TRIBUNNEWS.COM - Puluhan ribu pelanggan PAM JAYA di DKI Jakarta berpotensi mengalami gangguan layanan air bersih mulai Jumat (5/6/2026) malam.
Gangguan ini dipicu adanya pekerjaan pemeliharaan gardu listrik milik PLN yang menjadi pemasok energi bagi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan I, salah satu sumber utama distribusi air bersih di Ibu Kota.
Akibat pekerjaan tersebut, sekitar 69.333 pelanggan yang tersebar di 45 kelurahan diperkirakan terdampak. Warga pun diminta menyiapkan cadangan air sebelum penghentian layanan dimulai.
Baca juga: Mulai Malam Ini Air PAM Jakarta Mati: 45 Kelurahan Ini Terdampak, Normal Lagi Kapan?
Pemeliharaan dijadwalkan berlangsung mulai Jumat (5/6/2026) pukul 23.00 WIB hingga Sabtu (6/6/2026) pukul 01.00 WIB.
Selama proses berlangsung, IPA Pejompongan I akan menghentikan operasional sementara sehingga pasokan air sebesar 1.500 liter per detik tidak dapat disalurkan ke pelanggan.
Meski durasi pekerjaan hanya sekitar dua jam, distribusi air ke pelanggan tidak akan langsung kembali normal secara bersamaan.
Beberapa wilayah diperkirakan mulai menerima suplai air pada Sabtu dini hari. Namun untuk daerah yang berada di ujung jaringan distribusi, proses pemulihan bisa berlangsung hingga 2x24 jam.
Direktur Operasional PAM JAYA, Syahrul Hasan, menjelaskan wilayah yang berada dekat dengan IPA Pejompongan I akan menjadi area pertama yang kembali memperoleh pasokan air.
“Wilayah yang berdekatan dengan IPA Pejompongan I diperkirakan mulai kembali normal secara bertahap pada Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 03.00 WIB dini hari. Selanjutnya suplai akan pulih secara bertahap hingga menjangkau wilayah pelayanan terjauh, termasuk Regional Utara," ujar Syahrul.
Menurutnya, proses normalisasi dilakukan secara bertahap mengikuti kondisi jaringan distribusi di masing-masing wilayah.
“Kami terus melakukan pemantauan dan pengaturan jaringan agar pemulihan dapat berlangsung seoptimal mungkin,” jelasnya.
Adapun wilayah yang diprediksi menerima pasokan paling akhir berada di kawasan Jakarta Utara, khususnya Kelurahan Penjaringan, Ancol, dan Pejagalan.
Baca juga: Satgas PRR Pulihkan Layanan Air Bersih Modern dan Berkelanjutan untuk Penyintas Pascabencana
Pemeliharaan dilakukan setelah tim PLN menemukan indikasi gangguan berupa bunyi desis pada gardu SN45 saat inspeksi rutin pada 25 Mei 2026.
Temuan tersebut dinilai berpotensi mengganggu suplai listrik menuju IPA Pejompongan I apabila tidak segera ditangani.
Untuk mengurangi dampak kepada pelanggan, PAM JAYA telah menyiapkan skema distribusi alternatif dari instalasi pengolahan air lainnya.
Direktur Teknik PAM JAYA, Akhmad Santika, mengatakan pasokan cadangan telah dipersiapkan selama pekerjaan berlangsung.
“Kami telah menyiapkan skema suplai pengganti dari instalasi lain untuk mengurangi dampak kepada pelanggan.”
Pasokan pengganti berasal dari IPA Pejompongan II dan IPA Buaran I dengan total suplai sekitar 1.170 liter per detik.
Setelah pekerjaan selesai dan IPA Pejompongan I kembali beroperasi, PAM JAYA akan meningkatkan kapasitas produksi guna mempercepat pemulihan tekanan air di jaringan distribusi.
“Setelah IPA Pejompongan I kembali beroperasi, kami juga akan meningkatkan produksi air di atas kondisi normal selama sekitar 6 hingga 8 jam guna mempercepat pemulihan tekanan dan normalisasi layanan di wilayah terdampak,” kata Santika.
Sebagai langkah antisipasi, PAM JAYA menyiapkan layanan mobil tangki air gratis bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan darurat selama gangguan berlangsung.
Prioritas distribusi diberikan kepada rumah sakit, tempat ibadah, yayasan sosial, serta warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Pelanggan dapat menghubungi Call Center PAM JAYA di nomor 1500-223 apabila membutuhkan bantuan pasokan air selama masa gangguan.
PAM JAYA juga mengimbau masyarakat untuk menampung air secukupnya sebelum penghentian layanan dimulai serta menggunakan air secara bijak hingga distribusi kembali normal.
Jakarta Barat: Glodok, Jembatan Lima, Kota Bambu Selatan, Kota Bambu Utara, Krukut, Mangga Besar, Maphar, Pekojan, Petamburan, Slipi, Tambora, Tanah Sereal, Tomang, Keagungan, Jatipulo, Kali Anyar, Krendend, Duri Selatan, dan Duri Utara.
Jakarta Pusat: Bendungan Hilir, Cideng, Cikini, Duri Pulo, Gambir, Gelora, Gondangdia, Kampung Bali, Karet Tengsin, Kebon Kacang, Kebon Kelapa, Petojo Selatan, Petojo Utara, Senayan, dan Kebon Sirih.
Jakarta Selatan: Karet Kuningan, Karet Semanggi, Kuningan Barat, dan Kuningan Timur.
Jakarta Utara: Penjaringan, Pinangsia, Roa Malaka, Ancol, dan Pejagalan.