Kuliah Gratis untuk Anak Pekebun Dibuka, Bangka Selatan Bidik Penerima Beasiswa Lebih Banyak
Asmadi Pandapotan Siregar June 05, 2026 04:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Peluang melanjutkan pendidikan tinggi secara gratis kembali terbuka bagi anak-anak pekebun di Kabupaten Bangka Selatan. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) membuka program beasiswa pendidikan sarjana (S1) yang seluruh biaya kuliahnya ditanggung oleh negara.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, program tersebut ditujukan untuk mencetak sumber daya manusia di sektor perkebunan sekaligus membuka akses pendidikan tinggi bagi keluarga petani. Penerima nantinya akan menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi yang telah ditetapkan sesuai bidang keahlian masing-masing. Prioritas utama diberikan kepada anak-anak petani atau pekebun, terutama pekebun kelapa sawit di Bangka Selatan.

“Tahun ini kita kembali mendapat tawaran beasiswa dari Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan untuk anak-anak pekebun yang ingin melanjutkan pendidikan S1 dengan biaya ditanggung pemerintah,” kata Risvandika kepada Bangkapos.com, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, minat masyarakat terhadap program tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2025, Kabupaten Bangka Selatan berhasil meloloskan sekitar 12 peserta untuk menerima beasiswa tersebut. Capaian itu menjadi modal optimisme bagi daerah untuk memperoleh kuota yang lebih besar pada tahun ini.

Selain memperoleh pendidikan tanpa biaya, para penerima beasiswa juga memiliki peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja setelah lulus. Hal itu karena Ditjen Perkebunan telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan perkebunan dan pengolahan hasil perkebunan di Indonesia. Penempatan kerja umumnya disesuaikan dengan lokasi pendidikan dan kebutuhan perusahaan mitra.

“Manfaatnya bukan hanya semua biaya ditanggung negara, tetapi juga memudahkan lulusan mendapatkan lapangan pekerjaan karena sudah ada kerja sama dengan berbagai perusahaan perkebunan,” papar Risvandika.

Ia menjelaskan lulusan program tersebut tidak otomatis ditempatkan di daerah asalnya. Penempatan kerja biasanya mengikuti kesepakatan dan kebutuhan perusahaan di wilayah tempat mahasiswa menempuh pendidikan. Meski demikian, peluang bekerja di berbagai daerah di Indonesia tetap terbuka bagi para lulusan.

Ia menambahkan program beasiswa ini secara umum terbuka bagi lulusan SMA atau SMK sederajat. Namun, anak-anak dari keluarga petani dan pekebun tetap menjadi kelompok yang diprioritaskan dalam proses seleksi. Persyaratan lainnya mengikuti ketentuan umum yang ditetapkan panitia nasional.

“Secara umum diperbolehkan untuk mendaftar, tetapi lebih diutamakan kepada anak-anak para petani atau pekebun, terutama pekebun sawit,” ungkapnya.

Pendaftaran program beasiswa telah dibuka sejak 3 Juni dan akan berakhir pada 20 Juni 2026. Masyarakat yang berminat dapat mengajukan pendaftaran secara daring melalui laman https://sdmperkebunan.bpdp.or.id/. Pemerintah daerah mengimbau calon peserta memanfaatkan waktu yang tersisa karena masa pendaftaran tinggal sekitar dua pekan lagi.

“Pendaftaran sudah dibuka dari tanggal 3 sampai 20 Juni 2026 dan saat ini masih tersisa sekitar 15 hari lagi,” ucap Risvandika. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.