TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggalakkan kegiatan kerja bakti massal yang digulirkan secara rutin setiap hari Jumat.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus pemantik bagi masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga kebersihan kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menyampaikan bahwa agenda ini bukan sekadar urusan membersihkan sampah fisik.
Lebih dari itu, ia menyebut, terdapat pesan edukasi untuk membangun mentalitas ASN yang berpihak pada kelestarian dan keasrian lingkungan.
"Kerja bakti ini menumbuhkan budaya ASN yang pro-environment seperti yang selalu digaungkan Wali Kota Yogya (Hasto Wardoyo," ujarnya, Jumat (5/6/26).
Rajwan mengungkapkan, hingga kini, gerakan reresik massal sudah berjalan rutin di 150 titik yang tersebar di berbagai sudut wilayah Kota Yogyakarta.
Petugas dan ASN menyisir rumput liar, sampah domestik, serta tumpukan daun kering yang berpotensi mangganggu pemandanngan dan merusak estetika kota.
"Hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat maupun wisatawan. Kondisi Kota Yogyakarta sekarang terlihat lebih bersih, indah, dan nyaman," katanya.
Ke depan, DLH Kota Yogyakarta berniat menaikkan kelas program ini dengan memperluas keterlibatan publik untuk ambil bagian langsung secara aktif.
Sehingga, pembersihan tak hanya bertumpu pada aparatur pemerintah, namun juga merangkul pemilik rumah, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat.
"Kami sekaligus mengajak masyarakat supaya turut peduli terhadap lingkungan, khsusunya di sekitar tempat tinggalnya masing-masing," pungkasnya.