Duta Saman Institute: Menjaga Denyut Saman Gayo di Panggung Dunia
Mawaddatul Husna June 05, 2026 01:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo Fikar Eda | Busan Korea Selatan

TribunGayo.com, BUSAN - Sejak berdiri pada tahun 2017, Duta Saman Institute (DSI) terus menapaki jejak panjang diplomasi budaya.

Membawa Tari Saman melintasi batas-batas negara dan memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat dunia.

Dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, DSI telah tiga kali mengemban misi kebudayaan internasional.

Perjalanan pertama berlangsung pada tahun 2019 ketika DSI tampil pada Festival Janadriyah ke-33 di Riyadh, Arab Saudi, salah satu festival kebudayaan terbesar di Timur Tengah.

Keikutsertaan tersebut difasilitasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Lima tahun kemudian, pada 2024, DSI kembali dipercaya menjadi duta budaya Indonesia dalam Festival Indonesia di Pretoria dan Johannesburg, Afrika Selatan.

Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Pretoria.

DSI Bersama Lesbuga Bertolak ke Korea Selatan

Tahun 2026 menjadi tonggak penting berikutnya.

DSI bersama Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (Lesbuga) berangkat ke Korea Selatan untuk mengikuti Busan International Dance Festival (BIDF).

BIDF merupakan salah satu festival tari internasional bergengsi di Asia. 

Tim sudah tiba di Korea Selatan, Kamis (4/6/2026) pukul 05.04 waktu setempat, setelah menempuh perjalanan udara selama tujuh jam dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Keikutsertaan ini menandai misi internasional ketiga DSI dalam membawa Tari Saman ke panggung dunia. 

Keberangkatan ke Busan Internasional Dance Festival difasilitasi Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh. 

Dedikasi DSI dalam pelestarian dan promosi budaya juga mendapat pengakuan nasional.

Pada tahun 2022, DSI menerima Anugerah Revolusi Mental (ARM) kategori Kemajuan Kebudayaan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kemudian pada tahun 2026, DSI kembali meraih penghargaan sebagai IIMS School Edutainment Partner dari Dyandra Promosindo.

Menjaga Tari Saman Ditingkat Global

Pimpinan Duta Saman Institute, Aminullah Adnan, menegaskan bahwa setiap misi budaya yang dijalankan bukan sekadar agenda pertunjukan seni, melainkan bagian dari ikhtiar panjang menjaga keberlangsungan Tari Saman ditingkat global.

Menurutnya, pengenalan Saman kepada masyarakat dunia harus terus dilakukan agar warisan budaya kebanggaan Aceh tersebut tetap hidup, berkembang, dan dikenal lintas generasi.

"Setiap panggung internasional adalah ruang untuk memperkenalkan identitas Gayo-Aceh dan Indonesia.

Kami ingin memastikan Tari Saman terus mendapat tempat terhormat di mata dunia," ujarnya.

Upaya tersebut menjadi semakin penting mengingat Tari Saman telah memperoleh pengakuan dunia dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak sejak tahun 2011.

Pengakuan itu bukan akhir perjalanan, melainkan amanah yang harus terus dijaga melalui kerja nyata, pembinaan generasi muda, serta promosi berkelanjutan di forum-forum internasional.

Melalui langkah-langkah konsisten yang ditempuh sejak 2017, Duta Saman Institute membuktikan bahwa seni tradisi tidak hanya dapat bertahan ditengah arus modernisasi.

Tetapi juga mampu berdiri tegak sebagai duta persahabatan bangsa, menjembatani perbedaan budaya, dan mengharumkan nama Aceh serta Indonesia di panggung dunia. (*)

Baca juga: Rombongan Saman Tiba di Negeri Ginseng, Siap Tampil di Busan International Dance Festival 2026

Baca juga: Menelusuri Asal Usul Tari Saman: Antara Sejarah dan Mitos

Baca juga: Tari Saman Buntul Meriahkan Desember Kopi Gayo 2024 di Galeri Kopi Indonesia

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.