TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bergerak cepat memperluas akses energi bersih di wilayah terluar.
Tahun ini, Pemprov Kaltara resmi menargetkan pembangunan 13 titik Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal guna menerangi wilayah perbatasan dan pedalaman yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik.
PLTS Komunal merupakan sistem pembangkit listrik tenaga surya skala besar yang dibangun di suatu wilayah guna memenuhi kebutuhan listrik kelompok masyarakat dalam satu terpusat.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Yosua Batara Payangan, menegaskan proyek infrastruktur kelistrikan ini merupakan bukti nyata komitmen Pemprov Kaltara dalam menghadirkan pemerataan pembangunan.
Menurut Yosua, wilayah perbatasan memiliki posisi yang sangat strategis, sehingga pemenuhan hak pelayanan dasar seperti listrik tidak boleh ditunda-tunda lagi.
"Wilayah perbatasan bukan halaman belakang, melainkan beranda terdepan NKRI. Mereka berhak mendapatkan perhatian dan pelayanan pembangunan secara maksimal," kata Yosua di Tanjung Selor, Jumat (05/06/2026).
Baca juga: Keterbatasan Pasokan Energi, PLTS Komunal Solusi Realitis Jangkau Desa Pedalaman di Malinau
Sebagai langkah jangka panjang, Dinas ESDM Kaltara sebenarnya telah menyusun roadmap (peta jalan) pengembangan ketenagalistrikan untuk lima tahun ke depan.
Namun, pembangunan 13 PLTS Komunal ini menjadi program prioritas utama yang langsung direalisasikan pada tahun 2026 ini.
"Kita akan bangun 13 PLTS Komunal untuk wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh listrik secara maksimal," sebutnya.
Salah satu wilayah perbatasan yang menjadi fokus utama pembangunan tahun ini adalah Kelompok Desa Panas, yang terletak di Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan.
Di lokasi tersebut, PLTS Komunal yang dibangun diproyeksikan memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menyuplai setidaknya 109 rumah warga serta 15 fasilitas umum.
"Dengan ini diperkirakan akan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 658 jiwa atau kurang lebih 150 kepala keluarga di wilayah perbatasan," ungkap Yosua.
Demi memastikan seluruh proyek berjalan lancar dan tepat waktu pada tahun ini, Dinas ESDM Kaltara terus memperkuat kerja sama dan sinergi intensif dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, pihak PLN, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika