Sekitar 1 Juta Warga di Tiga Kabupaten Sulsel Tak Bisa Nobar Gratis Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
Aurora Nightingale June 05, 2026 02:36 PM

Euforia Piala Dunia 2026 tampaknya tidak akan dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat di Sulawesi Selatan.

Sebanyak 909.846 penduduk yang tinggal di Kabupaten Toraja Utara, Soppeng, dan Wajo dipastikan tidak dapat menikmati tayangan Piala Dunia 2026 melalui siaran nonton bareng (nobar) gratis dengan antena digital biasa.

Hal ini disebabkan karena ketiga wilayah tersebut dikategorikan sebagai daerah blank spot, yaitu wilayah yang belum terjangkau atau belum mendapatkan sinyal siaran televisi digital secara optimal.

Akibatnya, warga maupun pelaku usaha yang ingin mengadakan nobar harus menggunakan receiver khusus melalui paket komersial berbayar.

Penanggung Jawab Nobar Piala Dunia 2026 wilayah Sulawesi Selatan, Firmansyah Syaiful, menjelaskan bahwa penggunaan Set Top Box (STB) yang umumnya dipakai untuk menangkap siaran televisi digital tidak bisa menjadi solusi bagi daerah blank spot.

STB berfungsi untuk mengubah sinyal digital agar bisa ditampilkan di televisi, namun perangkat ini hanya dapat bekerja apabila wilayah tersebut masih menerima sinyal digital.

“Ada tiga daerah yang masuk kategori blank spot, yaitu Toraja Utara, Soppeng, dan Sengkang,” ujar Firmansyah pada Jumat (5/6/2026). Sengkang sendiri merupakan ibu kota Kabupaten Wajo.

Menurutnya, masyarakat di luar ketiga wilayah tersebut masih bisa menikmati siaran Piala Dunia menggunakan antena digital maupun parabola gratis sesuai ketentuan yang berlaku.

Penjelasan Tentang Receiver Khusus

Receiver adalah perangkat penerima siaran yang digunakan untuk menangkap saluran pertandingan dari penyedia resmi pemegang hak siar. Perangkat ini berbeda dengan STB biasa karena terhubung dengan sistem layanan berlangganan atau paket komersial.

Untuk masyarakat atau pelaku usaha di wilayah blank spot, pemasangan receiver menjadi keharusan agar bisa menerima siaran pertandingan dengan kualitas yang baik.

“Masyarakat di tiga daerah blank spot yang ingin mengadakan nobar wajib memasang receiver khusus atau membeli paket komersial agar receiver dapat dipasang,” jelas Firmansyah.

Sebagai contoh, jika sebuah kafe atau komunitas di Kabupaten Soppeng ingin mengadakan nobar Piala Dunia, maka penyelenggara perlu membeli paket komersial terlebih dahulu. Setelah pembayaran dilakukan, receiver akan dipasang untuk memastikan siaran pertandingan dapat diterima.

Pengertian Nobar Komersial

Nobar komersial adalah kegiatan menayangkan pertandingan di tempat usaha atau lokasi yang dihadiri banyak penonton dan memiliki unsur bisnis, seperti di kafe, restoran, hotel, warung kopi, pusat perbelanjaan, lapangan terbuka, atau tempat berbayar lainnya.

Karena kegiatan ini menggunakan siaran untuk kepentingan usaha, penyelenggara diwajibkan memiliki izin dan paket resmi dari pemegang hak siar. Ketentuan tersebut diterapkan sebagai upaya melindungi hak siar resmi Piala Dunia 2026.

Rincian Tarif Nobar Piala Dunia 2026

Besaran biaya paket komersial ditentukan berdasarkan kapasitas jumlah penonton di lokasi penyelenggaraan.

Untuk lokasi dengan kapasitas hingga 50 orang dikenakan tarif Rp10 juta. Kapasitas 51–100 orang dikenakan biaya Rp15 juta. Untuk 101–200 orang, biayanya mencapai Rp20 juta. Sementara itu, kapasitas 201–300 orang dikenakan Rp25 juta.

Untuk 301–400 penonton tarifnya Rp30 juta, kapasitas 401–500 orang Rp40 juta, dan untuk 501–1.000 orang dikenakan biaya Rp50 juta. Lokasi dengan kapasitas 1.001–5.000 penonton dikenai biaya Rp75 juta, 5.001–10.000 orang Rp100 juta, dan untuk 10.001–50.000 penonton tarifnya mencapai Rp150 juta.

Seluruh tarif tersebut berlaku selama periode penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung dari Juni hingga Juli 2026 dengan total 104 pertandingan. Biaya tersebut belum termasuk pajak.

Hampir Satu Juta Penduduk Terdampak

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa total penduduk di tiga kabupaten yang masuk kategori blank spot hampir mencapai satu juta jiwa. Kabupaten Toraja Utara memiliki 266.513 penduduk, Kabupaten Soppeng berjumlah 241.333 jiwa, dan Kabupaten Wajo sekitar 402.000 jiwa.

Jika digabungkan, totalnya mencapai 909.846 jiwa. Artinya, hampir satu juta warga Sulawesi Selatan berpotensi tidak dapat menikmati siaran Piala Dunia 2026 melalui saluran televisi digital biasa. Mereka harus menggunakan receiver khusus atau menghadiri lokasi nobar yang telah memiliki paket komersial resmi untuk menyaksikan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut secara legal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.