Plafon Lantai Dua Kantor Kelurahan Nangkaan Bondowoso Ambruk
Haorrahman June 05, 2026 01:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Plafon atap gedung lantai dua Kantor Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso, ambruk, Jumat (5/6/2026). Tidak hanya plafon ambruk, tetapi juga mengakibatkan struktur kuda-kuda bangunan ikut runtuh.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pegawai saat tiba di kantor pada pagi hari. Saat itu, mereka mendapati plafon lantai dua telah jatuh dan menutupi sebagian ruangan.

Penjabat (Pj) Lurah Nangkaan, Ribut Tjahjono, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Insiden baru diketahui saat aktivitas kantor akan dimulai, ambruknya plafon diduga terjadi pada malam hingga dini hari.

"Mungkin kejadiannya tadi pagi atau tadi malam, kami tidak tahu pasti," ujarnya.

Menurut Ribut, penyebab ambruknya plafon diduga karena kondisi kayu penyangga yang sudah lapuk dan keropos. Sejak bangunan tersebut berdiri 2017 lalu, bagian plafon yang runtuh diketahui belum pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh.

Ruangan yang terdampak selama ini digunakan sebagai ruang rapat sekaligus ruang kerja bagi para kepala seksi di lingkungan Kelurahan Nangkaan. Untuk menjamin keamanan, seluruh aktivitas pelayanan dan pekerjaan sementara dipindahkan ke lantai satu.

Baca juga: 7 Warga Bondowoso Positif Leptospirosis Akibat Urine Tikus hingga Mei 2026, Ini Gejalanya

"Iya, untuk sementara waktu ruangan di lantai dua tidak digunakan untuk aktivitas dulu," katanya.

Salah seorang pegawai mengungkapkan tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, bagian plafon yang kini ambruk disebut telah ditopang menggunakan bambu selama kurang lebih empat tahun.

Menurutnya, kebocoran talang air menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan struktur kayu penyangga.

"Talang airnya sudah bocor dari dulu, sehingga air mengikis kayu di sana sampai rapuh. Kalau sudah ada yang rapuh, bagian lain akhirnya ikut ambruk," ungkapnya.

Baca juga: Ramai Wacana Peternakan Babi di Sukorejo Bondowoso, Pemdes Tegaskan Tak Ada Pengajuan

Usai kejadian, sejumlah instansi terkait meninjau ke lokasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (Perkim dan Ciptaru), serta pihak kecamatan telah melakukan asesmen awal terhadap kerusakan bangunan.

Kepala Dinas Perkim dan Ciptaru Bondowoso, Dadan Kurniawan, membenarkan bahwa tim teknis telah diterjunkan setelah menerima laporan terkait insiden tersebut.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penghitungan kebutuhan biaya perbaikan sebelum usulan rehabilitasi diajukan.

"Tim sudah melakukan survei di lapangan dan saat ini masih menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB)-nya," kata Dadan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.