Jadi Kepala BGN, Janji Nanik S. Deyang Perbaiki MBG, Bakal Efisiensi Anggaran, Perbaiki Tata Kelola
ninda iswara June 05, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Pergantian pimpinan terjadi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah posisi kepala lembaga tersebut resmi dipercayakan kepada Nanik S Deyang.

Ia ditunjuk menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya memimpin BGN.

Perubahan ini menyusul penetapan Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026.

Tidak hanya Dadan, dua pejabat lain di lingkungan BGN juga ikut terseret dalam perkara tersebut.

Keduanya adalah Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung yang menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Setelah status hukum ketiganya ditetapkan, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah dengan memberhentikan Dadan Hindayana beserta dua wakilnya dari jabatan yang mereka emban.

Baca juga: Kejagung Tak Sita Motor Listrik BGN yang Di-Mark Up Dadan cs, Sudah Didistribusikan, jadikan Sampel

Untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan, Prabowo menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.

Sementara itu, posisi Wakil Kepala BGN dipercayakan kepada Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Eddy Trenggono.

Penunjukan jajaran pimpinan baru tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan program dan kinerja lembaga di tengah proses hukum yang berlangsung.

Dengan susunan kepemimpinan baru, BGN diharapkan dapat kembali fokus menjalankan tugas dan program yang telah direncanakan pemerintah.

Agenda berikutnya adalah pelantikan resmi para pejabat tersebut oleh Presiden Prabowo Subianto.

Nanik S Deyang dijadwalkan dilantik sebagai Kepala BGN bersama Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Eddy Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN pada Senin, 8 Juni 2026.

"Berkenaan dengan masalah pelantikan (pimpinan BGN) kami agendakan di minggu depan," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Prasetyo menjelaskan alasan Prabowo menunjuk Nanik S Deyang sebagai pengganti Dadan Hindayana.

Nanik dinilai telah memahami seluk beluk BGN karena sebelumnya menjabat wakil kepala di lembaga tersebut.

"Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional," jelasnya.

Sementara itu, Nanik S Deyang selaku Kepala BGN yang baru telah menggelar konferensi pers dan menyampaikan sejumlah janji.

Satu di antara janji yang disampaikan Nanik S Deyang yakni melakukan efisiensi anggaran.

Selengkapnya, berikut sejumlah janji Nanik S Deyang setelah ditunjuk sebagai Kepala BGN:

1. Konferensi Pers Setiap Minggu Sekali

Nanik S Deyang menyampaikan, BGN berjanji akan rutin melakukan konferensi pers dengan media setiap satu minggu sekali setelah pergantian pimpinan yang baru.

"Tadi sudah kita instruksikan seminggu sekali Insya Allah kita bisa bertatap muka setiap minggu," ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis, dilansir Kompas.com.

Nanik menuturkan, ia masih harus melakukan sidak ke dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Atau maksimal dua minggu sekalilah, soalnya saya juga masih sidak ya," sambung dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat (Karo Kummas) Khairul Hidayati menyampaikan adanya agenda rutin pada manajemen pimpinan yang baru ini.

Menurut Hida, tema konferensi pers akan selalu berbeda setiap minggunya.

"Nanti untuk manajemen pimpinan yang baru ini kami akan rutin melakukan konferensi pers setiap minggu," katanya.

"Jadi mohon untuk setiap minggunya ada tema-tema khusus dan tidak boleh di luar dari tema itu. Terima kasih," imbuh Hida.

2. Moratorium Dapur MBG

Saat ini, BGN sedang memperbaiki tata kelola kelembagaan.

Perbaikan itu dilakukan agar program unggulan Presiden Prabowo tersebut lebih efektif dan menyasar penerima manfaat.

Nanik mengatakan, BGN akan memfokuskan MBG kepada kelompok masyarakat yang memang harus menjadi penerima manfaat.

BGN juga akan menunda pendaftaran dapur MBG baru.

Sementara itu, dapur yang sudah beroperasi akan terus diperbaiki agar dapat menyajikan makanan berkualitas.

“Moratorium dapur titik-titik baru,” kata Nanik, Kamis, masih dari Kompas.com.

Baca juga: Tak Punya Keahlian Gizi, Dadan Ditunjuk Jokowi jadi Kepala BGN, Guntur Romli Sentil Sinyal Ancaman

SOSOK NANIK S. DEYANG - Copot Dadan Hindayana, Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, dulunya wartawan.
SOSOK NANIK S. DEYANG - Copot Dadan Hindayana, Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, dulunya wartawan. (Dokumentasi/PT Pertamina)

3. Lakukan Efisiensi Anggaran

Nanik S Deyang mengaku akan melakukan serangkaian perbaikan sistem di BGN ke depannya.

Salah satu perbaikan yang dilakukan yakni menerapkan efisiensi anggaran yang sejatinya saat ini sudah mengalami efisiensi.

"Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran."

"Kami concern hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran sehingga meskipun sekarang sudah dipotong tinggal 268 (Triliun)" kata Nanik, Kamis.

Meski ada efisiensi tambahan oleh BGN, Nanik menegaskan program MBG akan tepat sasaran.

"Kami berharap masih bisa menurunkan lagi namun tidak mengurangi sasaran. Jadi kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang," terangnya.

Ia melanjutkan, efisiensi terhadap anggaran BGN ke depan akan dilakukan pihaknya dengan beragam metode yang terpenting tidak membebankan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Metode efisiensi anggaran yang dilakukan seperti halnya menerima Corporate Social Responsibility (CSR) dari yayasan serta hibah dari negara lain.

"Kemudian ada juga misalnya kalau ada pengusaha dia berinvestasi di tempat yang terpencil kemudian ada sekolah, ada lain-lain, mereka juga punya CSR kan? Nah, itu untuk bisa membangun," ungkap Nanik.

"Jadi ada beberapa alternatif. Intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN yang dulu kan full 100 persen mau dibiayai oleh APBN," paparnya.

4. Target Pembagian MBG

Target dari pembagian MBG di era kepemimpinan Nanik nanti yakni menyasar wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan di Indonesia.

BGN ke depan juga akan menyasar penerima manfaat yang masuk dalam golongan 3B yakni Bumil (Ibu Hamil), Busui (Ibu Menyusui), dan Balita.

"Merealisasikan program MBG untuk daerah 3T tertinggal terdepan dan terluar dengan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani APBN," kata Nanik.

"Bahwa intervensi gizi itu paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia 9 tahun atau sampai SD. Nah, kita yang kejar ke sana. Makanya kemarin kita kan sampai mengeluarkan ancaman SPPG harus ada 3B, bumil, busui, balita," jelasnya.

Kejagung Geledah Kantor BGN

Proses penggeledahan dan penyitaan oleh tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, digelar pada Rabu (3/6/2026) pagi.

Penggeledahan oleh Kejagung berlangsung selama 15 jam.

Sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan perkara yang sedang diusut, berhasil diamankan dan langsung diangkut ke dalam kendaraan operasional.

Terlihat personel berseragam loreng bersiaga memantau jalannya pemindahan barang dan pintu utama gedung yang memiliki fasad kaca dengan ornamen putih.

Dalam kegiatan penyitaan ini, penyidik Kejagung terpantau membawa keluar sejumlah dokumen dari dalam gedung Kantor BGN. 

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, barang-barang yang dimasukkan ke dalam bagasi mobil di antaranya satu boks kontainer atau kotak penyimpanan plastik yang difungsikan untuk membawa tumpukan dokumen.

Tak hanya itu,ada sejumlah berkas dan kertas laporan yang telah diikat atau disatukan menjadi bundel tebal.

Dadan Cs Diduga Mark Up Pengadaan Motor Listrik hingga Sepatu

Kejagung mengungkap perbuatan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan tiga mantan pimpinan BGN.

Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung RI, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan Dadan cs melakukan intervensi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehingga penyusunan KAK (Kerangka Acuan Kerja) pengadaan barang dan jasa pada BGN untuk mendukung program MBG tidak disusun sesuai kebutuhan riil di lapangan.

“Adanya mark up harga pengadaan sehingga terjadi kerugian yang tidak mendukung operasional pelaksanaan MBG,” jelasnya, Rabu.

Pengadaan BGN yang dimaksud di antaranya:

  • Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sebesar sekitar Rp 1 triliun.
  • Pengadaan 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup.
  • Pengadaan tablet sebanyak 31.000 sekian yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup.
  • Pengadaan televisi 75 inch sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai ketentuan dengan adanya markup harga.

Ketiga tersangka juga terafiliasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG.

Syarief mengatakan, sejatinya program MBG itu dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima.

Namun pada pelaksanaannya, ternyata ditemukan banyak SPPG yang ditunjuk karena mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN padahal tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.

"Tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN dengan adanya atensi dari para tersangka," paparnya.

Adapun sebagai imbalannya, kata Syarief, yayasan yang terafiliasi dengan para pelaku itu, menerima uang insentif hingga miliaran rupiah setiap harinya.

"Yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS dan Saudara LP," imbuhnya.

Akibat perbuatannya itu telah terjadi kerugian keuangan negara.

Namun, kerugian negaranya masih dalam perhitungan.

(TribunTrends/Tribunnews/Nuryanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.