TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Kunjungan pemain Timnas Indonesia Mees Hilgers ke kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan mengungkap kisah keluarga yang selama ini jarang diketahui publik.
Di sela agenda bersama Timnas Indonesia, Mees Hilgers bersama ibu dan kakaknya menyempatkan pulang kampung ke daerah asal keluarga dari pihak ibunya pada Rabu (3/6/2026).
Kedatangan rombongan dari Belanda itu disambut hangat keluarga besar yang hingga kini masih menetap di kawasan Lenteng Agung.
Salah satu kerabat Mees Hilgers, Muhabar (76), menceritakan sejarah keluarga mereka, termasuk asal-usul nenek sang pemain yang merupakan warga asli Lenteng Agung.
"Emaknya Hilgers itu sepupu saya. Jadi bapak saya sama ibunya dia (nenek Hilgers) itu adik kakak. Kalau sama Hilgers berarti dia ponakan saya," kata Muhabar saat ditemui di kediamannya, Jumat (5/6/2026).
Muhabar menjelaskan, nenek Mees Hilgers bernama Muhija Muchtar Abbas lahir dan besar di Lenteng Agung.
Menurut dia, Muhija kemudian menikah dengan pria keturunan Belanda yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara.
Setelah menikah, pasangan tersebut memutuskan menetap di Belanda.
"Sampai meninggalnya, neneknya Mees itu tinggal di Belanda," ujar Muhabar.
Meski tinggal jauh dari tanah kelahirannya, hubungan keluarga besar di Belanda dan Indonesia tetap terjalin.
Muhabar mengingat, Muhija bersama putrinya yang kini menjadi ibu Mees Hilgers pernah pulang ke Indonesia pada Februari 1986.
Momen tersebut bahkan masih tersimpan dalam sebuah foto keluarga yang hingga kini dirawat oleh Muhabar.
"Di fotonya itu kan ada tulisannya bulan Februari 1986," kata dia.
Setelah kunjungan tersebut, komunikasi antar keluarga sempat terputus selama bertahun-tahun.
Hubungan kembali terjalin beberapa tahun terakhir, terutama setelah Mees Hilgers memutuskan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan bergabung dengan Timnas Indonesia.
"Saya emang tahunya ada keluarga kita yang tinggal di Belanda. Tapi enggak tahu kalau ternyata cucunya itu ada yang jadi pemain bola. Karena kan terakhir ke sini itu tahun 1986, Mees Hilgers belum lahir," tuturnya.
Saat pulang kampung ke Lenteng Agung, Mees Hilgers tidak hanya bersilaturahmi dengan keluarga besarnya. Pemain FC Twente tersebut juga berziarah ke makam kakek buyutnya dari pihak ibu.
Ia juga menyempatkan bermain sepak bola bersama anak-anak di lapangan sekolah dasar serta menikmati berbagai kuliner khas Indonesia yang disiapkan keluarganya.
Sebagai keluarga, Muhabar mengaku bangga dengan pencapaian Mees Hilgers yang kini membela Timnas Indonesia. Ia pun berharap karier sang pemain terus berkembang di masa mendatang.
"Sebagai keluarga ya kita doain lah semoga dia makin sukses," kata Muhabar.
Arif (50) yang juga kerabat Mees Hilgers di Lenteng Agung mengatakan bahwa ibunda Mees yakni Linda Tombeng sudah beberapa kali berkunjung.
"Kalau Mees memang baru sekali ke sini. Tapi kalau ibunya sudah beberapa kali. Kalau dia ke Indonesia buat nonton timnas, hampir selalu mampir ke sini buat silaturahmi sama keluarga di sini," kata Arif.
Arif mengatakan, dalam kunjungan ke Lenteng Agung, ibunda Mees Hilgers request untuk dimasaki aneka hidangan kuliner khas Indonesia.
"Sebelumnya kan emang udah janjian mau datang. Dan mamahnya Mees itu minta dimasakin rawon, sate sama rendang," kata Arif.
Momen saat Mees Hilgers, Sarah, Linda dan Darryl menyantap kuliner Indonesia itu dibagikan di media sosial.
Di mana mereka duduk lesehan berbaur bersama para kerabatnya yang tinggal di Lenteng Agung.
"Makan sih mereka lumayan lahap," kata Arif.
Arif mengatakan ia dan keluarga di Lenteng Agung juga kaget bahwa mereka ada hubungan keluarga dengan pemain naturalisasi itu.
"Kita cuma tahu ada keluarga yang tinggal di Belanda. Enggak nyangka sama sekali ternyata cucunya ada yang jadi pemain bola si Mees Hilgers ini," tuturnya.
Baca juga: Beda dari yang Lain, Fans Timnas Ini Jagokan Tim Asia di Piala Dunia 2026: Jepang, Uzbekistan, Iran
Baca juga: Rumor Transfer Keluar Persija: Klub Promosi Tancap Gas Bidik Bek Brasil dan Winger Timnas Indonesia
Baca juga: DAFTAR Skuad Timnas FIFA Matchday Juni 2026: John Herdman Panggil 44 Pemain, Persija Kirim 8 Pemain