TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bank Indonesia kembali menghadirkan Grebeg UMKM dan Digitalisasi Jogja untuk Semua dan Istimewa (DJAMUAN Istimewa).
Mengusung tema "Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni", kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat UMKM sekaligus memperluas digitalisasi sistem pembayaran di DIY.
Kegiatan yang berlangsung di Jogja City Mall pada 5-7 Juni 2026 tersebut menghadirkan berbagai pameran UMKM, talkshow, kegiatan edukasi dan lain-lain.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P Gozali mengatakan Grebeg UMKM telah menjadi program strategis Bank Indonesia DIY yang secara konsisten medukung pengembangan UMKM.
Program yang telah berjalan selama satu dasawarsa tersebut memberikan peningkatan kualitas dan standarisasi UMKM.
"Bank Indonesia terus mendorong penguatan UMKM melalui peningkatan kualitas dan standarisasi UMKM, penguatan koneksivitas dengan ekosistem digital dan pembiayaan formal, serta promosi UMKM dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya, Jumat (5/6/2026).
Ia menyebut perkembangan digitaliasi sistem pembayaran di DIY menunjukkan tren positif.
Hingga April 2026, jumlah pengguna QRIS di DIY mencapai lebih dari 1,08 juta dan lebih dari 1,11 juta merchant.
Transaksi QRIS di DIY pun tumbuh signfikan. Tercatat ada 198 juta transaksi sepanjang tahun 2026.
Capaian tersebut tumbuh 62,19 persen secara tahunan.
"Melalui penyelenggaraab kegiatan ini, diharapkan dapat memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat digitalisasi transkasi, serta menciptakan jejaring bisnis yang lebih luas," ujarnya.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyebut penyelenggaraan Grebeg UMKM dan DJAMUAN Istimewa menjadi penegasan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada besarnya potensi, namun pada kemampuan menghubungkan potensi agar memberi manfaat lebih luas.
Ia juga menekankan pentingnya peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi daerah. Untuk itu, sinergi semua pihak sangat diperlukan.
"Koordinasi lintas lembaga, sinergi antarpemangku kepentingan, serta dukungan terhadap penguatan kapasitas dan daya saing UMKM perlu terus diperkuat dan duperluas secara berkelanjutan," imbuhnya.