Sambung Rasa 2026 Resmi Dimulai dari Desa Pesu, Bupati Hamenang Bawa Layanan Publik
Hari Susmayanti June 05, 2026 09:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten resmi memulai rangkaian Program Sambung Rasa Tahun 2026 dari Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Jumat (5/6/2026). 

Melalui program tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo turun langsung menemui masyarakat, membawa berbagai layanan publik, menyalurkan bantuan sosial, sekaligus menyerap aspirasi warga yang akan menjadi bahan penyusunan program pembangunan daerah.

Kegiatan yang menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat itu dihadiri jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, lembaga mitra, serta ratusan warga Desa Pesu dan sekitarnya.

Kedatangan Bupati Klaten disambut hangat warga dengan pengalungan syal khas daerah.

Sebelum memasuki acara utama, Hamenang meninjau berbagai mobil layanan dan stan pelayanan yang disiapkan di sekitar lokasi.

Puluhan warga tampak memanfaatkan layanan yang dibuka sejak pagi. 

Mulai dari layanan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Disdukcapil, Dinas Kesehatan, DissosP3APPKB, DKUKMP, Disperinaker, DPMPTSP, Diskominfo, Dispersip, Bank Klaten, RSUD Bagas Waras hingga ATM keliling Bank Jateng.

Baca juga: Fraksi PKB Ingatkan Pemkab Klaten, Aturan Plastik Sekali Pakai Jangan Bebani Pedagang Kecil

Memasuki aula kegiatan, suasana berlangsung semarak. Penampilan paduan suara, karawitan, dan angklung yang dimainkan warga setempat menyambut para tamu undangan. 

Lagu Indonesia Raya dan Mars Desa Pesu mengawali rangkaian acara sebelum dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Pesu Budi Hartono.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Klaten juga meresmikan Aula Indrakila Desa Pesu melalui penandatanganan prasasti sebagai simbol penguatan fasilitas publik di tingkat desa.

Hamenang mengatakan Sambung Rasa kembali menjadi program unggulan Pemkab Klaten untuk mendekatkan pelayanan sekaligus memastikan pemerintah mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung.

"Seperti tahun lalu kami keliling di 26 kecamatan di Kabupaten Klaten. Kesempatan pertama di tahun 2026 ini kami ke Desa Pesu, Kecamatan Wedi,"urainya.

Selain membawa sejumlah layanan masyarakat, pihaknya juga ingin mendengar langsung keluh-kesah masyarakat setempat. 

"Karena ini acaranya Sambung Rasa, kami juga menyerap aspirasi dari warga masyarakat," katanya.

Tak hanya membuka akses layanan, Pemkab Klaten juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat. 

Bantuan tersebut meliputi sembako untuk muadzin dan marbot, bantuan jambanisasi, bantuan pendidikan, bantuan usaha, tabungan pelajar dari Bank Klaten, jaminan hidup hingga kursi roda.

Pada kesempatan itu juga diserahkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kematian dan Beasiswa kepada ahli waris peserta.

Ahli waris almarhumah Siti Nur Qodri, menerima manfaat sebesar Rp115 juta, sedangkan ahli waris Suharmi menerima manfaat sebesar Rp105 juta.

Selain itu, Kampung KB Desa Pesu menerima apresiasi Juara III Lomba Kampung KB Tingkat Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 1,5 juta.

Puncak kegiatan berlangsung saat sesi dialog interaktif. Perwakilan warga dari unsur BPD, PKK, petani hingga Karang Taruna menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan kepada pemerintah daerah.

Beberapa usulan yang muncul antara lain pembangunan saluran irigasi, pembangunan gedung PAUD yang hingga kini belum dimiliki desa, serta kendaraan operasional untuk mendukung pelayanan masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Hamenang memastikan pemerintah daerah akan menindaklanjuti sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran.

"Tadi ada usulan dari warga masyarakat untuk tahun depan mobil untuk pelayanan karena di Desa Pesu khususnya. Kemudian tadi ada pembangunan PAUD karena belum punya gedung," ujarnya.

Untuk usulan irigasi, Hamenang menyebut peluang realisasinya cukup besar karena dinilai mendesak bagi kebutuhan warga.

"Selain itu juga ada usulan saluran irigasi. Alhamdulillah untuk saluran irigasi mungkin bisa kita kerjakan di tahun ini. Untuk yang lainnya mungkin tahun depan," paparnya.

Menurutnya, Sambung Rasa tidak sekadar menjadi forum dialog, melainkan upaya menghadirkan pemerintah lebih dekat dengan masyarakat melalui layanan, bantuan, dan penyelesaian persoalan yang dihadapi warga.

"Poin pentingnya, satu kami bisa datang secara langsung menyerap aspirasi riil warga masyarakat." 

"Kedua kami bisa menghadirkan berbagai macam unit pelayanan yang ada di Pemda supaya beliau-beliau ini bisa lebih dekat akses layanan, baik itu pelayanan kesehatan, kependudukan, koperasi, perizinan dan lain sebagainya. Di sisi lain kami juga menghadirkan bantuan-bantuan langsung ke warga masyarakat," pungkasnya. (*) 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.