Penyaluran tersebut dilakukan melalui mekanisme resmi yang dikelola Pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Kemenhaj Siapkan Skema Khusus Pemulangan Cepat bagi Jemaah Haji yang Sakit

Program Adahi merupakan lembaga resmi Kerajaan Arab Saudi yang bertanggung jawab mengelola pembayaran dam, penyembelihan hewan, pengolahan daging, penyimpanan hingga distribusi kepada penerima manfaat di berbagai negara. 

Selain memastikan penyembelihan sesuai syariat Islam, program ini juga menjamin standar kesehatan dan distribusi yang terukur.

Berdasarkan data pembayaran dam jemaah haji Indonesia hingga 2 Juni 2026, tercatat sebanyak 195.326 dam telah ditunaikan. 

Jumlah tersebut terdiri atas 135.367 pembayaran melalui Adahi, 53.506 pembayaran di Indonesia, 6.453 jemaah yang memilih berpuasa sebagai pengganti dam, serta 4.084 jemaah yang melaksanakan haji ifrad sehingga tidak wajib membayar dam.

Daftar Negara Penerima Daging Dam Haji

Selain Palestina, daging dam yang dikelola melalui Adahi juga didistribusikan ke berbagai negara lain yang membutuhkan bantuan pangan.

Negara-negara tersebut tersebar di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan yang selama ini menjadi sasaran program bantuan pangan internasional Arab Saudi

Berdasarkan data di situs resmi Adahi, berikut negara-negara yang menerima daging dam hasil penyembelihan musim haji:

  1. Azerbaijan
  2. Bangladesh
  3. Burkina Faso
  4. Chad
  5. Gambia
  6. Ghana
  7. Guinea
  8. Guinea-Bissau
  9. Irak
  10. Jibuti
  11. Komoro
  12. Lebanon
  13. Liberia
  14. Mali
  15. Mauritania
  16. Mozambik
  17. Niger
  18. Pakistan
  19. Palestina
  20. Senegal
  21. Sierra Leone
  22. Sudan
  23. Suriah
  24. Tanzania
  25. Yordania
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.