Cerita Yuni Maryana Wanita Asal Kayuagung OKI Dinikahi Bule Turki, Mahar Rp500 Juta dan Emas 67 Gram
Odi Aria June 05, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG– Kisah cinta beda negara antara gadis asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dengan pria asal Turki berakhir bahagia di pelaminan.

Yuni Maryana, warga Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayuagung, resmi dipersunting Abdullah Ozdemir, pria berkebangsaan Turki, dalam prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat pada. Jumat (5/6/2026) pagi.

Pernikahan pasangan beda benua ini menjadi perhatian warga sekitar lantaran mahar yang diberikan mempelai pria terbilang fantastis, yakni uang tunai sebesar Rp500 juta serta emas seberat 67 gram.

Diketahui, besaran mahar tersebut merupakan hasil kesepakatan kedua keluarga yang telah dibicarakan jauh hari sebelum hari pernikahan.

Prosesi akad nikah berlangsung penuh haru dan dihadiri keluarga besar kedua mempelai, kerabat, serta warga sekitar yang turut menyaksikan momen sakral tersebut.

Di balik pernikahan mewah itu, tersimpan kisah cinta yang bermula dari dunia maya.

Yuni dan Abdullah diketahui pertama kali berkenalan melalui komunikasi daring. Hubungan mereka kemudian berkembang menjadi kisah asmara yang dijalani selama kurang lebih tiga tahun.

Meski terpisah jarak ribuan kilometer antara Indonesia dan Turki, keduanya tetap mempertahankan hubungan hingga akhirnya memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

"Saya tidak menyangka hubungan yang berawal dari komunikasi daring dapat membawa kami ke tahap ini. Terima kasih atas dukungan dan doa dari semua pihak," ujar Yuni usai akad nikah.

Sementara itu, Abdullah Ozdemir mengaku bersyukur karena pernikahan yang telah lama direncanakan akhirnya dapat terlaksana dengan lancar.

Ia mengatakan siap membangun rumah tangga bersama Yuni dan menjalani kehidupan berdua dengan penuh komitmen.

"Saya sangat bersyukur pernikahan kami telah resmi terlaksana. Yuni adalah perempuan yang luar biasa, dan saya siap membangun kehidupan bersama dengannya, baik di Indonesia maupun di Turki sesuai kesepakatan kami," katanya.

Bagi keluarga kedua mempelai, pernikahan ini bukan hanya menjadi momen bahagia bagi pasangan yang menikah, tetapi juga menjadi simbol harmonisasi budaya antara Indonesia dan Turki.

Usai akad nikah, rangkaian acara pernikahan masih akan berlanjut dengan resepsi yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (7/6/2026) di RT 02 Lingkungan 02, Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayuagung.

Kehadiran mempelai pria asal Turki dan besarnya mahar yang diberikan pun membuat pernikahan tersebut menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kayuagung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.