Dosen CPNS Politani Kupang Edukasi Pengolahan Sampah dan Tanam Pohon Bersama Siswa SMAN 9 Kupang
Eflin Rote June 05, 2026 03:29 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Sebanyak 14 dosen calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang atau Politani Kupang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di SMA Negeri 9 Kupang.

Kegiatan yang mengusung tema pengolahan sampah organik dan anorganik tersebut mendapat sambutan antusias dari siswa dan pihak sekolah.

Selain memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah, para dosen juga membangun ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Ketua PkM, Ignasisus Boli Suban, S.Kom., M.Kom, mengatakan tema besar kegiatan pengabdian tersebut adalah pengolahan sampah, baik organik maupun anorganik.

"Kita akan belajar bagaimana pengolahan sampah yang baik dan benar," ujarnya (5/6/2026).

Menurut Ignasius, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa dan sekolah serta menjadi wujud nyata pendidikan yang berdampak dalam membangun budaya peduli lingkungan.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mendapatkan materi dan praktik langsung mengenai pengolahan sampah.

Untuk sampah organik, peserta diperkenalkan pada pengolahan limbah peternakan berupa feses sapi menjadi bokashi yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Baca juga: PKM BIMA Politani Kupang Dorong Desa Tesbatan Menuju Desa Ekowisata Berkelanjutan

Sementara itu, sampah anorganik berupa botol bekas air mineral diolah menjadi pot tanaman sayuran yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan. Kegiatan tersebut menjadi jembatan yang mempertemukan dunia sekolah menengah dengan lingkungan perguruan tinggi.

Kepala SMAN 9 Kota Kupang, Adelgina N. Liu, S.Pd, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan para dosen Politani Kupang tersebut.

"Siswa kami mendapat kesempatan bertemu langsung dengan akademisi yang membawa perspektif dunia pendidikan tinggi. Ini sangat berharga," ujarnya.

Humas SMAN 9 Kupang, Aprelis A. Kanadjara, S.Pd, menilai sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Komunikasi akademik yang terbangun hari ini adalah investasi jangka panjang," tegas Aprelis.

Selain edukasi pengolahan sampah, para dosen CPNS Politani Kupang bersama siswa dan pihak sekolah juga melakukan penanaman anakan pohon mangga, kelengkeng, dan jambu kristal di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya penghijauan.

Lebih dari sekadar transfer ilmu, kegiatan pengabdian ini juga membawa pesan motivasi bagi para siswa untuk terus belajar dan mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dengan terjalinnya kemitraan antara Politani Kupang dan SMAN 9 Kupang, diharapkan kolaborasi serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan serta pelestarian lingkungan. (uan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.