TRIBUNNEWS.COM - Keberanian Ronald Koeman sebagi pelatih Timnas Belanda benar-benar akan diuji di Piala Dunia 2026.
Bersaing dengan Jepang, Swedia dan Tunisia di Grup F Piala Dunia 2026, grup ini terlihat cukup tricky bagi De Oranye.
Maka dari itu, Ronald Koeman selaku pelatih harus memutar otak lebih keras, agar terhindar dari kejutan di babak awal Piala Dunia kali ini.
Kombinasi skuad yang berisikan pemain berpengalaman dan pemain muda, akan menjadi senjata Koeman di Piala Dunia 2026.
Dalam sesi wawancara khusus dengan FIFA pada Mei 2026 lalu.
Beberapa poin menarik disampaikan Koeman soal peluang Belanda untuk bisa berbicara banyak di turnamen empat tahunan tersebut.
Salah satunya menyoal status Belanda.
Eks pelatih Barcelona itu mengakui sekaligus menyadari bahwa Belanda tidak dianggap sebagai salah satu favorit di Piala Dunia 2026.
Hanya saja, Koeman tidak peduli dengan cap tersebut, karena ia suka ketika timnya dianggap sebagai underdog, bukan unggulan.
"Orang mungkin tidak menganggap kami sebagai salah satu favorit untuk memenangkan Piala Dunia," ujar Koeman dilansir laman FIFA.
"Tapi, kekuatan Belanda adalah kami bisa mengalahkan siapapun, karena kami punya kemampuan itu di dalam skuad kami," tambahnya.
Lebih lanjut, ketika ditanya soal gaya bermain Belanda saat ini, Koeman menjelaskan ia ingin timnya lebih dominan menyerang.
Koeman sepenuhnya ingin De Oranye membuktikan gaya bermain yang diusung timnya bakal relevan dengan turnamen besar.
"Saya pikir tim ini berada di jalur yang benar, kami sekarang suka mengambil inisiatif dan menyukai gaya menyerang," akui Koeman.
"Dan kami juga ingin menyakinkan orang-orang tentang gaya bermain yang kami usung,"
"Yang ingin saya dengar dari orang-orang tentang tim saya adalah tim ini bermain dengan intensitas tinggi, sehingga mereka tidak akan bisa mengatakan kami tidak melakukan hal cukup dalam pertandingan,"
"Saya ingin para pemain Belanda bermain dengan percaya diri, kepribadian dan memahami kualitas mereka masing-masing,"
"Dan terpenting saya mengingatkan agar mereka tetap menghormati setiap lawan, meskipun ada negara yang disebut lebih kecil di Piala Dunia," tukasnya menambahkan.
Baca juga: Kiprah sang Raja Tanpa Mahkota di Piala Dunia 2026, Belanda Minimal Tembus Semifinal
Jika menilik komposisi skuad Belanda yang akan berlaga di Piala Dunia 2026.
Koeman selaku pelatih punya kesempatan untuk meracik formula terbaiknya, dengan mengombinasikan kekuatan antara pemain berpengalaman dan muda.
Keberadaan Virgil Van Dijk sebagai kapten sekaligus pemain terpenting Belanda, jelas akan menjadi pusat perhatian utama.
Kepiawaian Van Dijk dalam mengomandoi lini belakang timnya, akan berperan vital bagi performa Belanda di Piala Dunia.
Tak bisa disangkal, komposisi skuad khususnya lini pertahanan yang dimiliki Belanda saat ini, menjadi salah satu yang terbaik.
Hal itu dibuktikan dengan keberadaan nama-nama pemain yang telah dipanggil Koeman untuk memperkuat De Oranye.
Sebut saja Micky Van De Ven (Tottenham), Jan Vaul Van Hecke (Brighton) dan Nathan Ake (Manchester City) yang berpotensi menjadi rekan duet Van Dijk di jantung pertahanan.
Di sisi fullback, nama Jurrien Timber (Arsenal), Denzel Dumfries (Inter Milan), dan Jarrol Hato (Chelsea) masing-masing punya kualitas elit.
Berkaca dari nama-nama diatas, lini belakang Belanda tentu bakal menjadi salah satu kunci mereka bisa berbicara banyak di Piala Dunia 2026.
Di lini tengah, Koeman juga punya banyak opsi untuk menentukan formula terbaiknya.
Kehadiran Frenkie De Jong (Barcelona), Ryan Gravenberch (Liverpool) hingga Tijjani Reijnders (Manchester City) bakal menjadi poros utama lini tengah Belanda.
Opsi lebih menarik tersaji di lini depan.
Nama pemain muda seperti Justin Kluivert (Bournemouth), Brian Brobbey (Sunderland) dan Crysencio Summervilleni (West Ham), punya potensi mengejutkan.
Adanya opsi pemain muda di lini depan Belanda kali ini, membuat Koeman bisa lebih variasi dalam menyusun strategi, tidak hanya sekedar mengandalkan pemain berpengalaman seperti Memphis Depay atau Wout Weghrost di pos penyerang.
Jika Koeman mampu menemukan racikan terbaiknya, tidak mengherankan andai Belanda bisa berbicara banyak di Piala Dunia edisi kali ini.
Pendapat menarik disampaikan oleh salah satu anggota Oranje Indonesia, yang merupakan komunitas penggemar Timnas Belanda.
Tepatnya ketika ditanya seperti apa racikan formasi, taktik dan strategi yang perlu digunakan Koeman agar bisa membawa Belanda terbang tinggi di Piala Dunia 2026.
Ialah Arnan Binafsihi selaku Wakil Ketua Oranje Indonesia, yang merasa Koeman perlu bermain dengan skema yang familiar terlebih dahulu.
Dengan mempertimbangkan waktu persiapan Piala Dunia 2026 yang semakin dekat.
Akan menjadi beresiko jika Koeman sampai mengotak-atik pakem formasi maupun strategi yang sudah digunakan Belanda di eranya sendiri.
"Merujuk ke komposisi skuad Belanda dan formasi yang digunakan sejauh ini, Koeman masih akan menggunakan 4-3-3," kata Arnan Binafsihi saat dihubungi Tribunnews, Jumat (5/6/2026) hari ini.
"Memang itulah skema yang familiar untuk para pemain Belanda, terlalu riskan jika dirubah, karena Piala Dunia tinggal sebentar lagi,"
"Tentu perlu latihan khusus beberapa waktu, kalau Koeman ingin merubah ke skema 5-3-2 era Van Gaal misalnya saat melatih Belanda dulu," tambahnya.
Terkait taktik dan strategi, Arnan berharap Koeman harus punya keberanian untuk membuat timnya bermain dengan inisiatif tinggi.
Arnan juga punya harapan lain, agar Koeman tidak lagi mengandalkan pemain tua seperti Memphis Depay atau Wout Weghrost untuk mengubah jalannya laga.
Karena, skuad Belanda saat ini dihuni banyak pemain muda potensial yang bisa dimaksimalkan perannya, untuk menjadi game changer.
"Untuk taktik dan strategi, Koeman harus lebih berani untuk mengambil inisiatif permainan, poinnya ini harus dilakukan dengan komposisi yang tepat," ujar Arnan.
"Jadi memang Koeman harus menemukan pemain yang sesuai, demi bisa memaksimalkan permainan Oranje di Piala Dunia nanti,"
"Jangan lagi mengandalkan Depay yang sudah melambat dan cukup sering mendelay bola, atau Weghorst yang sudah habis masanya,".
Layak dinanti seperti apa kiprah Belanda di Piala Dunia 2026 setelah edisi sebelumnya hanya mentok di babak perempat final saja?
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)