Lamine Yamal, Lennart Karl, dan 12 Wonderkid NXGN yang Siap Bersinar di Piala Dunia 2026
Hendra Wijaya June 05, 2026 03:15 PM

Piala Dunia kini tinggal kurang dari satu minggu lagi, dengan para tim sedang melakukan persiapan akhir untuk turnamen yang akan digelar di Amerika Utara. Ajang ini menjadi panggung bagi banyak pemain untuk menjelma menjadi pahlawan nasional, termasuk beberapa talenta muda paling menjanjikan di dunia sepak bola saat ini.

Pele dan Kylian Mbappe sejauh ini adalah satu-satunya remaja yang berhasil mencetak gol di final Piala Dunia, namun banyak pemain muda lain — dari Michael Owen hingga Lionel Messi — yang juga tampil gemilang di pentas global meski belum genap berusia 20 tahun.

Lalu, siapa yang berpotensi mengikuti jejak mereka di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada? GOAL telah memilih 12 pemain muda yang memenuhi kriteria NXGN (lahir tahun 2007 atau setelahnya) yang berpeluang besar membuat nama mereka melambung di musim panas ini.

Lamine Yamal (Spanyol)

Bukan hanya remaja paling menonjol di Piala Dunia tahun ini, Lamine Yamal bahkan berpeluang menjadi pemain terbaik di Amerika Utara, mengingat bakat luar biasanya sebagai winger Barcelona dan tim nasional Spanyol. Sejak mencetak gol luar biasa dalam debut internasionalnya melawan Georgia di usia 16 tahun, Yamal selalu menjadi pilihan utama pelatih Luis de la Fuente.

Ia telah menunjukkan bahwa dirinya tak gentar tampil di turnamen besar, setelah tampil memukau di Euro 2024 dan membantu La Roja meraih gelar juara di Jerman. Gol pembuka Yamal ke gawang Prancis di semifinal menjadi salah satu momen terbaik turnamen itu, dan performanya di level klub menunjukkan bahwa keajaiban serupa bisa terulang.

Satu kendala yang dihadapi: Yamal mengalami cedera hamstring pada April lalu yang membuatnya absen setidaknya di laga pembuka Spanyol, bahkan mungkin lebih lama. Tim De la Fuente diperkirakan masih mampu melaju ke fase gugur tanpa kehadiran sang bintang muda, namun seberapa cepat Yamal bisa kembali ke performa terbaiknya akan sangat menentukan apakah ia berkesempatan mengangkat trofi Piala Dunia enam hari setelah ulang tahunnya yang ke-19.

Pau Cubarsi (Spanyol)

Yamal bukan satu-satunya remaja di skuad Spanyol. Pau Cubarsi menjadi starter di empat dari enam laga kualifikasi Piala Dunia Spanyol pada akhir tahun 2025 dan kini semakin mengokohkan posisinya di dalam rencana De la Fuente, setelah sempat absen dari skuad juara Euro 2024.

Pemain berusia 19 tahun ini telah menjadi andalan Barcelona di bawah asuhan Hansi Flick selama lebih dari dua tahun. Ketengangan serta kemampuan umpan Cubarsi seimbang dengan insting bertahannya yang matang. Turnamen ini tampaknya akan menjadi yang pertama dari banyak ajang besar yang menanti dalam karier panjangnya.

Kendry Paez (Ekuador)

Satu remaja yang sayangnya tak akan tampil di Amerika Utara musim panas ini adalah Estevao, penyerang Brasil yang cedera menjelang akhir musim saat membela Chelsea. Namun, Ekuador masih memiliki pemain muda lain yang dimiliki BlueCo, yakni Kendry Paez.

Gelandang Ekuador ini termasuk salah satu remaja dengan jumlah caps internasional terbanyak di turnamen ini. Saat ini ia bermain di River Plate dengan status pinjaman dari Chelsea dan telah diproyeksikan menjadi bintang sejak 2023, ketika ia menjalani debut untuk tim nasional di usia 16 tahun.

Beberapa minggu kemudian, Paez mencatat rekor sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL. Sejak Copa America 2024, ia memang lebih sering menjadi pemain pengganti, namun kemampuan magisnya tetap bisa mencuri perhatian di Amerika Utara. Dengan potensi besar di kakinya, Paez bisa menjadi salah satu kejutan turnamen ini.

Ibrahim Mbaye (Senegal)

Kini semakin banyak pemain yang dihadapkan pada pilihan terkait negara yang akan mereka bela, dan hal itu juga terjadi pada sejumlah peserta Piala Dunia 2026. Ibrahim Mbaye, contohnya, semasa kecil bermain untuk tim muda Prancis hingga level U-20, sebelum akhirnya menerima panggilan dari Senegal pada November lalu.

Pemain berusia 18 tahun itu mencetak gol pada penampilan keduanya bersama The Lions of Teranga, menjadikannya pencetak gol termuda dalam sejarah Senegal, lalu membantu timnya mencapai final Piala Afrika dengan torehan satu gol dan dua assist. Penyerang Paris Saint-Germain itu kini percaya diri menghadapi turnamen besar keduanya di tahun 2026.

Ayyoub Bouaddi (Maroko)

Remaja 18 tahun lainnya yang akan mewakili negara Afrika meski sebelumnya bermain untuk tim muda Prancis adalah Ayyoub Bouaddi, yang beralih membela Maroko menjelang turnamen.

Bouaddi memiliki 10 caps bersama Prancis U-21, namun gelandang Lille ini langsung dipanggil ke skuad utama Atlas Lions yang berambisi mengulang pencapaian semifinal mereka di 2022. Dengan performa impresif di Ligue 1 dan Liga Champions dalam dua musim terakhir, Bouaddi akan menambah kedalaman dan kualitas di lini tengah Maroko.

PSG dan Arsenal dikabarkan bersaing untuk merekrut Bouaddi musim panas ini, dan Lille berharap sang pemain bisa tampil impresif di Amerika Utara demi meningkatkan nilai jualnya.

Gilberto Mora (Meksiko)

Sebagai tuan rumah, Meksiko membawa beban besar di Piala Dunia, terlebih setelah gagal lolos dari fase grup pada 2022. El Tri kini berharap munculnya pahlawan baru, dan beban itu kini berada di pundak Gilberto Mora, pemain termuda di seluruh turnamen.

Pemain berusia 17 tahun yang dijuluki 'Pedri Meksiko' ini tampil gemilang di Piala Emas 2025, membantu tim asuhan Javier Aguirre menjuarai turnamen tersebut dan menjadi pemain termuda yang memenangkan trofi internasional besar, memecahkan rekor milik Yamal setahun sebelumnya.

Sempat cedera pada awal 2026, bintang muda Club Tijuana itu kini sudah pulih sepenuhnya dan siap tampil saat Meksiko memulai turnamen pada 11 Juni.

Luka Vuskovic (Kroasia)

Kroasia kembali diperkuat para pemain veteran musim panas ini, dengan Luka Modric yang berusia 40 tahun tampil di Piala Dunia kelimanya. Namun, generasi baru kini mulai muncul, dan salah satu yang paling menarik adalah Luka Vuskovic, yang tampil luar biasa musim ini sebagai bek tengah muda paling menjanjikan di Eropa.

Pemain pinjaman Tottenham ini tampil gemilang bersama Hamburg, masuk ke dalam Tim Terbaik Bundesliga Musim Ini serta menarik perhatian Barcelona. Ia juga telah mengantongi dua caps internasional selama kualifikasi Piala Dunia. Dengan kemampuan bertahan solid dan ancaman dari bola mati, pemain 19 tahun ini berpeluang besar menjadi starter bersama Josko Gvardiol di lini belakang Zlatko Dalic.

Lennart Karl (Jerman)

Seperti biasa, menjelang turnamen besar, publik Jerman menuntut agar talenta muda diberi kesempatan, dan kali ini sorotan tertuju pada Lennart Karl setelah musim gemilangnya bersama Bayern Munchen. Gelandang serang berusia 18 tahun itu mencetak total 16 gol dan assist di semua kompetisi, menunjukkan kematangan luar biasa di level tertinggi.

Fans Die Mannschaft bersorak ketika Karl mendapat debut dari Julian Nagelsmann pada Maret, dan sang pemain langsung tampil percaya diri meski baru debut di tim U-21 beberapa bulan sebelumnya. Tak heran jika Nagelsmann akhirnya memasukkannya ke skuad utama. Dengan cederanya Serge Gnabry, Karl bisa saja tampil sejak awal bersama Jamal Musiala dan Florian Wirtz di belakang striker utama.

Kerim Alajbegovic (Bosnia & Herzegovina)

Meski Edin Dzeko akan menjadi sorotan utama di skuad Bosnia dan Herzegovina yang menjalani Piala Dunia keduanya, justru pemain muda seperti Kerim Alajbegovic yang patut diperhatikan. Tanpa kontribusinya, Bosnia mungkin tak akan lolos ke Amerika Utara.

Pemain berusia 19 tahun ini menjadi pahlawan ketika masuk sebagai pemain cadangan dan memberi assist untuk gol penyeimbang Dzeko di semifinal play-off melawan Wales, lalu mencetak gol penentu kemenangan lewat adu penalti. Di final melawan Italia, ia kembali tampil menonjol dan membantu negaranya lolos setelah menang lagi lewat adu penalti.

Alajbegovic baru saja menuntaskan musim impresif bersama Red Bull Salzburg dengan 13 gol di semua kompetisi, cukup untuk membuat Bayer Leverkusen mengaktifkan klausul pembelian kembali untuk membawanya ke Bundesliga musim depan.

Tyler Fletcher (Skotlandia)

Skotlandia mendapat kabar buruk menjelang Piala Dunia setelah gelandang andalan Billy Gilmour mengalami cedera lutut dalam laga uji coba melawan Haiti. Namun, di balik kesedihan itu, muncul kesempatan bagi Tyler Fletcher untuk tampil di turnamen besar pertamanya.

Putra mantan gelandang Skotlandia dan Manchester United, Darren Fletcher, ini menjalani debut bersama tim utama Setan Merah musim lalu setelah sebelumnya menimba ilmu di akademi Manchester City. Ia bahkan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Tim Cadangan United bulan lalu.

Gelandang 19 tahun yang dikenal agresif dan pandai mengatur bola ini sempat membela tim muda Inggris bersama saudara kembarnya, Jack. Namun, sejak 2024, ia memilih membela Skotlandia dan kini mendapat ganjaran berupa tempat di skuad Piala Dunia.

Lucas Herrington (Australia)

Tidak seperti sebagian besar rekan-rekannya di tim nasional Australia, Lucas Herrington tak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mencapai markas latihan Socceroos di California, karena ia bermain di MLS bersama Colorado Rapids. Turnamen ini juga menjadi kesempatan baginya untuk menunjukkan mengapa ia banyak dipuji sejak pindah ke Amerika Serikat awal 2026.

Meski baru memiliki 29 penampilan senior saat meninggalkan Brisbane Roar, Herrington kini menjadi pemain utama Rapids dan tampil penuh di setiap laga musim ini, menjadikannya salah satu bek muda terbaik di liga.

Performa impresifnya membuatnya mendapat panggilan pertama ke tim nasional Australia pada Maret lalu, dan ia berpotensi tampil sebagai starter melawan Turki pada 13 Juni. Sudah menarik perhatian klub Premier League dan Eropa, performa solid di Piala Dunia bisa semakin mengangkat nama Herrington.

Hamza Abdelkarim (Mesir)

Terakhir, kejutan datang dari Mesir yang memasukkan nama Hamza Abdelkarim ke dalam skuad final mereka meski belum pernah tampil di level senior. Striker muda ini baru mencatat sembilan penampilan bersama tim utama Al-Ahly sejak menjadi pemain termuda dalam sejarah klub pada Februari 2025, dan sebelumnya hanya bermain untuk tim U-17.

Namun, potensinya terlihat jelas ketika Barcelona meminjamnya pada Februari lalu. Abdelkarim mencetak lima gol dalam tujuh laga bersama tim U-19 Blaugrana, dan klub raksasa Spanyol itu berencana mempermanenkan jasanya musim panas ini.

Masih harus dilihat bagaimana Mesir akan memanfaatkan pemain berusia 18 tahun ini. Nomor punggung 9 yang diberikannya menandakan bahwa ia kemungkinan akan mendapat kesempatan tampil di turnamen ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.