Kombes Pol Yanuari Jagokan Jerman di Piala Dunia 2026, tapi Tetap Dukung Inggris
Aurora Nightingale June 05, 2026 05:20 PM

BALIKPAPAN – Di tengah kesibukannya memimpin Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Yanuari Insan ternyata menyimpan kecintaan mendalam terhadap dunia sepak bola.

Perwira menengah Polri ini mengungkapkan bahwa ia mulai mengikuti perkembangan sepak bola internasional sejak gelaran Piala Dunia 1986.

Pada masa itu, sosok legenda Argentina, Diego Maradona, menjadi pemain yang membuatnya jatuh cinta pada olahraga si kulit bundar.

"Terus terang, saya mulai mengikuti Piala Dunia sejak 1986. Saat itu saya mulai memahami sepak bola, dan Diego Maradona menjadi pemain favorit saya," ujar Yanuari Insan kepada TribunKaltim.co, Jumat (5/6/2026) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Meski sempat mengidolakan Maradona dan mendukung Argentina saat masih kecil, Yanuari mengaku tidak pernah menjadi pendukung fanatik terhadap satu negara tertentu.

Menurutnya, daya tarik sepak bola justru terletak pada kualitas dan kemampuan para pemain yang tampil di lapangan.

"Saya bukan tipe yang fanatik pada satu negara. Saya lebih melihat pemain yang saya sukai di dalam tim itu. Jadi, bukan negaranya, tapi pemainnya," tuturnya.

Saat ini, Yanuari mengaku lebih sering mengikuti pemain-pemain yang berlaga di Liga Inggris.

Kecintaannya terhadap kompetisi tersebut membuat Chelsea menjadi klub yang paling ia dukung hingga kini.

"Sekarang tim favorit saya tetap Chelsea. Walau performanya lagi menurun, saya tetap mendukung Chelsea," ujarnya sambil tersenyum.

Meskipun hatinya berpihak kepada Timnas Inggris, Yanuari justru menilai Jerman sebagai kandidat kuat juara di turnamen besar yang akan datang.

Ia berpendapat bahwa Jerman memiliki karakter istimewa. Saat mengikuti turnamen biasa, permainan mereka mungkin tampak standar, namun selalu berubah luar biasa ketika tampil di ajang besar seperti Piala Dunia.

"Menurut saya, Jerman itu Kaisarnya Piala Dunia. Setiap kali tampil di Piala Dunia, mereka selalu bisa membuat kejutan. Kadang di turnamen lain tampak biasa saja, tapi saat Piala Dunia mereka tampil luar biasa," ungkapnya.

Yanuari juga mengaku kagum dengan tradisi sepak bola Jerman sejak era pelatih Joachim Löw, yang sukses membawa Der Panzer menjuarai Piala Dunia 2014.

Dengan hadirnya generasi baru dan pemain-pemain muda berbakat, ia yakin Jerman akan kembali menjadi kekuatan besar di pentas sepak bola dunia.

"Kalau bicara favorit juara, saya pilih Jerman. Tapi dukungan hati saya tetap untuk Inggris," tegasnya.

Walau menjagokan Jerman sebagai calon juara, Yanuari tetap menyimpan harapan besar terhadap Timnas Inggris yang kini dilatih pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel.

Ia menilai Tuchel berani mengambil keputusan berdasarkan performa pemain terkini, bukan hanya nama besar atau reputasi masa lalu.

"Saya melihat Tuchel cukup cermat. Ia menilai pemain berdasarkan performa saat ini dan kebutuhan tim, bukan sekadar nama besar," ujarnya.

Menurut Yanuari, keberanian Tuchel mencoret beberapa pemain bintang menunjukkan keyakinan kuat terhadap konsep permainan yang ingin ia bangun.

"Saya rasa Tuchel punya optimisme tinggi. Dia memilih pemain yang sesuai kebutuhan dan chemistry tim. Bisa jadi Inggris akan memberi kejutan," tuturnya penuh keyakinan.

Bagi Yanuari, Diego Maradona tetap menjadi pemain terbaik yang pernah ia saksikan lewat tayangan pertandingan.

Namun, jika berbicara soal sosok idola secara keseluruhan, ia lebih memilih legenda Prancis, Zinedine Zidane.

Menurutnya, Zidane tidak hanya memiliki teknik tinggi, tetapi juga menunjukkan karakter kepemimpinan yang luar biasa di lapangan.

"Kalau bicara kemampuan, Maradona luar biasa. Tapi kalau melihat pemain dari sisi luar dan dalam, saya pilih Zidane. Dia rendah hati, pemimpin sejati di lapangan, dan bisa jadi panutan," jelasnya.

Kendati mengagumi Maradona sebagai pemain, Yanuari mengaku lebih menyukai kepribadian Zidane yang mampu menjaga sikap dan kepemimpinan sepanjang kariernya.

"Saya memang pecinta sepak bola sejati. Sejak dulu senang menonton dan bermain bersama teman-teman. Hanya main bola kampung, tapi kecintaan terhadap sepak bola itu tidak pernah hilang," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.