TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Usai dikeluhkan masyarakat selama berbulan-bulan, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pasar Senen bisa beroperasi penuh.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bilang, JPO yang terhubung dengan Halte Senen itu mengalami keterlambatan pengoperasian penuh karena ada persoalan administrasi.
“Ya memang untuk Halte Senen ini pada waktu renovasi dilakukan menjadi ‘Jaga Jakarta’ itu ada kontribusi dari pemerintah pusat melalui PUPR. Jadi, ini masalah administrasi saja,” ucapnya saat ditemui di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Pramono pun memastikan, kini seluruh sisi JPO tersebut sudah dibuka untuk memudahkan mobilitas warga.
“Saya sudah memerintahkan untuk mulai dari kemarin untuk dioperasionalkan secara menyeluruh dan sudah beroperasi,” ujarnya.
Dengan beroperasinya seluruh sisi JPO, Pramono berharap akses pejalan kaki maupun transportasi publik di kawasan Pasar Senen menjadi lebih nyaman dan efisien.
“Mudah-mudahan memberi manfaat bagi masyarakat. Jadi, betul-betul masalah komunikasi saja,” ujarnya.
Sebelumnya, pengoperasian JPO Pasar Senen sempat menjadi sorotan di media sosial karena hanya bisa diakses dari sisi bekas Bioskop Senen menuju Halte Transjakarta.
Sedangkan, sisi JPO di depan Pasar Senen tak bisa digunakan sejak proses revitalisasi selesai akhir 2025 silam.
Alhasil, warga yang hanya ingin menyeberang atau dari sisi bioskop ke arah Pasar Senen terpaksa harus melintas di jalanan yang ramai kendaraan.