SPMB SMAN 1 Batang Mulai Dipadati Pendaftar, Salah Upload Berkas Jadi Kendala Utama
muslimah June 05, 2026 01:11 PM

SPMB SMAN 1 Batang Mulai Dipadati Pendaftar, Salah Upload Berkas Jadi Kendala Utama


TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 1 Batang mulai dipadati calon murid baru (CMB). 

Sekolah unggulan di Kabupaten Batang itu kini fokus melayani pendampingan pengajuan akun dan verifikasi berkas hingga 12 Juni mendatang.

Waka Kesiswaan sekaligus Ketua SPMB SMA Negeri 1 Batang, Tri Tunggal Prihat Setiyotomo mengatakan, proses pendaftaran sejauh ini berjalan lancar meski masih ditemukan sejumlah kendala teknis dari para pendaftar.

“Untuk hari ini kami melayani pendampingan pengajuan akun dan verifikasi berkas sampai nanti tanggal 12,” kata Tri kepada Tribunjateng, Jumat (5/6/2026). 

Baca juga: Hari Pertama Verifikasi SPMB Jateng, SMAN 12 Semarang Diserbu Pendaftar

Menurutnya, kendala paling sering ditemukan berasal dari kesalahan calon murid baru saat mengunggah dokumen persyaratan.

“Yang paling sering adalah salah upload dokumen. Jadi nanti dari tim verifikasi membatalkan ajuan akun, kemudian calon murid baru harus mengulangi lagi pengajuan akun dengan data yang benar,” jelasnya.

Selain itu, persoalan titik koordinat alamat rumah yang tidak sesuai dengan Kartu Keluarga (KK) juga masih banyak ditemukan dalam proses verifikasi.

Tri menyebut, sistem secara otomatis membaca lokasi berdasarkan zona kecamatan yang sesuai dengan alamat pada KK. 

Namun, masih ada calon siswa yang memasukkan titik lokasi di luar wilayah domisilinya.

“Kadang titik koordinatnya berada di luar zona hijaunya, berarti di luar kecamatan berdasarkan KK. Itu harus dibetulkan dulu agar sesuai alamat KK,” ungkapnya. 

Di SMAN 1 Batang sendiri, pihak sekolah mencatat lebih dari 20 kasus titik koordinat yang tidak sesuai selama proses pengajuan akun berlangsung.

“Ada 20-an lebih titik koordinat yang masih belum sesuai,” tuturnya. 

Dalam SPMB 2026 Provinsi Jawa Tengah, terdapat empat jalur penerimaan yang dapat dipilih calon siswa, yakni jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi atau perpindahan orang tua.

Tri menjelaskan, jalur domisili menitikberatkan pada jarak tempat tinggal dengan sekolah. 

Sementara jalur prestasi dihitung berdasarkan kombinasi nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan komposisi 50 banding 50.

“Nilai TKA otomatis sudah terekam di sistem melalui NISN. Jadi saat siswa menginput nilai rapor, nilai TKA langsung muncul otomatis,” terangnya.

Untuk jalur afirmasi, diperuntukkan bagi calon siswa yang masuk kategori desil 1 hingga 4 berdasarkan data dari Dinas Sosial. 

Sedangkan jalur mutasi hanya berlaku bagi perpindahan kerja orang tua lintas kabupaten.

“Kalau masih dalam kabupaten yang sama, misalnya dari Limpung pindah ke Batang, maka tidak bisa menggunakan jalur mutasi,” tegasnya.

Terkait kuota penerimaan, SMAN 1 Batang tahun ini menyediakan daya tampung sebanyak 324 siswa.

Adapun pembagian kuota terdiri dari jalur domisili minimal 33 persen, termasuk domisili khusus sebesar 5 persen bagi wilayah kecamatan yang belum memiliki SMA maupun SMK negeri. 

Kemudian jalur prestasi sebesar 30 persen, afirmasi 32 persen, dan mutasi 5 persen.

Tri juga mengingatkan para pendaftar untuk rutin memantau jurnal penerimaan agar mengetahui peluang diterima di sekolah tujuan.

“Tahun ini kalau tidak muncul di jurnal berarti belum masuk di sekolah mana pun. Jadi siswa harus aktif memantau, bisa membatalkan pilihan dan pindah jalur atau sekolah lain yang peluangnya lebih memungkinkan,” ucapnya. 

Sementara itu, salah satu calon murid baru, Satyabhama Nararya Syahan (15), warga Proyonanggan Selatan, mengaku antusias mendaftar di SMAN 1 Batang karena suasana sekolah yang dinilainya nyaman dan tertib.

“Sekolahnya bagus, nyaman, tertib. Prosesnya juga lancar,” ujarnya.

Siswi lulusan SMP Negeri 3 Batang itu mengaku datang sejak pukul 06.30 WIB untuk mengikuti proses verifikasi berkas.

Dia juga merasa terbantu dengan pendampingan dari pihak sekolah selama proses pendaftaran berlangsung.

“Kesulitan enggak, dibantu,” kata Satyabhama kepada Tribunjateng. 

Satyabhama berharap bisa diterima di sekolah pilihannya dan menjalani proses belajar dengan baik.

“Harapannya masuk sini, belajar dengan tertib,” tutupnya. (Ito) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.