TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara mengungkap pemicu cuaca buruk di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan selama 2 hari belakangan.
Diketahui, sejak Rabu hingga Kamis 4 Juni, cuaca di Medan pada siang hari panas terik, dan malam hari hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang, dan atap rumah lepas.
Bahkan, cuaca buruk mengakibatkan listrik padam di sejumlah daerah karena kabel tertimpa pohon.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Nensy Nindy Tambunan mengatakan, berdasarkan analisis mereka, penyebabnya karena aktifnya gelombang Rossby dan Kelvin di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kemudian, analisis angin menunjukkan adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Sumatera Utara.
Akibatnya, pertumbuhan awan dan potensi hujan meningkat di Sumatera Utara.
"Diantaranya yaitu aktifnya gelombang ekuatorial Rossby dan gelombang Kelvin di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar. Kemudian, analisis angin menunjukkan adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Sumatera Utara,"kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Nensy Nindy Tambunan, Jumat (5/6/2026).
"Hal tersebut meningkatkan pertumbuhan awan dan potensi hujan di wilayah Sumatera Utara,"sambungnya.
Nensy mengungkapkan, kondisi panas terik saat siang, dan hujan deras disertai angin malam harinya, diperkirakan akan berlangsung selama 3 sampai 7 hari kedepan.
"Kondisi ini diprakirakan masih akan berlangsung hingga 3 - 7 hari ke depan,"tutupnya.
(Cr25/Tribun-medan.com)