Korban Tenggelam di Embung Kaliaji Ditemukan di Kedalaman 3 Meter, Korban Selamat Alami Syok
Joko Widiyarso June 05, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tiga pemuda asal Sleman terpeleset ke Embung Kaliaji, Turi, Sleman, Jumat (5/6/2026).

Dua pemuda yakni Iwan Yoga dan Agus Adi Nugroho tenggelam dan meninggal dunia. Sementara satu pemuda yakni Kurniawan Dwi Atmaja berhasil selamat.

Koordinator Unit Siaga Basarnas Sleman, Dhedi Prasetya mengatakan peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.00.

Berdasarkan informasi yang diterima, sebelum terpeleset, ketiganya bermain skateboard di sekitar Kali Aji.

Setelah bermain skateboard, ketiga korban mendekat ke pinggir embung untuk melihat matahari terbit. Karena kondisi gelap, dua korban diduga terpeleset dan tenggelam.

"Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan melakukan koordinasi dan persiapan operasi pencarian. Kami menyiapkan peralatan selam pukul 06.15, kemudian asesmen kondisi perairan pukul 07.00. Lima menit kemudian tim penyelam mulai melakukan pencarian," katanya, Jumat (5/6/2026).

Upaya pencarian pun membuahkan hasil. Korban ditemukan sekitar sekitar pukul 07.09 di kedalaman tiga meter. 

"Korban dievakuasi ke darat dan dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Turi pukul 07.17 untuk penanganan lebih lanjut," sambungnya.

Ia pun mengimbau masyarakat berhati-hati dan mengutaman keselamatan saat beraktivitas di sekitar perairan. Terlebih saat dini hari atau ketika kondisi penerangan masih terbatas. 

Terpeleset dan jatuh ke embung

Terpisah, Ketua RT 4 Medari Gede, Caturharjo, Sleman, Muhammad Anwar Salim menerangkan salah warganya menjadi korban dalam peristiwa tersebut, yakni Agus Adi Nugroho. Setelah mendapatkan informasi dari Tim SAR, Anwar langsung bergegas ke lokasi kejadian.

"Saya mendapat kabar dari Tim SAR sekitar pukul 06.00. Tadinya mau ke embung, tetapi di perjalanan mendapat kabar kalau Adi sudah ditemukan, dan dibawa ke Puskemas Turi. Jadi saya langsung ke puskemas," terangnya.

Dari informasi yang ia terima, Adi terpeleset dan jatuh ke embung. Melihat Adi terpeleset, Iwan Yoga berusaha menolong namun malah ikut tenggelam. Kala itu, Kurniawan Dwi Atmaja juga berusaha membantu. Nahas, Adi dan Iwan Yoga meninggal dunia.

"Dwi juga warga sini (Medari Gede) juga, tapi beda RT, dia RT 3, kalau sini RT 4, masih di puskemas karena masih syok," ujarnya.

Meski tak terlalu sering bertemu, ia menilai Adi adalah pribadi yang mudah bergaul dan memiliki banyak teman. Tak hanya itu, Adi juga aktif dalam kegiatan kampung, khususnya karang taruna.

"Adi itu orangnya gampang berkomunikasi, temannya banyak. Makanya ini pelayat yang datang juga banyak dari teman-temannya, aktif bermasyarakat, di tengah kesibukannya bekerja tetap menyempatkan waktu," pungkasnya. 

Anak periang itu telah pergi untuk selamanya

Rumah Agus Adi Nugroho di Medari Gede RT 4 RW 11, Caturharjo, Sleman tidak akan sama lagi.

Sosok yang akrab disapa Adi itu berpulang dan meninggalkan duka mendalam. 

Pemuda berusia 21 tahun itu meninggal karena tenggelam di Embung Kaliaji, Turi, Sleman, Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. 

Awalnya, Adi bersama dua rekannya yakni Iwan Yogya dan Kurniawan Dwi Atmaja bermain skateboard di kawasan Kaliaji. 

Setelah bermain skateboard, ketiganya mendekat ke pinggir embung untuk melihat matahari terbit.

Namun, Adi terpeleset dan tenggelam di embung.

Jasad Adi ditemukan di kedalaman tiga meter oleh tim SAR Gabungan pukul  07.09 WIB.

Selain Adi, Iwan Yogya yang dikabarkan ingin menolong pun ikut tengelam dan meninggal dunia.

Sementara, Kurniawan Dwi Atmaja yang juga turut berusaha menyelamatkan rekannya berhasil selamat.

Kabar tenggelamnya Adi diterima Dava, kerabat sekaligus teman di Medari Gede sekitar pukul 06.00 WIB. 

Terkejut mendengar kabar duka tersebut, Dava pun bergegas ke Embung Kaliaji.

"Saya dapat telepon Adi tenggelam, kaget, nggak percaya. Langsung cari temen terus ke embung," katanya saat ditemui di rumah duka, Jumat (5/6/2026).

Ia masih sempat melihat proses evakuasi kerabatnya itu.

Setelah jenazah Adi diangkat dari embung, ia juga ikut menemani ke Puskesmas Turi dan menuju rumah duka.

Menurut dia, Adi adalah sosok periang, baik, dan suka menolong.

Meski anak bungsu dari tiga bersaudara itu sibuk bekerja, namun selalu menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan di kampung.

"Merasa kehilangan, sering nongkrong bareng, ikut kegiatan di kampung. Rabu (3/6/2026) kemarin ketemu ya biasa saja, masih riang, ya kaget," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 4 Medari Gede, Muhammad Anwar Salim mengungkapkan Adi merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

Kedua kakaknya sudah menikah dan tidak tinggal di rumah. Di rumah itu, Adi tinggal bersama kedua orangtuanya.

Kabar meninggalnya Adi cukup mengagetkan baginya.

Belum lama ini, ia masih bertegur sapa dengan Adi ketika berpapasan. 

"Jadi saya dapat kabar dari tim SAR, sekitar jam 06.00. Tadinya mau ke embung, tetapi di perjalanan dapat kabar kalau sudah dibawa ke Puskesmas Turi," ungkapnya.

Meski tak terlalu sering bertemu, Anwar menilai Adi adalah pribadi yang mudah bergaul dan memiliki banyak teman. 

Tak hanya itu, Adi juga aktif dalam kegiatan kampung, khususnya karang taruna.

"Adi itu orangnya gampang berkomunikasi, temannya banyak. Makanya ini pelayat yang datang juga banyak dari teman-temannya, aktif bermasyarakat, di tengah kesibukannya bekerja tetap menyempatkan waktu," ujarnya.

Makam Medari Gede pun kini menjadi tempat peristirahatan terakhir Adi. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.