TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang dokter gigi muda di Palembang harus menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban aksi brutal di jalan raya. Hingga kini, pelaku yang diduga melakukan penyerangan masih belum diketahui keberadaannya.
Keluarga korban pun berusaha mencari berbagai petunjuk untuk mengungkap identitas pelaku. Mereka bahkan meminta bantuan masyarakat yang mungkin menyaksikan kejadian tersebut atau memiliki informasi terkait kendaraan maupun orang yang terlibat.
Peristiwa itu menjadi perhatian luas setelah unggahan di media sosial menyebarkan kondisi korban dan kendaraan yang mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut.
Dalam unggahan yang beredar, terlihat bagian dalam mobil korban dipenuhi bercak darah. Foto dan video yang tersebar kemudian memicu keprihatinan publik terhadap maraknya aksi kekerasan antarpengguna jalan.
Hingga beberapa waktu setelah kejadian, pelaku disebut masih belum berhasil ditemukan.
Pihak keluarga dan rekan korban terus berupaya mengumpulkan informasi yang dapat membantu proses pelacakan.
"Sampai saat ini pelaku tidak diketahui keberadaannya karena kabur. Jika ada info terkait pelaku mohon DM (pesan langsung)!," harap rekan korban dalam unggahan tersebut.
Permintaan bantuan itu muncul karena pelaku langsung meninggalkan lokasi sesaat setelah insiden terjadi.
Keluarga berharap ada saksi atau pengguna jalan lain yang sempat melihat kejadian sehingga dapat membantu mengungkap identitas pelaku.
Baca juga: Nasib Dokter di Palembang 4 Tahun Dinikahi Pria Beristri, Aset Rp1 M Raib: Saya Ditipu Lahir Batin
Insiden tersebut terjadi pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 17.44 WIB di kawasan Kilometer 9 Palembang, tepatnya di sekitar area dekat swalayan Superindo.
Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa bermula dari kesalahpahaman antara dua pengguna jalan.
Perselisihan yang awalnya hanya berupa adu mulut kemudian berkembang menjadi tindakan kekerasan.
Menurut keterangan yang diunggah oleh akun media sosial milik kerabat korban, pelaku yang tersulut emosi mengambil sebuah palu besi lalu mengarahkannya ke kendaraan korban.
"Pelaku melempar palu ke kaca mobil korban, kemudian (palu tersebut) terkena ke kepala korban karena cekcok tidak terima akibat salah paham di jalan," tulis akun @rgnaaulia dalam utas pengaduannya.
Lemparan tersebut menghantam kaca mobil hingga pecah dan menyebabkan benda itu masuk ke dalam kendaraan.
Akibatnya, korban yang berada di dalam mobil mengalami luka serius di bagian kepala.
Dampak serangan tersebut terlihat dari kondisi kendaraan korban yang mengalami kerusakan cukup parah.
Kaca samping mobil dilaporkan pecah, sementara bagian dalam kendaraan dipenuhi darah akibat luka yang dialami korban.
Keluarga korban juga menunjukkan sebuah palu besi yang diduga digunakan dalam aksi penyerangan dan ditemukan tertinggal di dalam mobil.
Korban kemudian segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis.
Akibat luka robek pada bagian kepala, dokter gigi muda tersebut harus menjalani tindakan penjahitan sebanyak tujuh jahitan.
Setelah melakukan penyerangan, pelaku disebut langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Hingga kini, keberadaannya masih menjadi misteri dan terus dicari oleh pihak keluarga maupun pihak berwenang.
Kasus tersebut kembali menjadi pengingat tentang bahaya aksi road rage yang dapat berubah menjadi tindak kekerasan serius hanya karena perselisihan sesaat di jalan raya. (TribunNewsmaker/SriwijayaPost)