JLS Brumbun–Sine Tulungagung Tuntas 100 Persen: Total Panjang hampir 60 Km
Cak Sur June 05, 2026 03:32 PM

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) ruas Pantai Brumbun hingga Pantai Sine di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), akhirnya resmi selesai dikerjakan.

Dengan rampungnya ruas terakhir ini, JLS di wilayah Tulungagung dinyatakan telah tersambung 100 persen dengan total panjang hampir 60 kilometer (km).

Penyelesaian proyek ini menjadi tonggak penting konektivitas wilayah selatan Jawa Timur, khususnya dalam mendukung akses transportasi dan pariwisata.

Sempat Terkendala Cuaca Ekstrem dan Longsor

Pekerjaan ruas Brumbun–Sine sempat mengalami hambatan akibat cuaca ekstrem berupa hujan berkepanjangan serta longsor di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung.

Namun, hambatan tersebut berhasil diatasi hingga akhirnya jalur dapat difungsikan secara penuh oleh masyarakat.

JLS Sudah Bisa Dilalui, Meski Masih Masa Pemeliharaan

Pejabat Pembuat Komitmen 2.6 Provinsi Jawa Timur BBPJN Jatim–Bali Kementerian Pekerjaan Umum, I Made Budiana, memastikan bahwa jalur tersebut sudah dapat dilalui masyarakat.

“Masyarakat bisa melintas. Tapi alat-alat belum kami tarik, karena masih dalam masa pemeliharaan,” ujar Budiana.

Ia menegaskan, bahwa saat ini masih terdapat pekerjaan kecil untuk penyempurnaan beberapa titik jalan.

Dengan tersambungnya ruas terakhir JLS ini, akses transportasi di wilayah selatan Tulungagung kini semakin terbuka.

Beberapa dampak positif yang dihasilkan antara lain:

  • Terhubungnya Pantai Popoh hingga Kecamatan Pucanglaban
  • Akses menuju Kabupaten Blitar semakin mudah
  • Peningkatan potensi wisata pesisir selatan Jawa Timur
  • Jalur alternatif dengan panorama pegunungan dan pantai

Jalur Lama Gambiran–Popoh Masih Jadi Catatan

Meski JLS telah rampung, jalur lama dari simpang tiga Gambiran menuju Pantai Popoh masih menjadi perhatian, karena belum dilakukan peningkatan atau perbaikan menyeluruh.

Budiana menyebut jalur tersebut nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kapasitas kendaraan.

“Untuk jalur lama ini nanti akan disesuaikan seperti JLS. Tapi kami lihat, menyesuaikan dengan kapasitas kendaraan,” jelasnya.

Namun, peningkatan jalan tersebut belum menjadi prioritas saat ini.

Fokus BBPJN ke JLS Trenggalek–Pacitan

BBPJN Jatim–Bali saat ini masih memprioritaskan penyelesaian JLS di wilayah Trenggalek hingga Pacitan yang masih menyisakan sekitar 40 km.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penanganan kerusakan di sejumlah titik akibat infiltrasi air di ruas Tulungagung–Trenggalek.

Pemeliharaan Rutin Tetap Dilakukan

Meski sudah difungsikan, pemeliharaan rutin tetap dilakukan untuk menjaga kualitas jalan.

Langkah yang dilakukan meliputi:

  • Penambalan lubang kecil (salub)
  • Perbaikan titik rawan kerusakan
  • Pengawasan kondisi tanah dan aliran air

“Kami tetap melakukan pemeliharaan rutin agar tidak berkembang menjadi kerusakan besar,” pungkas Budiana.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.