TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok bergerak cepat merespons musibah longsornya turap di kawasan Sungai Elok CAntik dan menaWAN (SECAWAN), Jalan Raya Sawangan, Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas.
Guna mempercepat pemulihan, DPUPR resmi mengajukan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro mengungkapkan bahwa usulan dana darurat tersebut telah mendapatkan lampu hijau dan kini tinggal menunggu proses administrasi lanjutan.
Baca juga: Taman SeCawan Depok yang Tak Lagi Menawan, Coretan Vandalisme Ada di Mana-mana
Untuk mencegah kerusakan yang semakin parah, petugas di lapangan telah melakukan tindakan darurat.
Target Jadwal Perbaikan: Target Mulai Fisik Bulan Juli
Yodi memaparkan, proses penanganan saat ini baru saja memasuki tahapan pengusulan Surat Keputusan (SK) BTT.
"Setelah SK tersebut rampung, DPUPR akan langsung menyusun perencanaan teknis secara mendalam sebelum akhirnya menerjunkan pekerja untuk pengerjaan fisik konstruksi," ujarnya.
Dia pun telah memetakan estimasi waktu pengerjaan agar turap bisa kembali kokoh. Pengusulan Surat Keputusan (SK) BTT dilakukan awal Juni 2026 ini dan ditargetkan masuk ke dalam tahap perencanaan teknis pada akhir bulan. Lalu pertengahan Juli 2026 diharapkan dimulainya pekerjaan fisik.
“Hari ini baru masuk SK BTT, selanjutnya akhir bulan kemungkinan sudah bisa masuk tahap perencanaan. Mudah-mudahan pertengahan bulan depan atau Juli sudah bisa dilaksanakan perbaikannya,” kata Yodi.
Dampak Longsor: Aliran Kali Cabang Tengah Sempat Tersumbat
Yodi menjelaskan, bencana longsor yang terjadi beberapa waktu lalu tersebut berdampak cukup serius karena material turap yang ambrol sempat jatuh dan menutupi aliran Kali Cabang Tengah.
Kondisi tersumbatnya aliran ini memerlukan penanganan yang cepat dan tepat agar fungsi saluran air tidak terganggu, serta menghindari risiko banjir susulan ke area pemukiman sekitarnya.
Berdasarkan data pengukuran dari Satgas DPUPR di lapangan, skala kerusakan infrastruktur di kawasan SECAWAN ini memiliki dimensi yang cukup besar. Panjang titik longsor sekira 60 meter dengan
tinggi turap yang ambrol mencapai 3 meter.
DPUPR berharap seluruh proses birokrasi dan tahapan administrasi di tingkat pemerintah daerah dapat berjalan mulus tanpa kendala, sehingga proyek pemulihan fasilitas publik ini bisa berjalan tepat waktu.
“Mudah-mudahan progresnya berjalan sesuai rencana dan perbaikan bisa segera kami lakukan. Kami mohon warga bersabar,” tandasnya.