5 Komplikasi Asam Lambung Naik yang Sering Diabaikan, dari Sesak Napas hingga Barrett's Esophagus
Amirullah June 05, 2026 05:22 PM

SERAMBINEWS.COM – Asam lambung naik atau refluks asam sering dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.

Padahal, jika terjadi berulang dan tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi yang memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup penderitanya.

Refluks asam terjadi ketika cairan lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan mulut terasa asam, sensasi panas di dada, hingga gangguan tidur yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman.

Berbagai faktor dapat memicu naiknya asam lambung, mulai dari kebiasaan makan berlebihan, langsung berbaring setelah makan, stres, obesitas, hingga konsumsi makanan dan minuman tertentu.

Jika hanya terjadi sesekali, refluks asam umumnya tidak berbahaya. Namun, ketika keluhan muncul berulang dalam jangka panjang, risiko komplikasi serius dapat meningkat.

Berikut lima komplikasi asam lambung naik yang tidak boleh diabaikan.

1. Sesak Napas

Asam lambung yang naik hingga ke bagian atas kerongkongan dapat memicu iritasi pada saluran pernapasan.

Kondisi ini bisa menyebabkan refleks penyempitan saluran napas sehingga penderitanya merasakan sesak atau kesulitan bernapas. Pada sebagian orang, keluhan disertai rasa berat di dada dan napas yang terasa pendek, terutama saat malam hari atau setelah berbaring usai makan.

2. Nyeri Ulu Hati atau Heartburn

Nyeri ulu hati menjadi salah satu gejala paling umum yang dialami penderita asam lambung.

Keluhan ini ditandai dengan sensasi panas atau terbakar di area dada yang dapat menjalar hingga ke tenggorokan. Gejala biasanya muncul setelah mengonsumsi makanan berlemak, pedas, atau makan dalam jumlah besar.

Jika terjadi berulang, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya iritasi pada lapisan kerongkongan.

3. Radang Tenggorokan

Paparan asam lambung yang terus-menerus dapat menyebabkan iritasi pada jaringan tenggorokan dan kerongkongan.

Akibatnya, penderita bisa mengalami radang tenggorokan dengan gejala seperti nyeri saat menelan, tenggorokan terasa mengganjal, hingga suara menjadi serak.

Tidak sedikit orang yang mengira keluhan ini disebabkan infeksi saluran pernapasan, padahal pemicunya adalah refluks asam lambung yang berulang.

4. Pengikisan Lapisan Gigi

Komplikasi lain yang kerap tidak disadari adalah kerusakan pada lapisan terluar gigi atau enamel.

Ketika asam lambung mencapai rongga mulut secara berulang, lapisan pelindung gigi dapat terkikis secara perlahan. Dampaknya, gigi menjadi lebih sensitif terhadap makanan dan minuman panas maupun dingin.

Selain meningkatkan risiko gigi berlubang, kondisi ini juga dapat membuat warna gigi tampak lebih kuning karena enamel semakin menipis.

5. Barrett's Esophagus

Barrett's esophagus termasuk komplikasi serius yang dapat muncul akibat asam lambung kronis.

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel yang melapisi kerongkongan mengalami perubahan akibat paparan asam lambung dalam jangka panjang. Perubahan tersebut merupakan respons tubuh terhadap iritasi yang berlangsung terus-menerus.

Meski tidak selalu berkembang menjadi kanker, Barrett's esophagus diketahui dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan sehingga memerlukan pemantauan dan penanganan medis yang tepat.

Jangan Anggap Sepele Asam Lambung yang Sering Kambuh

Asam lambung yang muncul sesekali memang umum terjadi. Namun, jika keluhan terus berulang, penting untuk segera melakukan evaluasi dan memperbaiki pola hidup agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih serius.

Menjaga pola makan, menghindari pemicu refluks, serta mendapatkan penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan menjaga kesehatan saluran pencernaan dalam jangka panjang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.